Surah Al-Qamar
Surah Al-Qamar
Surah Al-Qamar adalah surah ke-54 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 55 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.
Riwayat [1222]–[1226] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 472–473. Nomor riwayat sesuai dengan sumber.
QS 54:1 — Terbelahnya bulan
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa bulan telah terbelah sebelum hijrah. Peristiwa itu merupakan mukjizat nyata yang disaksikan oleh orang-orang Makkah.
QS 54:8 — Orang-orang kafir menuju penyeru
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa lafaz muhthiri'iin berarti datang dengan cepat kepada penyeru. Mereka keluar dalam keadaan takut dan berkata bahwa hari itu adalah hari yang berat.
QS 54:13 — Papan dan paku bahtera Nabi Nuh
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa dusur berarti paku-paku yang digunakan pada bahtera Nabi Nuh.
QS 54:49 — Segala sesuatu diciptakan dengan ukuran
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Allah menciptakan seluruh makhluk dengan ketentuan-Nya. Kebaikan dan keburukan terjadi dengan qadar Allah. Penjelasan ini berkaitan dengan tauhid rububiyah dan iman kepada qadha serta qadar.
Pokok bahasan
- Terbelahnya bulan sebagai mukjizat Nabi Muhammad ﷺ.
- Dekatnya hari kiamat dan beratnya hari pembalasan.
- Bahtera Nabi Nuh yang dibuat dari papan dan paku.
- Kebinasaan kaum 'Ad, Tsamud, kaum Luth, dan kaum Fir'aun setelah mendustakan para rasul.
- Kemudahan Al-Qur'an untuk diambil pelajaran.
- Penciptaan segala sesuatu menurut qadar Allah.
- Balasan bagi orang berdosa dan kemuliaan bagi orang bertakwa.
Kaitan
- Tafsir Ibnu Abbas
- Ibnu Abbas
- Ali bin Abu Thalhah
- Tafsir
- Aqidah
- An-Najm
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Surah Al-Qamar dibuka dengan pemberitahuan tentang dekatnya hari kiamat dan terbelahnya bulan. Para ulama menyepakati bahwa terbelahnya bulan terjadi pada zaman Nabi ﷺ dan termasuk mukjizat beliau. Riwayat tentang peristiwa itu disebutkan dari Anas bin Malik, Abdullah bin Abbas, Abdullah bin Mas'ud, dan sahabat lainnya.
Orang-orang kafir melihat mukjizat lalu berpaling dan menyebutnya sihir. Surah ini mengingatkan mereka melalui kisah kaum Nabi Nuh, kaum 'Ad, kaum Tsamud, kaum Luth, dan kaum Fir'aun. Setiap kisah menunjukkan akibat pendustaan dan mengulang pertanyaan: “Maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”
Kaum Nabi Nuh ditenggelamkan, sedangkan bahtera diselamatkan sebagai tanda. Kaum 'Ad dibinasakan oleh angin yang sangat kencang. Kaum Tsamud membunuh unta betina yang menjadi ujian bagi mereka lalu dibinasakan oleh suara yang keras. Kaum Luth ditimpa azab batu. Kaum Fir'aun juga mendustakan mukjizat-mukjizat Allah dan menerima hukuman.
QS 54:49 menetapkan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Ibnu Katsir mengaitkannya dengan ilmu Allah, pencatatan takdir, kehendak Allah, dan penciptaan-Nya. Orang-orang berdosa berada dalam kesesatan dan neraka, sedangkan orang-orang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi Allah Yang Mahakuasa.
Catatan penelitian
- Lima riwayat Ibnu Abbas untuk surah ini telah terkonfirmasi, yaitu riwayat [1222]–[1226].
- Pembahasan tentang terbelahnya bulan perlu dibaca bersama riwayat-riwayat hadis yang disebutkan dalam tafsir.
- Pengulangan “Maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” terdapat pada QS 54:17, 22, 32, dan 40.
- QS 54:49 merupakan salah satu ayat yang berkaitan dengan pembahasan iman kepada qadar.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Tema akidah yang tampak pada halaman ini adalah tauhid rububiyah dan iman kepada qadha serta qadar. Penjelasan QS 54:49 perlu dibandingkan dengan pembahasan Majmu& tentang takdir, kehendak Allah, dan perbuatan makhluk.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- القمر
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah