Surah Al-Qariah
Surah Al-Qariah
Tema Utama
- Nama-nama Kiamat: "Al-Qariah" (Yang Mengetuk) adalah salah satu nama Hari Kiamat dan menunjukkan dahsyatnya peristiwa tersebut.
- Akidah: Kiamat adalah perkara yang diagungkan Allah dan diperingatkan kepada seluruh hamba.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Akidah | Az-Zalzalah
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: Tafsir Ibnu Abbas (terjemah Indonesia), melalui sanad Ali bin Abu Thalhah. Satu glos telah dibaca.
QS 101:1 — Makna “Al-Qariah”
Al-Qariah — Ibnu Abbas: "Al-Qariah adalah salah satu nama dari nama-nama Kiamat yang diagungkan oleh Allah dan diperingatkan kepada hamba-Nya."
Atsar [1442]. Sanad: Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan oleh Ath-Thabari dalam Jami' Al-Bayan An-Ta'wil Ayi Al-Qur'an (Jilid 30, hlm. 181) dan As-Suyuthi dalam Ad-Durr Al-Mantsur (Jilid 6, hlm. 381); dinisbatkan kepada Ibnu Jarir, Ibnu Al-Mundzir, dan Ibnu Abu Hatim.
Pertanyaan Terbuka
- Glos Ibnu Abbas untuk ayat 2–11, tentang timbangan amal dan Hawiyah, tidak ditemukan dalam bagian ini dan perlu dicari di sumber lain.
- Hubungan nama "Al-Qariah" dengan nama-nama Kiamat lainnya, seperti As-Sa'ah, Al-Qiyamah, dan Al-Haqqah, dapat dibuat dalam halaman perbandingan.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir (ringkasan Lubaab At-Tafsir oleh Alu Asy-Syaikh, terjemah Pustaka Imam Asy-Syafi'i, 8 jilid). Tafsir bil-ma'tsur: rujukan silang Al-Quran, hadis dengan perawi dan kitab, serta atsar ulama. Riwayat lemah dan Isra'iliyyat dihapus oleh penyunting; hadis dinilai dalam catatan kaki.
QS 101:1–3 — Nama-Nama Hari Kiamat dan Pengagungannya
Al-Qariah adalah salah satu nama Hari Kiamat, seperti Al-Haqqah, Ath-Thammah, Ash-Shakhkhah, Al-Ghasyiyah, dan lainnya. Allah mengagungkan urusan Hari Kiamat dan membesarkan keadaannya dengan firman-Nya: "Tahukah kamu apakah Hari Kiamat itu?" (QS 101:2–3). Pertanyaan ini memperbesar kengerian dan keagungan peristiwa tersebut.
QS 101:4 — Manusia seperti Anai-Anai yang Bertebaran
"Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran." Ibnu Katsir menjelaskan bahwa manusia bertebaran, terpecah, pergi dan datang karena bingung menghadapi apa yang mereka alami. Mereka seperti kapas yang dihamburkan, sebagaimana firman Allah dalam ayat lain: "Seakan-akan mereka itu belalang yang bertebaran." (QS Al-Qamar: 7).
QS 101:5 — Gunung-Gunung seperti Bulu yang Dihamburkan
"Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan." Gunung-gunung pada hari itu seperti bulu yang mudah terbang dan terurai.
QS 101:6–7 — Orang yang Berat Timbangan Kebaikannya
"Adapun orang-orang yang berat timbangan kebaikannya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan." Kebaikannya lebih unggul daripada keburukannya dan ia berada di dalam surga.
QS 101:8 — Orang yang Ringan Timbangan Kebaikannya
"Adapun orang-orang yang ringan timbangan kebaikannya." Amal keburukannya lebih unggul daripada kebaikannya.
QS 101:9 — Neraka Hawiyah sebagai Tempat Kembali
"Maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah." Ibnu Katsir menyebutkan dua pendapat ulama tentang makna ummuhu (tempat kembalinya):
- Ibnu Abbas, Ikrimah, Abu Shalih, dan Qatadah: ia jatuh ke Jahannam dengan kepala di bawah. Kata ummuhu digunakan karena berarti otaknya, yaitu kepalanya yang jatuh terlebih dahulu.
- Pendapat lain: tempat yang menjadi rujukan dan kembalinya pada Hari Kebangkitan adalah Neraka Hawiyah.
Ibnu Jarir berkata: "Hawiyah disebut ummuhu (induknya) karena tidak ada tempat kembali baginya selain neraka tersebut."
QS 101:10–11 — Penjelasan Neraka Hawiyah
"Tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu? Yaitu api yang sangat panas." Neraka itu benar-benar sangat panas, dengan kobaran dan sengatan yang sangat kuat.
Hadis: Abu Mush'ab meriwayatkan dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwa Nabi ﷺ bersabda:
نَارُ بَنِي آدَمَ الَّتِي يُوقِدُوْنَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِيْنَ جُزْءًا مِنْ نَارِ جَهَنَّمَ.
"Api anak cucu Adam yang biasa kalian nyalakan hanya satu bagian dari tujuh puluh bagian Neraka Jahannam."
Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, satu bagian saja sudah sangat cukup?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya satu bagian api itu masih ditambah lagi dengan enam puluh sembilan bagian." (HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه.)
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- القارعة
- disiplin
- tafsir
- tag
- quran, surah