Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Qalam

Surah Al-Qalam

Surah Al-Qalam adalah surah ke-68 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 52 ayat dan termasuk surah Makkiyah.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.

Riwayat [1298]–[1307] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 495–497. Nomor riwayat sesuai dengan sumber.

QS 68:4 — Makna akhlak yang agung

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa khuluqin azhim, akhlak yang agung, berarti agama yang agung. Akhlak Nabi ﷺ adalah perwujudan Islam.

QS 68:9 — Tekanan untuk berkompromi

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kaum musyrik ingin Nabi ﷺ bersikap lunak kepada mereka agar mereka juga bersikap lunak. Ayat ini memperingatkan tentang kompromi dalam tauhid.

QS 68:13, 25, 28 — Makna beberapa kata

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa zanim berarti kezaliman, qadaru berarti memiliki kemampuan, dan awl berarti yang paling adil atau paling baik pikirannya.

QS 68:42-43 — Kengerian hari kiamat

Ibnu Abbas menjelaskan “hari betis disingkapkan” sebagai gambaran keadaan yang sangat dahsyat pada hari kiamat. Orang kafir dipanggil untuk bersujud, tetapi mereka tidak mampu.

QS 68:48-51 — Kesabaran dan tuduhan terhadap Nabi ﷺ

Ibnu Abbas menjelaskan perintah agar Nabi ﷺ bersabar dan tidak seperti Nabi Yunus yang berdoa dalam keadaan marah kepada kaumnya. Orang kafir hampir menggelincirkan Nabi ﷺ dengan pandangan mereka ketika mendengar Al-Qur'an.

Pokok bahasan

Kaitan

Ringkasan Tafsir Jalalain

Surah Al-Qalam dibuka dengan sumpah demi pena dan tulisan para malaikat. Nabi ﷺ bukan orang gila, tetapi memiliki pahala yang tidak terputus dan akhlak yang agung. Kaum kafir ingin beliau berkompromi dalam tauhid, sedangkan beliau diperintah tidak mengikuti para pendusta.

Orang yang banyak bersumpah dan terkenal kejahatannya tidak boleh ditaati. Kisah pemilik kebun menggambarkan orang yang berniat mengambil semua hasil kebun tanpa memberikan hak orang miskin. Kebun itu rusak dan mereka mengakui kezaliman mereka.

Pada hari kiamat orang kafir dipanggil untuk bersujud, tetapi tidak mampu. Nabi ﷺ diperintah bersabar dan tidak seperti Nabi Yunus. Al-Qur'an adalah peringatan bagi seluruh alam.

Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir

Allah bersumpah demi pena dan apa yang ditulis. Nabi ﷺ bukan orang gila seperti tuduhan Quraisy. Beliau memperoleh pahala yang besar dan tidak terputus karena menyampaikan risalah serta bersabar menghadapi gangguan. Akhlak beliau adalah Al-Qur'an, sehingga beliau menjadi teladan dalam perintah, larangan, sifat, dan perilaku.

Allah melarang Nabi ﷺ mengikuti pendusta atau berkompromi dalam tauhid. Orang yang banyak bersumpah, suka mencela, menyebarkan adu domba, menolak kebaikan, melampaui batas, dan terkenal kejahatannya mendapat peringatan keras.

Kisah Ashabul Jannah menggambarkan sekelompok pemilik kebun yang bertekad memetik hasil kebun pada pagi hari tanpa memberi bagian kepada orang miskin. Mereka tidak mengucapkan insya Allah. Kebun itu rusak ketika mereka tidur. Setelah melihat kehancurannya, mereka mengakui bahwa mereka telah berbuat zalim.

Hari kiamat sangat dahsyat. Orang kafir dipanggil untuk bersujud, tetapi mereka tidak mampu karena dahulu menolak bersujud ketika berada dalam keadaan aman. Nabi ﷺ diperintah bersabar dan tidak seperti Nabi Yunus yang berdoa dalam keadaan marah kepada kaumnya. Allah mengingatkan bahwa Al-Qur'an adalah peringatan bagi seluruh alam.

Catatan penelitian

Tafsir Ibnu Taimiyah

Kajian yang tersedia untuk halaman ini terutama memuat riwayat Ibnu Abbas, Tafsir Jalalain, dan Tafsir Ibnu Katsir. Tema akidah yang perlu dibandingkan lebih lanjut adalah makna “hari betis disingkapkan” dan pembahasan sifat Allah pada hari kiamat.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Data sumber

jenis
surah
Arab
القلم
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah