Surah Al-Waqi'ah
Surah Al-Waqi'ah
Surah Al-Waqi'ah adalah surah ke-56 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 96 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.
Riwayat [1253]–[1268] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 480–483. Rangkaian ini mencakup seluruh riwayat Ibnu Abbas yang tercatat untuk surah ini.
QS 56:1 — Nama-nama hari kiamat
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Al-Waqi'ah, Ath-Thammah, dan Ash-Shakhkhah adalah nama-nama hari kiamat yang Allah agungkan dan gunakan untuk memperingatkan hamba-Nya.
QS 56:4-6 — Bumi, gunung, dan debu
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa bumi diguncangkan, gunung-gunung diremukkan, lalu menjadi debu yang beterbangan seperti semburan sinar matahari.
QS 56:15-18 — Kenikmatan penghuni surga
Dipan penghuni surga tersusun rapi. Mereka memperoleh gelas, cerek, dan minuman yang mengalir. Minuman surga berbeda dari minuman yang memabukkan di dunia.
QS 56:25 — Tidak ada perkataan sia-sia di surga
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa perkataan sia-sia berarti kebatilan, sedangkan perkataan yang menimbulkan dosa berarti kebohongan.
QS 56:28 — Pohon bidara tanpa duri
Pohon bidara di surga tidak memiliki duri. Kenikmatannya sempurna dan tidak mengganggu orang yang berada di bawah naungannya.
QS 56:37 — Penuh cinta dan sebaya
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa uruban berarti penuh cinta, sedangkan atraban berarti sebaya dan sepadan.
QS 56:43-45 — Naungan asap dan kehidupan mewah
Naungan bagi golongan kiri adalah asap yang sangat panas. Mereka sebelumnya hidup dalam kemewahan dan terus melakukan dosa besar.
QS 56:55 — Minum seperti unta yang sangat haus
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa penghuni neraka minum seperti unta yang sangat haus. Gambaran ini menunjukkan beratnya azab dan tidak adanya rasa puas.
QS 56:73 — Api sebagai peringatan dan manfaat
Api dijadikan sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir. Api menunjukkan kekuasaan Allah dan menjadi kebutuhan manusia dalam perjalanan.
QS 56:85 — Tidak dikuasai
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ghaira muhasibin berarti tidak dikuasai atau tidak dimintai pertanggungjawaban oleh manusia. Allah mengetahui keadaan mereka dan menguasai seluruh urusan.
QS 56:89 — Ketenteraman dan surga kenikmatan
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa rawh berarti ketenteraman dan raihan berarti kenyamanan. Orang yang didekatkan kepada Allah memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga kenikmatan.
Pokok bahasan
- Kepastian hari kiamat dan perubahan bumi serta gunung.
- Tiga golongan manusia: golongan kanan, golongan kiri, dan orang-orang yang didekatkan kepada Allah.
- Kenikmatan surga bagi orang-orang yang didekatkan dan golongan kanan.
- Azab bagi golongan kiri yang mendustakan kebangkitan.
- Penciptaan manusia, tanaman, air, dan api sebagai bukti kekuasaan Allah.
- Kemuliaan Al-Qur'an dan larangan meremehkan wahyu.
- Sakaratul maut dan balasan bagi orang yang beriman.
Kaitan
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Surah Al-Waqi'ah menyebut hari kiamat sebagai peristiwa yang pasti terjadi. Pada hari itu bumi diguncangkan dan gunung-gunung dihancurkan. Manusia terbagi menjadi tiga: orang-orang yang didekatkan kepada Allah, golongan kanan, dan golongan kiri.
Orang-orang yang didekatkan memperoleh tempat yang mulia, dipan yang tersusun, minuman surga yang tidak memabukkan, buah-buahan, daging burung, dan bidadari. Mereka tidak mendengar perkataan sia-sia atau dosa, melainkan salam.
Golongan kanan memperoleh pohon bidara tanpa duri, pohon pisang yang buahnya tersusun, naungan yang panjang, air yang tercurah, buah-buahan yang banyak, dan tempat tidur yang tinggi. Golongan kiri berada dalam angin panas, air mendidih, dan naungan asap hitam. Mereka dahulu hidup bermewah-mewah, terus melakukan dosa besar, dan mendustakan hari kebangkitan.
Allah mengingatkan manusia tentang penciptaan, tanaman, air, dan api. Manusia tidak menciptakan semua itu sendiri. Allah juga bersumpah dengan tempat-tempat beredarnya bintang untuk menunjukkan kemuliaan Al-Qur'an. Al-Qur'an adalah bacaan yang mulia dan terpelihara.
Pada saat nyawa sampai di tenggorokan, manusia tidak mampu menolak ketetapan Allah. Orang yang didekatkan memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga kenikmatan. Surah ini ditutup dengan perintah bertasbih kepada nama Rabb yang Mahabesar.
Catatan penelitian
- Enam belas riwayat Ibnu Abbas dalam halaman ini telah terkonfirmasi, yaitu riwayat [1253]–[1268].
- Tiga golongan pada hari kiamat merupakan struktur utama surah ini.
- Pembahasan minuman surga harus dibedakan dari khamr dunia yang memabukkan dan diharamkan.
- QS 56:77-80 berkaitan dengan kemuliaan Al-Qur'an dan pembahasan tentang menyentuh mushaf dalam keadaan suci.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Tema akidah yang tampak pada halaman ini adalah kebangkitan, pembalasan, dan kemuliaan Al-Qur'an. Pembahasan tentang iman kepada hari akhir dapat dibandingkan dengan Majmu& dan materi ulama tentang keadaan manusia setelah kematian.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الواقعة
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah