Surah Ash-Shaff
Surah Ash-Shaff
Surah Ash-Shaff adalah surah ke-61 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 14 ayat dan termasuk surah Madaniyah.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
QS 61:1–2 — Amal yang paling dicintai Allah
Para sahabat ingin mengetahui amal yang paling dicintai Allah dan bertekad mengerjakannya dengan harta serta jiwa. Ayat ini turun sebagai teguran ketika sebagian orang mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan. Riwayat lain mengaitkannya dengan keengganan sebagian kaum mukmin ketika jihad diwajibkan.
QS 61:10–11 — Perniagaan yang menyelamatkan
Ketika turun ayat tentang perniagaan yang menyelamatkan dari azab yang pedih, kaum muslimin bertanya tentang maksudnya. Ayat berikutnya menjelaskan bahwa perniagaan itu adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwa.
Pokok bahasan
- Teguran bagi orang yang mengatakan sesuatu yang tidak dikerjakannya.
- Kecintaan Allah kepada orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur.
- Kisah Nabi Musa dan Nabi Isa bersama kaum mereka.
- Kabar gembira Nabi Isa tentang kedatangan Ahmad.
- Cahaya Allah yang disempurnakan meskipun orang kafir membencinya.
- Perniagaan iman dan jihad yang menyelamatkan dari azab.
- Pertolongan Allah kepada orang-orang beriman.
Kaitan
Tafsir (Jalalain) — ringkasan
Sumber: Tafsir Jalalain — terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Al-Kautsar. Halaman ini memuat ringkasan tematik; rincian ayat demi ayat terdapat dalam terjemah sumber.
Surah Ash-Shaff dibuka dengan penegasan bahwa seluruh yang ada di langit dan bumi bertasbih kepada Allah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. Orang beriman ditegur karena mengatakan sesuatu yang tidak mereka kerjakan. Jalalain mengaitkan teguran ini dengan sebagian sahabat yang menginginkan jihad lalu mundur ketika menghadapi ujian Uhud. Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang tersusun kokoh.
Kisah Nabi Musa memuat gangguan kaumnya kepada beliau, sedangkan kisah Nabi Isa memuat kabar gembira tentang kedatangan Ahmad. Surah ini menjelaskan bahwa orang kafir hendak memadamkan cahaya Allah, sedangkan Allah menyempurnakan cahaya-Nya. Para mukmin ditunjukkan "perniagaan yang menyelamatkan dari azab yang pedih", yaitu iman kepada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad dengan harta dan jiwa. Surah ini ditutup dengan kisah Hawariyyun, pengikut Nabi Isa yang pertama beriman, dan pertolongan Allah kepada golongan yang beriman.
Lihat Tafsir Ibnu Abbas dan bagian Asbabun Nuzul pada halaman ini untuk rincian sanad dan riwayat pada ayat-ayat yang sama.
Tafsir Ibnu Katsir
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan teguran Allah kepada orang yang membuat janji atau mengucapkan sesuatu lalu tidak memenuhinya. Pembahasan ini dikaitkan dengan kewajiban menepati janji, riwayat tentang tanda kemunafikan, dan riwayat mengenai barisan untuk salat serta jihad.
Ayat tentang barisan mengajarkan ketertiban dan kekokohan kaum beriman. Kisah Nabi Musa menjadi penghiburan bagi Rasulullah ﷺ dan perintah agar beliau bersabar. Kisah Nabi Isa menjelaskan bahwa beliau membenarkan Taurat dan memberitakan kedatangan Nabi Muhammad ﷺ dengan nama Ahmad.
"Ada empat perkara yang bila terkumpul pada seseorang menjadikannya munafik murni, dan bila salah satunya ada padanya, ia memiliki satu ciri kemunafikan hingga ia meninggalkannya" — di antaranya tidak menepati janji. (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
"Ada tiga golongan yang Allah tertawa kepada mereka: orang yang bangun tengah malam untuk shalat, orang-orang yang berbaris untuk shalat, dan orang-orang yang berbaris untuk berperang." (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
"Aku mempunyai beberapa nama: aku Muhammad, aku Ahmad, aku Al-Maahi (penghapus) yang dengannya Allah menghapus kekufuran, aku Al-Haasyir (pengumpul) yang di hadapan kedua kakiku manusia akan dikumpulkan, dan aku Al-'Aaqib (penutup para nabi)." (HR. Bukhari, dari Jubair bin Muth'im, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Tafsir Ibnu Abbas
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa sebagian kaum mukmin sebelum kewajiban jihad berharap ditunjukkan amal yang paling dicintai Allah. Amal tersebut adalah iman kepada Allah tanpa keraguan, memerangi kemaksiatan, dan berjihad di jalan-Nya. Ketika jihad diwajibkan, sebagian mereka merasa berat, lalu turun teguran dalam surah ini.
Catatan penelitian
- Riwayat yang tersedia dari Ibnu Abbas memuat satu penjelasan untuk QS 61:2.
- Riwayat asbabun nuzul mencakup QS 61:1–2 dan QS 61:10–11.
- Sebagian rincian tafsir ayat 7–14 masih memerlukan pemeriksaan sumber lanjutan.
- Redaksi tafsir Jalalain yang panjang dipublikasikan sebagai ringkasan tematik, sedangkan teks sumber tetap berada di Wiki Ulama.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الصف
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah