Tanya Salaf
Quran · ID

Surah An-Nuur

Surah An-Nuur

Surah An-Nuur adalah surah ke-24 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 64 ayat dan termasuk surah Madaniyah. Surah ini memuat hukum zina, tuduhan zina, li'an, berita dusta terhadap Aisyah, adab memasuki rumah, menahan pandangan, hijab, pernikahan, pembebasan hamba sahaya, larangan memaksa zina, dan Ayat An-Nur.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.

Riwayat [903]–[929] dan [934]–[942] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 368–380. Seluruh riwayat Tafsir Ibnu Abbas untuk surah ini telah tercakup.

QS 24:1-5 — Hukum dan kesaksian

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa surah ini diturunkan dan hukum-hukumnya dijelaskan. Kesaksian dalam pelaksanaan hukuman menjadi bagian dari ketertiban hukum. Orang yang menuduh wanita baik-baik tanpa empat saksi dikenai hukuman, sedangkan tobat dapat memulihkan kesaksiannya menurut penjelasan Ibnu Abbas.

QS 24:6-9 — Li'an

Ibnu Abbas menjelaskan tata cara li'an ketika seorang suami menuduh istrinya tanpa saksi. Suami bersumpah empat kali dan sumpah kelima berisi permohonan laknat Allah jika ia berdusta. Istri dapat menolak dengan empat sumpah dan sumpah kelima berisi permohonan murka Allah jika suami benar. Keduanya dipisahkan dan tidak kembali sebagai pasangan.

QS 24:21-22 — Langkah setan dan larangan menghentikan kebaikan

Langkah setan berarti perbuatan setan. Tidak ada seorang pun yang memperoleh petunjuk untuk beramal kecuali dengan karunia Allah. Orang yang memiliki kelapangan tidak boleh bersumpah untuk berhenti memberi manfaat kepada kerabat dan orang miskin.

QS 24:27 — Meminta izin

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa tasta'nisu berarti meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain.

QS 24:30-31 — Menahan pandangan dan perhiasan

Orang beriman diperintah menahan pandangan dari perkara yang dibenci Allah. Ibnu Abbas menjelaskan bahwa perhiasan yang boleh tampak adalah anting-anting, kalung, dan gelang tangan, sedangkan perhiasan lain tidak ditampakkan kepada non-mahram.

QS 24:32-33 — Menikah dan mukatabah

Allah memerintahkan pernikahan dan menjanjikan kecukupan dari karunia-Nya. Hamba sahaya yang menginginkan perjanjian pembebasan perlu dibantu jika terdapat kebaikan pada dirinya. Perempuan yang dipaksa melakukan zina tidak menanggung dosa; dosa berada pada orang yang memaksa.

QS 24:35 — Allah sebagai pemberi petunjuk

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Allah adalah pemberi petunjuk kepada penghuni langit dan bumi. Perumpamaan cahaya menggambarkan petunjuk Allah yang menerangi hati orang beriman.

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

Materi sebab turun yang tersedia mencakup QS 24:3, 6-9, 11-20, 22, 23, 26, 27, 31, 33, 45, 61, dan 62. Bagian ini mencakup berita dusta terhadap Aisyah, li'an, perintah meminta izin, adab perhiasan, pernikahan, pembebasan hamba sahaya, dan adab memasuki rumah.

QS 24:11-20 berkaitan dengan berita dusta yang disebarkan terhadap Aisyah. QS 24:22 berkaitan dengan Abu Bakar yang bersumpah menghentikan bantuan kepada Misthah, lalu diperintah tetap memberi maaf dan bantuan. QS 24:27 berkaitan dengan perintah meminta izin sebelum memasuki rumah.

Pokok bahasan

Kaitan

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ayat An-Nur membahas petunjuk Allah, tauhid, dan cahaya iman. Pembahasan tentang Allah sebagai pemberi petunjuk perlu dibaca bersama Majmu& dan materi tentang Asmaul Husna, sifat petunjuk, serta hubungan petunjuk Allah dengan amal manusia.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
النور
disiplin
tafsir, fikih, ulumul-quran
tag
quran, surah, tafsir, fikih, ulumul-quran, madaniyah