Surah An-Naziaat
Surah An-Naziaat
Surah An-Naziaat adalah surah ke-79 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 46 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.
Riwayat [1366]–[1373] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 516–517. Delapan riwayat dalam halaman ini sesuai dengan sumber.
QS 79:6-7 — Dua tiupan sangkakala
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa tiupan pertama mengguncang alam dan tiupan kedua membangkitkan manusia.
QS 79:8 — Hati yang takut
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa hati manusia pada hari itu dipenuhi rasa takut yang sangat besar.
QS 79:10 — Pengingkaran kebangkitan
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Al-Hafirah berarti kehidupan semula. Orang-orang kafir mempertanyakan kemungkinan hidup kembali setelah kematian.
QS 79:25 — Fir'aun
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Allah membangun langit dengan tinggi dan sempurna.
QS 79:29 — Malam dan siang
Allah menjadikan malam gelap dan siang terang sebagai tanda kekuasaan-Nya.
QS 79:30 — Penghamparan bumi
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa bumi diciptakan sebelum langit, tetapi penghamparan bumi dan pengeluaran makanan serta airnya dilakukan setelah penciptaan langit.
QS 79:34 — Malapetaka besar
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Ath-Thammah Al-Kubra adalah salah satu nama hari kiamat yang diagungkan dan diperingatkan Allah kepada hamba-Nya.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
QS 79:12 — Orang kafir mengingkari kebangkitan
Ketika ayat tentang dikembalikannya manusia kepada kehidupan semula turun, orang-orang kafir Quraisy berkata bahwa jika mereka hidup setelah mati, mereka akan menjadi orang-orang yang rugi. Ayat berikutnya turun sebagai jawaban atas ucapan tersebut.
QS 79:42-44 — Pertanyaan tentang waktu kiamat
Orang-orang bertanya kepada Nabi Muhammad ﷺ tentang kapan hari kiamat terjadi. Allah menjelaskan bahwa pengetahuan tentang waktunya berada di sisi Rabb dan tidak diberikan kepada manusia.
Pokok bahasan
- Dua tiupan sangkakala dan kebangkitan manusia.
- Ketakutan hati dan tunduknya pandangan pada hari kiamat.
- Kisah Nabi Musa dan Fir'aun.
- Langit yang tinggi dan bumi yang dihamparkan.
- Kehidupan dunia sebagai kenikmatan bagi manusia dan hewan ternak.
- Neraka bagi orang yang melampaui batas.
- Surga bagi orang yang takut kepada Allah dan menahan hawa nafsu.
- Waktu kiamat yang hanya diketahui Allah.
Kaitan
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Sumpah pembuka surah dipahami sebagai sumpah demi para malaikat dengan tugas yang berbeda. Mereka mencabut nyawa orang kafir dengan keras dan nyawa orang beriman dengan lembut, turun dengan cepat, mendahului, serta mengatur urusan atas perintah Allah.
Dua tiupan sangkakala mengguncang alam dan membangkitkan manusia. Orang-orang kafir meragukan kebangkitan, tetapi Allah menjelaskan bahwa kebangkitan hanya membutuhkan satu perintah. Manusia bangkit di permukaan bumi dan menghadap Rabb mereka.
Nabi Musa dipanggil di lembah suci Thuwa dan diutus kepada Fir'aun. Fir'aun melampaui batas, mengaku sebagai Rabb yang paling tinggi, dan mendustakan mukjizat. Allah mengazabnya agar menjadi pelajaran bagi orang yang takut kepada-Nya.
Penciptaan langit yang lebih besar daripada penciptaan manusia menjadi dalil atas kemampuan Allah membangkitkan manusia. Bumi diciptakan lebih dahulu, lalu dihamparkan setelah langit diciptakan. Air, tumbuhan, dan gunung disediakan sebagai kenikmatan bagi manusia dan hewan.
Hari kiamat disebut Ath-Thammah Al-Kubra. Orang yang melampaui batas dan mengutamakan dunia menjadi penghuni neraka. Orang yang takut berdiri di hadapan Allah dan menahan hawa nafsu menjadi penghuni surga. Waktu kiamat dikembalikan kepada Allah, dan kehidupan dunia terasa sangat singkat ketika manusia melihat hari itu.
Catatan penelitian
- Delapan riwayat Ibnu Abbas telah terkonfirmasi, yaitu riwayat [1366]–[1373].
- Urutan penciptaan bumi, penciptaan langit, dan penghamparan bumi perlu dibaca bersama ayat-ayat Surah Fushshilat.
- QS 79:42-44 menegaskan bahwa waktu kiamat hanya diketahui Allah.
- QS 79:40-41 menjelaskan hubungan antara takut kepada Allah, menahan hawa nafsu, dan masuk surga.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Tema akidah dalam halaman ini mencakup kebangkitan, kekuasaan Allah dalam penciptaan, pengingkaran Fir'aun terhadap rububiyah Allah, dan balasan akhirat. Pembahasan dapat dibandingkan dengan Majmu& pada bagian tafsir dan Asma wa Sifat.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- النازعات
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah