Tanya Salaf
Quran · ID

Surah An-Naba'

Surah An-Naba'

Surah An-Naba' adalah surah ke-78 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 40 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Pokok bahasan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

QS 78:1-2 — Berita besar ketika Nabi ﷺ diutus

Ketika Nabi Muhammad ﷺ diutus, orang-orang saling bertanya tentang Al-Qur'an dan berita yang dibawanya. Sebagian membenarkan dan sebagian mendustakan. Ayat ini turun tentang pertanyaan mereka mengenai berita besar, yaitu kebangkitan dan hari kiamat.

Kaitan

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: Tafsir Ibnu Abbas dalam terjemah bahasa Indonesia, melalui Ali bin Abu Thalhah.

Riwayat [1354]–[1365] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 513–515. Sepuluh penjelasan yang tersedia mencakup seluruh rangkaian riwayat Ibnu Abbas untuk surah ini.

QS 78:13 — Matahari sebagai pelita

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa matahari bersinar terang bagi seluruh alam.

QS 78:14 — Air dari awan

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa mu'shiraat berarti awan dan thajjaaj berarti air yang tercurah dengan deras.

QS 78:16 — Kebun-kebun yang lebat

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa alfaaf berarti kebun-kebun yang berhimpun, rapat, dan lebat.

QS 78:25 — Minuman penghuni neraka

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa penghuni neraka memperoleh air yang mendidih dan cairan yang sangat dingin. Keduanya merupakan minuman azab.

QS 78:26 — Balasan yang setimpal

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa balasan diberikan sesuai dengan amal perbuatan mereka.

QS 78:31 — Kemenangan orang bertakwa

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa mafaaz berarti tempat keberuntungan dan kesenangan di surga.

QS 78:33 — Gadis-gadis yang sebaya

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kawa'ib berarti wanita-wanita yang masih muda, sedangkan atraab berarti sebaya dan memiliki usia yang sama.

QS 78:34 — Gelas yang penuh

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ka'san dihaaqan berarti gelas yang penuh berisi minuman.

QS 78:38 — Ruh dan para malaikat

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ruh dalam ayat ini adalah malaikat yang agung. Orang yang diizinkan berbicara adalah orang yang mendapat izin dari Allah untuk mengucapkan kesaksian tauhid.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Berita besar yang diperselisihkan dalam surah ini adalah kebangkitan. Allah mengingatkan manusia dengan tanda-tanda di sekeliling mereka: bumi yang terhampar, gunung yang kokoh, pasangan, tidur, malam, siang, tujuh langit, matahari, hujan, tumbuhan, dan kebun.

Hari keputusan akan datang pada waktu yang telah ditetapkan. Sangkakala ditiup, manusia datang berkelompok, langit dibuka, dan gunung-gunung menjadi seperti fatamorgana. Neraka menjadi tempat kembali bagi orang yang melampaui batas, tidak takut kepada hisab, dan mendustakan ayat-ayat Allah.

Orang bertakwa memperoleh kebun-kebun, buah anggur, pasangan yang sebaya, gelas yang penuh, serta ketenangan tanpa perkataan sia-sia dan dusta. Allah memberi semua itu sebagai karunia dan balasan.

Pada hari itu ruh dan malaikat berdiri bersaf. Mereka tidak berbicara kecuali orang yang diberi izin oleh Allah dan mengucapkan perkataan yang benar. Penutup surah menegaskan bahwa hari kiamat pasti terjadi dan orang kafir akan menyesal karena dahulu mendustakannya.

Catatan penelitian

Tafsir Ibnu Taimiyah

Tema akidah dalam halaman ini mencakup kebangkitan, hisab, tauhid, dan izin Allah pada hari kiamat. Pembahasan tentang hari akhir dapat dibandingkan dengan Majmu& dan materi ulama tentang iman kepada hari kebangkitan.

Data sumber

jenis
surah
Arab
النبأ
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah