Surah At-Tahrim
Surah At-Tahrim
Surah At-Tahrim adalah surah ke-66 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 12 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Pokok bahasan
- Pembatalan pengharaman sesuatu yang halal dan kafarat sumpah.
- Menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
- Tobat nasuha dan cahaya orang beriman.
- Ketegasan terhadap kekufuran dan kemunafikan.
- Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth sebagai perumpamaan orang kafir.
- Istri Fir'aun dan Maryam binti Imran sebagai perumpamaan orang beriman.
Kaitan
Tafsir (Jalalain) — ringkasan
Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Halaman ini memuat ringkasan tematik; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.
Surah At-Tahrim dibuka dengan peristiwa Nabi ﷺ mengharamkan sesuatu yang halal bagi dirinya untuk menyenangkan istri-istrinya. Allah menjelaskan pembatalan sumpah dan kafaratnya, serta menegaskan ampunan-Nya. Nabi ﷺ menyampaikan rahasia kepada Hafshah, lalu rahasia itu disampaikan kepada Aisyah. Keduanya diperintah bertobat, sementara Allah, Jibril, orang-orang mukmin yang saleh, dan para malaikat menjadi penolong Nabi ﷺ.
Orang beriman diperintah menjaga diri dan keluarga dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu. Penjaganya adalah malaikat yang keras dan tidak mendurhakai Allah. Penutup surah memberikan perumpamaan istri Nabi Nuh dan Nabi Luth sebagai contoh orang kafir, serta istri Fir'aun dan Maryam binti Imran sebagai contoh orang beriman yang tetap menjaga iman di tengah lingkungan yang buruk.
Lihat Tafsir Ibnu Abbas dan bagian Asbabun Nuzul pada halaman ini untuk rincian sanad dan riwayat yang sama.
Tafsir Ibnu Abbas
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa pengharaman sesuatu yang halal dibatalkan dengan kafarat, yaitu memberi makan sepuluh orang miskin, memberi pakaian, atau membebaskan budak. Hal itu bukan talak.
Ibnu Abbas juga menjelaskan perintah menjaga diri dan keluarga dari neraka dengan mengerjakan ketaatan, menjauhi maksiat, dan mengajarkan zikir kepada keluarga.
Tafsir Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan dua riwayat tentang sebab turunnya ayat pertama, yaitu peristiwa pengharaman madu dan peristiwa Mariyah Al-Qibthiyyah. Keduanya menjadi konteks penjelasan tentang sumpah dan kafarat. Ayat berikutnya memuat rahasia Nabi ﷺ, tobat Hafshah dan Aisyah, serta pertolongan Allah dan para malaikat kepada Nabi ﷺ.
Orang beriman diperintah menjaga keluarga dengan mengajarkan kewajiban, mencegah kemaksiatan, dan membantu mereka menaati Allah. Tobat nasuha berarti menyesali dosa, meninggalkannya, dan bertekad tidak mengulanginya. Perumpamaan dalam ayat terakhir menunjukkan bahwa iman seseorang tidak bergantung pada kedekatan dengan orang saleh, sementara lingkungan buruk tidak menghalangi orang beriman untuk taat.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas ayat-ayat At-Tahrim dalam Majmu' Fatawa sebagai bagian dari pembahasan tafsir. Materi yang tersedia memuat pembahasan tentang pengharaman, sumpah, keluarga, dan ketaatan.
Catatan penelitian
- Dua riwayat Ibnu Abbas untuk surah ini telah dikonfirmasi pada sumber Arab.
- Riwayat sebab turun ayat pertama memiliki dua jalur utama, yaitu pengharaman Mariyah Al-Qibthiyyah dan pengharaman madu.
- Tafsir ayat 2–5 dan 7–12 pada sumber Ibnu Abbas memerlukan pemeriksaan tambahan karena batch yang tersedia hanya mencakup dua glos.
- Redaksi tafsir panjang dipublikasikan sebagai ringkasan tematik, sedangkan teks sumber tetap berada di Wiki Ulama.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- التحريم
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah