Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Ash-Shaffaat

Surah Ash-Shaffaat

Surah Ash-Shaffaat adalah surah ke-37 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 182 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: Tafsir Ibnu Abbas, terjemah bahasa Indonesia, melalui riwayat Ali bin Abu Thalhah.

Riwayat [1060]–[1081] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 419–424. Dua puluh dua penjelasan yang tersedia mencakup seluruh rentang riwayat Ibnu Abbas untuk surah ini.

Pokok riwayat

Pokok bahasan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

QS 37:64 — Pohon zaqqum

Ketika pohon zaqqum disebutkan dalam Al-Qur'an, orang-orang Quraisy mengejek dan menganggap pohon itu tidak mungkin ada di neraka. Ayat ini menegaskan bahwa pohon zaqqum benar-benar nyata.

QS 37:165 — Para malaikat berbaris

Riwayat yang tersedia mengaitkan ayat tentang barisan para malaikat dengan kedudukan dan tugas mereka dalam melaksanakan perintah Allah secara teratur.

QS 37:176 — Permintaan agar azab disegerakan

Kaum musyrik meminta Nabi Muhammad ﷺ memperlihatkan azab yang diancamkan kepada mereka. Ayat ini turun sebagai jawaban terhadap permintaan tersebut.

Kaitan

Tafsir (Jalalain) — ringkasan

Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Halaman ini memuat ringkasan tematik; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.

Surah Ash-Shaffaat dibuka dengan sumpah tentang para malaikat yang berbaris, langit terdekat yang dihiasi bintang, dan penjagaan dari setan yang berusaha mencuri pendengaran (QS 37:1–10). Surah ini kemudian membantah orang-orang yang mengingkari kebangkitan.

Bagian utama surah ini memuat ujian Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya (QS 37:102–107). Ayah dan anak itu berserah diri kepada perintah Allah, kemudian Allah menggantinya dengan sembelihan yang agung. Riwayat tafsir menyebutkan perbedaan pendapat apakah putra tersebut Nabi Ismail atau Nabi Ishaq. Kisah Nabi Yunus juga memuat pelajaran tentang pelarian beliau, undian di kapal, ditelan ikan, lalu diselamatkan dan dinaungi pohon labu (QS 37:139–148).

Surah ini membantah klaim bahwa Allah memiliki anak-anak perempuan dari kalangan malaikat (QS 37:149–153). Surah ditutup dengan penyucian Allah dari segala sifat yang mereka nisbatkan, salam bagi para rasul, dan pujian bagi Allah Rabb seluruh alam.

QS 37:180 — "Mahasuci Rabbmu Yang mempunyai keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul. Dan segala puji bagi Allah, Rabb seluruh alam."

Lihat bagian Tafsir Ibnu Katsir pada halaman ini untuk rincian yang lebih luas.

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa para malaikat yang bersaf-saf adalah makhluk yang taat kepada Allah. Surah ini menguatkan tauhid, membantah pengingkaran kebangkitan, dan menggambarkan perbedaan balasan antara orang kafir dan hamba Allah yang ikhlas.

Kisah Nabi Nuh menunjukkan keselamatan beliau dan orang-orang beriman serta keberlanjutan keturunannya. Kisah Nabi Ibrahim menunjukkan hati yang selamat dari syirik dan kesediaan menaati perintah Allah. Kisah Nabi Yunus menunjukkan bahwa tasbih menjadi sebab pertolongan Allah. Surah ini juga menjelaskan kenikmatan surga, azab pohon zaqqum, perdebatan penghuni neraka, dan bantahan terhadap keyakinan batil tentang anak-anak perempuan bagi Allah.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
الصافات
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah