Surah Al-Mursalat
Surah Al-Mursalat
Surah Al-Mursalat adalah surah ke-77 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 50 ayat dan termasuk surah Makkiyah.
Pokok bahasan
- Sumpah dengan angin atau malaikat yang menyampaikan wahyu.
- Hari kiamat dan hari keputusan pasti terjadi.
- Bumi menjadi tempat berkumpul dan berlindung bagi orang hidup dan orang mati.
- Gunung-gunung yang tinggi dan air tawar adalah nikmat Allah.
- Orang kafir mendapat azab dan tidak mampu mengajukan alasan.
- Orang bertakwa berada dalam naungan, mata air, dan buah-buahan di surga.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: Terjemah Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahkik Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.
QS 77:48 — Kabilah Tsaqif menolak rukuk
Diriwayatkan dari Ibnu Mundzir dari Mujahid tentang firman Allah, “Dan apabila dikatakan kepada mereka, ‘Rukuklah,’ mereka tidak mau rukuk.” Ayat ini turun berkenaan dengan Kabilah Tsaqif. Al-Qurthubi menyebutkan bahwa maksudnya adalah mereka tidak mau melaksanakan salat. