Tanya Salaf
Quran · ID

Surah At-Takatsur

Surah At-Takatsur

Surah At-Takatsur adalah surah ke-102 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 8 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

QS 102:1 — Persaingan dalam keturunan dan kehormatan

Ayat ini dikaitkan dengan dua kabilah Anshar yang saling membanggakan keturunan dan kehormatan, bahkan saling menghitung tokoh dari kalangan mereka.

QS 102:1–4 — Keraguan tentang siksa kubur

Riwayat lain menyebutkan bahwa sebagian sahabat membicarakan dan meragukan siksa kubur. Ayat ini turun untuk mengingatkan bahwa kematian dan kubur adalah bagian dari perjalanan menuju pembalasan.

Pokok bahasan

Kaitan

Tafsir (Jalalain) — ringkasan

Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Halaman ini memuat ringkasan tematik; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.

Surah At-Takatsur menegur persaingan dalam memperbanyak harta, anak, dan kedudukan yang melalaikan manusia dari ketaatan kepada Allah hingga kematian datang. Pengulangan ancaman "sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui" mengingatkan tentang hisab yang akan dihadapi.

Surah ini menegaskan bahwa manusia akan melihat neraka dengan keyakinan yang nyata dan akan ditanya tentang nikmat dunia, seperti kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman, dan cara menggunakan semua nikmat tersebut.

Lihat Tafsir Ibnu Abbas dan bagian Asbabun Nuzul pada halaman ini untuk rincian sanad dan riwayat yang sama.

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa kecintaan terhadap dunia dapat melalaikan manusia dari akhirat sampai kematian datang. Harta yang benar-benar menjadi milik seseorang adalah yang dimakan, dipakai hingga habis, atau disedekahkan sehingga pahalanya tetap mengalir.

Ayat 3–4 memuat ancaman berulang. Ayat 5 menjelaskan bahwa pengetahuan yang yakin akan mencegah kelalaian. Ayat 6–7 menegaskan bahwa manusia akan melihat neraka Jahim dengan penglihatan yang nyata.

Ayat 8 menjelaskan bahwa manusia akan ditanya tentang nikmat kesehatan, keamanan, rezeki, pendengaran, penglihatan, dan waktu luang. Nikmat tersebut menuntut syukur dan ketaatan.

"Tiga hal mengantar jenazah, dua kembali dan satu tetap bersamanya: keluarga, harta, dan amalnya — keluarga dan hartanya kembali pulang, amalnya tetap bersamanya." (HR. Bukhari dan Muslim, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Tafsir Ibnu Abbas

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa nikmat yang akan ditanyakan adalah kesehatan badan, pendengaran, dan penglihatan. Allah akan menanyakan untuk apa nikmat tersebut digunakan.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah membahas makna kunjungan ke kubur sebagai petunjuk bahwa kubur adalah tempat singgah, bukan tempat tinggal terakhir. Beliau juga membedakan pengetahuan yang yakin dari penglihatan yang yakin terhadap perkara akhirat.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
التكاثر
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah