Tanya Salaf
Quran · ID

Surah As-Sajdah

Surah As-Sajdah

Surah As-Sajdah adalah surah ke-32 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 30 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

QS 32:16 — Salat malam

Riwayat yang tersedia menjelaskan ayat tentang lambung yang jauh dari tempat tidur sebagai keterangan tentang salat malam dan tahajud. Riwayat Bilal dinilai lemah dalam catatan sumber, sedangkan riwayat Ibnu Abbas tidak diberi penilaian khusus.

QS 32:28 — Pertanyaan tentang kemenangan

Orang-orang musyrik bertanya dengan nada mengejek tentang kapan kemenangan datang. Ayat ini turun sebagai jawaban terhadap pertanyaan mereka.

Pokok bahasan

Kaitan

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Surah As-Sajdah menegaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan dari Rabb semesta alam. Orang musyrik menuduh Nabi Muhammad ﷺ mengada-adakannya, tetapi Allah menjelaskan bahwa Al-Qur'an adalah kebenaran untuk memberi peringatan.

Allah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa dan mengatur urusan dari langit ke bumi. Satu hari menurut ukuran manusia tidak sama dengan ukuran waktu di sisi Allah. Allah mengetahui yang gaib dan yang tampak, Mahaperkasa, serta Maha Penyayang.

Manusia bermula dari tanah dan keturunannya dari air mani. Allah menyempurnakan manusia, meniupkan ruh, dan memberinya pendengaran, penglihatan, serta hati. Orang-orang yang bersyukur menggunakan nikmat tersebut dalam ketaatan.

Orang beriman menyungkur sujud ketika diingatkan dengan ayat Allah. Lambung mereka jauh dari tempat tidur karena salat malam. Mereka berdoa dengan takut dan harap serta menafkahkan rezeki. Allah menyimpan kenikmatan yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, atau terlintas dalam hati untuk mereka.

Orang beriman dan orang fasik tidak sama. Orang beriman mendapat surga, sedangkan orang fasik mendapat neraka. Azab dunia adalah peringatan agar manusia kembali kepada Allah. Kisah umat terdahulu yang dibinasakan menjadi tanda bagi orang yang memperhatikan.

Tafsir Ibnu Taimiyah

QS 32:4 memuat pembahasan tentang istiwa Allah di atas Arasy. Materi sumber memaparkan perbedaan pendekatan tafsir, sedangkan pembahasan lanjutan dapat dibandingkan dengan Majmu& dan materi ulama tentang sifat-sifat Allah tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
السجدة
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah