Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Asy-Syuuraa

Surah Asy-Syuuraa

Surah Asy-Syuuraa adalah surah Makkiyah ke-42 dan terdiri dari 53 ayat. Surah ini membahas kesatuan dakwah para nabi, wahyu, tauhid, musyawarah, memaafkan, membela diri, dan Al-Quran sebagai cahaya.

Pokok bahasan

Kaitan

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Aqidah | Fiqh

Tafsir Ibnu Abbas

Tujuh atsar Ibnu Abbas pada riwayat [1132]–[1138] telah diverifikasi pada halaman 441–443.

QS 42:23

Kasih sayang dalam kekeluargaan bermakna menjaga hubungan kerabat dan mengikuti ketaatan kepada Allah, bukan meminta upah duniawi atas dakwah.

QS 42:33–34

Kapal berhenti atau binasa di laut terjadi atas kehendak Allah dan karena perbuatan manusia. Allah memaafkan banyak kesalahan dan tidak menghukum seluruh kesalahan manusia.

QS 42:40–41

Balasan kezaliman boleh setimpal dengan kezaliman itu. Orang yang memaafkan dan mendamaikan mendapat pahala dari Allah. Orang yang membela diri setelah dizalimi tidak tercela.

QS 42:45

Orang-orang zalim melihat Neraka dengan pandangan hina dan penuh ketakutan.

QS 42:50

Allah memberikan anak perempuan, anak laki-laki, keduanya, atau menjadikan seseorang mandul sesuai kehendak dan hikmah-Nya.

QS 42:52

Allah mewahyukan ruh, yaitu Al-Quran, kepada Nabi ﷺ sebagai cahaya yang memberi petunjuk kepada hamba-hamba-Nya.

Asbabun Nuzul

QS 42:16

Orang-orang yang membantah agama Allah setelah kebenaran jelas akan mendapat hujah yang batil dan kemurkaan Allah.

QS 42:23

Ayat tentang mawaddah kepada kerabat Nabi ﷺ dikaitkan dengan penolakan Quraisy terhadap dakwah. Hubungan kerabat tidak menjadi alasan untuk menyalahi tauhid.

QS 42:27

Allah menahan sebagian rezeki agar manusia tidak melampaui batas. Jika rezeki dibuka tanpa ukuran, manusia dapat berbuat zalim dan rusak.

Tafsir (Jalalain) — ringkasan

Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Halaman ini memuat ringkasan tematik; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.

Surah Asy-Syuuraa dibuka dengan huruf muqatta'ah Ha Mim dan 'Ain Sin Qaf. Allah mewahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagaimana Dia mewahyukan kepada para nabi sebelumnya. Langit hampir pecah karena keagungan Allah, para malaikat bertasbih dan memohonkan ampun bagi penduduk bumi, dan Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab agar Nabi memberi peringatan kepada penduduk Makkah serta orang-orang di sekitarnya tentang hari berkumpul.

QS 42:11 menegaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Surah ini menegaskan kesatuan agama para nabi, perintah menegakkan agama dan tidak berpecah-belah, kewajiban kembali kepada Allah ketika terjadi perselisihan, serta ketundukan kepada wahyu.

Surah ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ tidak meminta upah atas dakwahnya kecuali kasih sayang dalam kekeluargaan. Orang beriman menerima seruan Rabb, mendirikan salat, bermusyawarah, dan menginfakkan rezeki. Allah berbicara kepada manusia melalui wahyu, dari balik tabir, atau dengan mengutus seorang rasul.

Lihat Tafsir Ibnu Abbas dan bagian Asbabun Nuzul pada halaman ini untuk rincian sanad dan riwayat yang sama.

Tafsir Ibnu Katsir

Kesatuan agama para nabi

Allah mensyariatkan kepada umat ini agama yang diwasiatkan kepada Nuh dan yang diwahyukan kepada Muhammad, Ibrahim, Musa, dan Isa. Pokoknya adalah tauhid, menegakkan agama, dan tidak berpecah dalam perkara yang Allah jelaskan.

Allah tidak menyerupai makhluk

Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Dia Maha Mendengar dan Maha Melihat, dan sifat-sifat-Nya tidak menyerupai sifat makhluk.

Orang beriman dan musyawarah

Orang beriman menjauhi dosa besar, memenuhi panggilan Rabb, mendirikan shalat, bermusyawarah dalam urusan mereka, dan menginfakkan rezeki. Ketika dizalimi, mereka membela diri. Mereka tidak menganggap kelemahan sebagai kesabaran dan tidak mengubah pembelaan diri menjadi kezaliman.

Maaf dan pembelaan diri

Balasan kejahatan adalah kejahatan yang setimpal. Memaafkan dan mendamaikan mendapat pahala. Allah tidak menyukai orang yang membela diri dengan melampaui batas. Orang yang sabar dan memaafkan menunjukkan keteguhan yang besar.

Rezeki dan hujan

Allah memberi rezeki sesuai hikmah-Nya. Jika rezeki diberikan tanpa ukuran, manusia dapat melampaui batas. Allah menurunkan hujan setelah manusia berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya.

Kapal dan musibah

Kapal yang berlayar di laut adalah tanda kekuasaan Allah. Jika Allah menghendaki, angin berhenti dan kapal tetap di permukaan laut. Sebagian musibah terjadi karena perbuatan manusia, tetapi Allah memaafkan banyak kesalahan.

Pemberian anak

Kerajaan langit dan bumi milik Allah. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberi anak perempuan, anak laki-laki, keduanya, atau menjadikan seseorang mandul. Semua itu terjadi dengan ilmu dan hikmah-Nya.

Cara wahyu disampaikan

Allah berbicara kepada manusia melalui wahyu, dari balik hijab, atau dengan mengutus seorang rasul yang menyampaikan wahyu dengan izin-Nya. Al-Quran adalah ruh dan cahaya yang Allah wahyukan agar manusia mendapat petunjuk.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah membahas Surah Asy-Syuuraa dalam Majmu' Fatawa, terutama kesatuan agama para rasul, larangan membuat syariat tanpa izin Allah, hak membela diri, kesabaran, taubat, dan rasa takut kepada Hari Kiamat.

Syariat para rasul berpusat pada tauhid. Membuat agama yang tidak diizinkan Allah termasuk kesyirikan. Allah memuji orang beriman karena mereka mampu membela diri ketika dizalimi dan mampu memaafkan ketika memiliki kekuatan.

Kekuatan diperlukan untuk menjalankan perintah Allah, sedangkan kesabaran diperlukan menghadapi perkara yang menimpa tanpa pilihan manusia. Orang beriman memadukan keduanya sesuai keadaan.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
الشورى
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah