Surah Ar-Ra'd
Surah Ar-Ra'd
Surah Ar-Ra'd adalah surah Makkiyah menurut pendapat yang kuat dan terdiri dari 43 ayat. Surah ini memuat tanda-tanda kekuasaan Allah, kepastian kebangkitan, tauhid, petunjuk hati, balasan bagi orang yang memenuhi perjanjian, dan akibat bagi orang yang merusak perjanjian.
Pokok bahasan
- Al-Quran adalah kebenaran yang turun dari Rabb seluruh alam.
- Langit, bumi, gunung, sungai, buah-buahan, siang, dan malam sebagai tanda kekuasaan Allah.
- Allah mengetahui yang tersembunyi dan menjaga manusia melalui para malaikat.
- Perumpamaan kebenaran dan kebatilan melalui air, buih, dan logam yang dibakar.
- Orang beriman memperoleh ketenangan dengan mengingat Allah.
- Sifat orang yang memenuhi janji dan menjaga silaturahmi.
- Sifat orang yang merusak perjanjian dan memutus hubungan.
- Para rasul adalah manusia dan tugas mereka menyampaikan wahyu.
- Allah menghapus dan menetapkan sesuai kehendak-Nya, dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab.
Tafsir Ibnu Abbas
Riwayat [665]–[679] pada materi sumber membahas QS 13:1–13:43. Riwayat tersebut menjelaskan pohon kurma yang berkelompok, keluasan ampunan Allah, para penyeru petunjuk, malaikat penjaga, doa yang benar, perumpamaan hati yang yakin dan ragu, shalat serta zakat, syirik, kebahagiaan, Ummul Kitab, dan berkurangnya penghuni serta keberkahan negeri orang kafir.
Tanda-tanda penciptaan
Allah meninggikan langit tanpa tiang yang terlihat, menundukkan matahari dan bulan, menghamparkan bumi, menegakkan gunung, dan menumbuhkan buah-buahan yang berbeda dari air yang sama. Perbedaan rasa, bentuk, dan hasil menjadi tanda bagi orang yang mau berpikir.
Pengetahuan dan penjagaan Allah
Allah mengetahui apa yang dibawa setiap perempuan, apa yang berkurang dan bertambah dalam rahim, serta segala yang tersembunyi dan tampak. Para malaikat menjaga manusia atas perintah Allah. Perubahan keadaan suatu kaum berkaitan dengan perubahan yang mereka lakukan terhadap diri mereka sendiri, sesuai penjelasan tafsir yang dinisbatkan kepada sumber.
Doa yang benar
Doa yang benar adalah kesaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah. Orang yang berdoa kepada selain Allah diserupakan dengan orang yang membentangkan tangan ke air agar air sampai ke mulutnya, tetapi air itu tidak akan sampai. Perumpamaan ini menjelaskan ketidakmampuan sesembahan selain Allah.
Kebenaran dan kebatilan
Air yang turun dari langit membawa manfaat, sedangkan buih menghilang. Logam yang dibakar mengeluarkan kotoran dan menyisakan bagian yang bermanfaat. Kebenaran tetap memberikan manfaat, sedangkan kebatilan akan lenyap walaupun sempat tampak tinggi.
Orang beriman dan orang yang merusak janji
Orang beriman memenuhi janji Allah, menjaga silaturahmi, takut kepada hisab, bersabar, mendirikan shalat, dan berinfak. Mereka memperoleh tempat yang baik dan salam dari para malaikat. Orang yang merusak janji, memutus apa yang Allah perintahkan untuk disambung, dan membuat kerusakan memperoleh akibat yang buruk.
Tafsir ringkasan (Jalalain — Tafsir Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat-ayat penciptaan menjadi bukti rububiyah Allah dan kewajiban mengesakan-Nya dalam ibadah. Istiwa Allah di atas Arsy ditetapkan sebagaimana datangnya, tanpa menanyakan bagaimana, menyerupakan dengan makhluk, atau meniadakan sifat-Nya.
Ayat 11 menjelaskan para malaikat yang menjaga manusia atas perintah Allah. Perubahan nikmat dan keadaan suatu kaum memiliki sebab yang berkaitan dengan ketaatan atau kemaksiatan mereka, sedangkan segala sesuatu tetap berada dalam ilmu dan takdir Allah.
Dzikir memberi ketenangan kepada hati orang beriman. Orang yang memenuhi janji, menyambung silaturahmi, bersabar, dan menegakkan shalat memperoleh Surga. Orang yang merusak perjanjian dan menyebarkan kerusakan memperoleh laknat dan tempat kembali yang buruk.
Al-Quran adalah mukjizat yang tetap menjadi hujah. Para rasul sebelumnya juga manusia, makan, dan berjalan di pasar. Tugas mereka menyampaikan risalah, sementara kemenangan dan hasil akhir berada di tangan Allah.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas surah ini dalam tema nama dan sifat Allah, tauhid, takdir, dan hidayah. Allah memiliki nama-nama yang baik dan sifat-sifat yang ditetapkan dalam wahyu. Sifat tersebut diterima tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk dan tanpa menolak maknanya.
Petunjuk hati berada di tangan Allah, tetapi manusia diperintah mencari kebenaran dan mengikuti wahyu. Allah menghapus dan menetapkan sesuai kehendak-Nya, sedangkan Ummul Kitab mencakup ilmu dan ketetapan-Nya. Doa, amal, dan kesabaran termasuk sebab yang Allah syariatkan bagi hamba.
Asbabun Nuzul
Sebab turun ayat membahas orang-orang yang meminta mukjizat, perdebatan tentang guruh dan kilat, perumpamaan doa kepada selain Allah, serta penolakan Quraisy terhadap Al-Quran. Perbedaan tentang status Makkiyah atau Madaniyah dicatat sebagai ikhtilaf ulama.
Catatan penelitian
- Materi sumber memuat tafsir, pembahasan akidah, riwayat sejarah, dan analisis bahasa dengan tingkat kekuatan yang berbeda.
- Perbedaan status Makkiyah atau Madaniyah dicatat sebagai pendapat yang dinisbatkan, bukan keputusan baru.
- Ringkasan publik mempertahankan tema utama dan rujukan sumber tanpa mengubah Wiki Ulama.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الرعد
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah, tafsir, makkiyah