Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Qiyamah

Surah Al-Qiyamah

Surah Al-Qiyamah adalah surah ke-75 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 40 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Pokok bahasan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

QS 75:16 — Larangan tergesa-gesa saat menerima wahyu

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ menggerakkan lisannya ketika wahyu turun agar dapat segera menghafalnya. Allah kemudian menurunkan larangan menggerakkan lidah dengan tergesa-gesa. Riwayat ini sahih dan diriwayatkan oleh Al-Bukhari.

QS 75:34-35 — Ancaman berulang kepada orang kafir

Ayat “Kecelakaanlah bagimu dan kecelakaanlah bagimu” turun sebagai ancaman kepada orang-orang kafir yang mendustakan kebangkitan dan menganggap kehidupan setelah kematian sebagai kerugian.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: Tafsir Ibnu Abbas dalam terjemah bahasa Indonesia, melalui Ali bin Abu Thalhah.

Riwayat [1338]–[1345] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 508–509. Delapan riwayat dalam halaman ini sesuai dengan rangkaian sumber.

QS 75:2 — Jiwa yang menyesali dirinya

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa nafs lawwamah berarti jiwa yang tercela dan mencela dirinya.

QS 75:5 — Keinginan terus berbuat maksiat

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa orang yang ingin terus berbuat maksiat adalah orang kafir yang mendustakan hari perhitungan.

QS 75:11 — Tidak ada tempat berlindung

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa laa wazar berarti tidak ada tempat berlindung bagi manusia pada hari itu.

QS 75:13-14 — Manusia menjadi saksi atas dirinya

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa manusia akan diberi tahu tentang amal yang dikerjakan dan yang ditinggalkannya. Pendengaran, penglihatan, tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuhnya menjadi saksi atas amalnya.

QS 75:18 — Mengikuti bacaan Al-Qur'an

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa mengikuti bacaan Al-Qur'an berarti mengamalkan bacaannya setelah penjelasannya disampaikan.

QS 75:29 — Bertemunya dua betis

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa bertemunya dua betis menggambarkan hari terakhir kehidupan dunia dan hari pertama kehidupan akhirat. Manusia menghadapi penderitaan demi penderitaan, kecuali orang yang mendapat rahmat Allah.

QS 75:36 — Manusia tidak dibiarkan begitu saja

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa sudaa berarti dibiarkan atau ditelantarkan tanpa pertanggungjawaban.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Allah bersumpah demi hari kiamat dan jiwa yang menyesali diri. Jiwa orang beriman mencela dirinya ketika lalai, sedangkan orang yang buruk berjalan tanpa menyesali perbuatannya. Allah mampu mengumpulkan tulang dan menyusun kembali jari-jemari manusia dengan sempurna.

Orang kafir ingin terus berbuat maksiat dan bertanya dengan nada mendustakan, “Kapan hari kiamat?” Pada hari itu mata terbelalak, bulan kehilangan cahaya, dan matahari serta bulan dikumpulkan. Manusia mencari tempat lari, tetapi tidak ada tempat berlindung selain kepada Allah.

Allah mengajarkan kepada Nabi Muhammad ﷺ cara menerima wahyu. Beliau tidak perlu tergesa-gesa menggerakkan lidah karena Allah menjamin pengumpulan, bacaan, dan penjelasan Al-Qur'an.

Wajah orang-orang beriman berseri dan mereka melihat Rabb mereka dengan penglihatan yang nyata di akhirat. Tafsir ini menyebutkan hadis-hadis sahih tentang melihat Allah dan kesepakatan para sahabat, tabi'in, serta ulama Salaf dalam menetapkan perkara tersebut.

Sakaratul maut digambarkan ketika napas sampai ke tenggorokan dan bertemunya dua betis. Surah ini kemudian membantah anggapan bahwa manusia diciptakan tanpa tujuan. Allah mengingatkan asal penciptaan manusia dari setetes mani, lalu segumpal darah, hingga menjadi manusia yang sempurna dan dibangkitkan kembali.

Catatan penelitian

Tafsir Ibnu Taimiyah

Tema akidah yang tampak pada halaman ini adalah kebangkitan, pengadilan akhirat, dan ru'yatullah. Pembahasan ru'yatullah perlu dibandingkan dengan Majmu& dan materi para ulama Salaf tentang sifat-sifat Allah serta keadaan orang beriman di akhirat.

"Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini, tanpa berdesak-desakan memandangnya. Jika kalian mampu, jangan sampai kalah untuk mengerjakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelam." (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Kaitan

Data sumber

jenis
surah
Arab
القيامة
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah