Surah Al-Muzzammil
Surah Al-Muzzammil
Surah Al-Muzzammil adalah surah ke-73 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 20 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Pokok bahasan
- Perintah salat malam dan membaca Al-Qur'an dengan tartil.
- Keringanan salat malam bagi orang sakit, musafir, dan orang yang berjihad.
- Hari kiamat ketika gunung-gunung menjadi pasir yang beterbangan.
- Kisah Fir'aun yang mendurhakai Rasulullah ﷺ.
- Perintah salat, zakat, infak, dan istighfar.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: Terjemah Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahkik Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.
QS 73:1 — Nabi ﷺ diolok-olok lalu diperintah berselimut
Diriwayatkan dari Jabir bahwa ketika ayat “Wahai orang yang berselimut” turun, orang-orang Quraisy menyebut Nabi ﷺ sebagai peramal, orang gila, dan tukang sihir. Berita itu sampai kepada Nabi ﷺ sehingga beliau berselimut. Jibril kemudian datang dan menyeru, “Wahai orang yang berselimut.” Riwayat ini memiliki sanad lemah menurut keterangan sumber dan perlu dibaca bersama penjelasan Al-Qurthubi dan Ibnu Katsir.
QS 73:2 — Perintah bangun malam
Diriwayatkan dari Aisyah bahwa setelah ayat “Wahai orang yang berselimut, bangunlah untuk salat pada malam hari” turun, Nabi ﷺ dan para sahabat melaksanakan salat malam. Riwayat serupa disebutkan dari Ibnu Abbas.
Kaitan
Ringkasan Tafsir Jalalain
Nabi Muhammad ﷺ yang berselimut diperintah bangun malam, melaksanakan salat, dan membaca Al-Qur'an dengan tartil. Waktu salat malam adalah setengah malam, kurang sedikit, atau lebih sedikit. Al-Qur'an adalah perkataan yang berat karena kewajiban yang terkandung di dalamnya.
Bangun malam lebih sesuai bagi hati dan lisan, sedangkan siang hari penuh kesibukan. Nabi ﷺ diperintah mengingat Rabb, beribadah dengan ketekunan, bersabar atas ucapan orang kafir, dan menjauhi mereka dengan cara yang baik.
Gunung-gunung menjadi pasir yang beterbangan pada hari kiamat. Fir'aun mendurhakai Rasulullah ﷺ sebagaimana dahulu mendurhakai Musa عليه السلام. Ayat terakhir memberi keringanan salat malam dan memerintahkan membaca apa yang mudah dari Al-Qur'an, salat lima waktu, zakat, infak, dan istighfar.
Tafsir Ibnu Abbas
Riwayat [1329]–[1331] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 505. Tiga riwayat tersebut merupakan seluruh riwayat Ibnu Abbas untuk surah ini.
QS 73:2-4 — Salat malam dan keringanannya
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Allah memerintahkan Nabi-Nya dan orang-orang beriman untuk salat malam walaupun sebentar. Perintah itu terasa berat, lalu Allah memberi keringanan dengan rahmat-Nya dan memerintahkan membaca apa yang mudah dari Al-Qur'an.
QS 73:14 — Gunung menjadi pasir panas
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kathiban berarti tumpukan pasir panas.
QS 73:16 — Siksaan berat bagi Fir'aun
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa wabilan berarti siksaan yang keras dan berat.
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ meninggalkan keadaan berselimut dan bangun menghadap Rabb-nya. Qiyamul lail pada awalnya wajib bagi Nabi ﷺ, kemudian Allah memberi keringanan kepada umat melalui ayat terakhir surah.
Salat malam dilakukan setengah malam, kurang sedikit, atau lebih sedikit. Membaca Al-Qur'an dengan tartil membantu pemahaman dan perenungan. Perkataan yang diturunkan kepada Nabi ﷺ adalah perkataan yang berat karena agung ketika turun dan berat untuk diamalkan.
Bangun malam lebih sesuai antara hati dan lisan. Siang hari dipenuhi kesibukan mencari rezeki, sehingga malam menjadi waktu untuk mengingat Allah, mengikhlaskan ibadah, dan bertawakal kepada-Nya. Nabi ﷺ diperintah bersabar menghadapi pendustaan dan menjauhi orang kafir dengan cara yang baik.
Allah mengancam orang kafir yang hidup dalam kemewahan tetapi menentang wahyu. Gunung-gunung menjadi tumpukan pasir yang beterbangan pada hari kiamat. Fir'aun mendurhakai Musa dan mendapat siksaan yang berat. Hari kiamat sangat dahsyat sampai membuat anak-anak beruban.
Ayat terakhir memberikan keringanan karena tidak semua orang mampu menjaga ukuran salat malam secara tetap. Orang sakit, musafir yang mencari karunia Allah, dan orang yang berjihad memiliki kebutuhan yang berbeda. Mereka diperintah membaca apa yang mudah dari Al-Qur'an, menegakkan salat, menunaikan zakat, memberi infak sebagai pinjaman yang baik, dan memohon ampun.
Catatan penelitian
- Riwayat Ibnu Abbas yang tersedia mencakup QS 73:2-4, QS 73:14, dan QS 73:16.
- Riwayat tentang Nabi ﷺ diolok-olok lalu berselimut memiliki sanad lemah menurut keterangan sumber.
- Kewajiban awal salat malam dan keringanannya perlu dibaca bersama ayat terakhir surah serta hadis tentang salat wajib.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- المزمل
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah