Surah Asy-Syu'araa'
Surah Asy-Syu'araa'
Surah Asy-Syu'araa' adalah surah ke-26 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 227 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam, melalui riwayat Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.
Riwayat [958]–[974] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 385–388. Batas surah berakhir pada riwayat [974], sebelum Surah An-Naml dimulai pada riwayat [975].
Pokok riwayat
- QS 26:1: Tha Sin Mim disebut sebagai sumpah dan salah satu nama Allah dalam riwayat yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas.
- QS 26:63: setiap belahan laut ketika terbelah seperti gunung yang besar.
- QS 26:94: sembahan dan orang-orang sesat dijungkirkan serta dikumpulkan di neraka.
- QS 26:128–129: kaum 'Ad mendirikan bangunan di tempat tinggi dan benteng seolah-olah akan hidup kekal.
- QS 26:137: kaum 'Ad menyebut agama mereka sebagai agama orang-orang terdahulu.
- QS 26:148–149: tanaman kaum Tsamud subur dan mereka memahat gunung dengan terampil.
- QS 26:176: penduduk Aikah adalah penduduk rimba belantara.
- QS 26:184: umat-umat terdahulu disebut sebagai makhluk-makhluk terdahulu.
- QS 26:187: kepingan dari langit diminta sebagai azab oleh kaum Nabi Syu'aib.
- QS 26:224–227: penyair yang tercela berbicara tanpa amal, sedangkan penyair beriman dikecualikan karena iman, amal saleh, zikir, dan pembelaan terhadap kaum muslimin.
Pokok bahasan
- Hiburan bagi Nabi Muhammad ﷺ ketika kaumnya menolak iman.
- Kisah Nabi Musa dan Fir'aun serta keimanan para ahli sihir.
- Pembelahan laut dan kebinasaan Fir'aun.
- Kisah Nabi Ibrahim dan bantahan terhadap penyembahan berhala.
- Kisah Nabi Nuh, Nabi Hud, kaum 'Ad, Nabi Saleh, kaum Tsamud, Nabi Luth, dan Nabi Syu'aib.
- Pola pendustaan para rasul dan kebinasaan kaum yang melampaui batas.
- Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas.
- Perbedaan antara penyair yang sesat dan penyair beriman.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
QS 26:205–207 — Penangguhan azab
Kenikmatan dunia yang diberikan kepada orang zalim selama beberapa waktu tidak berarti mereka selamat dari azab. Ayat ini mengingatkan bahwa azab yang dijanjikan tetap akan datang.
QS 26:214 — Peringatan kepada kerabat terdekat
Ketika ayat tentang peringatan kepada kerabat terdekat turun, Rasulullah ﷺ mengumpulkan keluarga beliau dan menyampaikan bahwa keselamatan bergantung pada iman dan amal, bukan sekadar hubungan keluarga.
QS 26:224–227 — Para penyair
Sebagian penyair dari kalangan sahabat merasa sedih ketika ayat tentang penyair yang sesat turun. Ayat berikutnya mengecualikan penyair yang beriman, beramal saleh, banyak mengingat Allah, dan membela diri setelah dizalimi.
Kaitan
- Tafsir Ibnu Abbas
- Ibnu Abbas
- Tafsir Jalalain
- Tafsir Ibnu Katsir
- Ali bin Abu Thalhah
- Lubab An-Nuqul
- Tafsir
- Al Anbiyaa'
Tafsir (Jalalain) — ringkasan
Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Ringkasan ini mencakup bagian yang tersedia; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.
Surah Asy-Syu'araa' menghibur Nabi Muhammad ﷺ agar tidak membinasakan diri karena kesedihan melihat kaumnya tidak beriman. Kisah Nabi Musa memuat perintah mendatangi Fir'aun, permintaan agar Nabi Harun mendampingi beliau, kemenangan mukjizat atas para ahli sihir, keimanan para ahli sihir, pembelahan laut menjadi dua belas jalan, dan tenggelamnya Fir'aun.
