Surah An-Naml
Surah An-Naml
Surah An-Naml adalah surah ke-27 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 93 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Pokok bahasan
- Huruf muqatta'ah dan petunjuk Al-Qur'an.
- Kisah Nabi Musa dan seruan Allah di dekat api.
- Ilmu dan kerajaan Nabi Dawud serta Nabi Sulaiman.
- Percakapan semut dan syukur Nabi Sulaiman.
- Hud-hud, Ratu Bilqis, dan masuk Islamnya negeri Saba'.
- Kisah Nabi Shalih dan kaum Tsamud serta kisah Nabi Luth.
- Tauhid rububiyah melalui tanda-tanda penciptaan.
- Dabbah, tiupan sangkakala, dan tanda-tanda hari kiamat.
Kaitan
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Surah An-Naml adalah surah Makkiyah yang menjelaskan petunjuk Al-Qur'an dan bukti kekuasaan Allah. Kisah Nabi Musa menunjukkan bahwa Allah memilih rasul dan menguatkannya dengan tanda-tanda. Fir'aun dan kaumnya mendustakan mukjizat karena kezaliman dan kesombongan.
Allah memberi Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman ilmu, kerajaan, dan kemampuan memahami bahasa makhluk. Warisan Nabi Sulaiman dari Nabi Dawud adalah kenabian dan kerajaan, bukan harta. Bala tentara Nabi Sulaiman terdiri dari jin, manusia, dan burung yang diatur dalam barisan.
Ketika melewati lembah semut, Nabi Sulaiman mendengar seekor semut memperingatkan kaumnya agar masuk ke sarang supaya tidak terinjak. Nabi Sulaiman tersenyum dan memohon ilham untuk mensyukuri nikmat Allah serta mengerjakan amal saleh.
Hud-hud memberitakan negeri Saba' dan Ratu Bilqis. Bilqis dan kaumnya menyembah matahari. Nabi Sulaiman mengirim surat yang berisi ajakan agar mereka tidak menyombongkan diri dan datang sebagai orang yang berserah diri. Singgasana Bilqis didatangkan sebelum pandangan mata kembali, lalu Bilqis masuk Islam.
Nabi Shalih diutus kepada kaum Tsamud. Sembilan orang yang suka membuat kerusakan merencanakan makar, tetapi Allah membinasakan mereka dan menyelamatkan Nabi Shalih serta orang-orang beriman. Allah juga mengingatkan kisah Nabi Luth dan kehancuran kaumnya.
Ayat-ayat tentang penciptaan langit dan bumi, turunnya hujan, kestabilan bumi, pemisahan dua lautan, pengabulan doa, dan petunjuk dalam kegelapan menetapkan tauhid rububiyah. Tidak ada yang mengetahui perkara gaib kecuali Allah. Pada akhir surah, Dabbah dan tiupan sangkakala disebut sebagai tanda hari kiamat.
Catatan penelitian
- Kisah Nabi Sulaiman dan Ratu Bilqis memuat pembahasan tentang ilmu, syukur, dakwah, dan kekuasaan Allah.
- QS 27:60-64 berisi rangkaian dalil tauhid rububiyah.
- QS 27:65 menegaskan bahwa ilmu gaib secara mutlak hanya milik Allah.
- QS 27:82 dan QS 27:87-88 berkaitan dengan tanda-tanda besar hari kiamat.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Tema akidah dalam halaman ini mencakup tauhid rububiyah, ilmu Allah, syukur, dan tanda-tanda hari akhir. Pembahasan tentang tauhid dan ilmu gaib dapat dibandingkan dengan Majmu& serta materi ulama tentang sifat-sifat Allah.
"Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: matahari terbit dari barat, kabut, Dabbah, keluarnya Ya'juj-Ma'juj, turunnya Isa putra Maryam, Dajjal, tiga gerhana (barat, timur, Jazirah Arab), dan api yang keluar dari dasar 'Adn menggiring manusia." (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- النمل
- disiplin
- tafsir
- tag
- quran, surah