Kisah kaum 'Ad memuat celaan terhadap bangunan tinggi yang didirikan untuk bermain-main dan benteng yang dibuat seolah-olah mereka akan hidup kekal. Kisah penduduk Aikah memuat penolakan terhadap para rasul. Bagian penutup menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab yang jelas dan membedakan penyair yang sesat dari penyair beriman yang beramal saleh, banyak berzikir, serta membela diri setelah dizalimi.
Lihat bagian catatan penelitian pada halaman ini. Ringkasan Jalalain untuk surah ini masih mengikuti bagian sumber yang telah ditinjau.
Tafsir Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan pembukaan surah sebagai hiburan bagi Nabi Muhammad ﷺ dan penegasan bahwa Al-Qur'an membedakan kebenaran dari kebatilan. Kisah Nabi Musa dan Fir'aun menampilkan dakwah, mukjizat, keimanan para ahli sihir, pembelahan laut, dan tenggelamnya Fir'aun.
Kisah Nabi Ibrahim membantah penyembahan berhala dan memuat doa tentang petunjuk, rezeki, kesembuhan, kematian, kebangkitan, serta ampunan. Kisah Nabi Nuh, Nabi Hud, kaum 'Ad, Nabi Saleh, kaum Tsamud, Nabi Luth, dan Nabi Syu'aib menunjukkan pola yang sama: seruan tauhid, penolakan kaum, peringatan, lalu keselamatan orang beriman dan kebinasaan orang yang mendustakan.
Surah ini juga menerangkan pembelahan laut, akibat kesombongan kaum 'Ad, azab kaum Tsamud, perbuatan kaum Nabi Luth, dan penolakan penduduk Aikah. Penutup surah membedakan wahyu dari bisikan setan kepada para pendusta serta menjelaskan pengecualian bagi penyair beriman.
Catatan penelitian
- Tujuh belas riwayat Ibnu Abbas [958]–[974] telah dikonfirmasi pada sumber Arab.
- Sebagian kisah nabi dalam tafsir yang tersedia masih berupa ringkasan, sehingga pemeriksaan lanjutan diperlukan untuk rincian ayat demi ayat.
- Penafsiran Tha Sin Mim sebagai sumpah dan nama-nama Allah merupakan riwayat yang dinisbatkan kepada Ibnu Abbas, bukan kesimpulan tunggal untuk semua tafsir.
- Redaksi tafsir Jalalain dan tafsir Ibnu Katsir yang panjang dipublikasikan sebagai ringkasan tematik, sedangkan teks sumber tetap berada di Wiki Ulama.
Riwayat yang diringkas
Nabi ﷺ mengumpulkan Bani 'Abdul Muththalib dan bertanya apakah mereka akan mempercayainya bila ia mengabarkan pasukan musuh di balik gunung; mereka menjawab ya. Beliau bersabda: "Sesungguhnya aku pemberi peringatan bagi kalian akan adzab yang pedih" — Abu Lahab lalu mencelanya, dan turunlah QS Al-Lahab. (HR. Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa'i, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
"Wahai Quraisy, wahai Bani Ka'ab, wahai Bani Hasyim, wahai Bani 'Abdul Muththalib, wahai Fathimah puteri Muhammad — selamatkan diri kalian dari api Neraka, karena aku tidak dapat membela kalian sedikit pun di hadapan Allah, kecuali kalian memiliki hubungan rahim yang akan aku sambung." (HR. Muslim dan at-Tirmidzi, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Orang kafir dicelupkan ke Neraka lalu ditanya apakah pernah merasakan kebaikan sedikit pun — ia menjawab tidak pernah; sebaliknya orang yang paling susah hidupnya di dunia dicelupkan ke Surga lalu ditanya apakah pernah merasakan kesulitan — ia pun menjawab tidak pernah. (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الشُّعَرَاء
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah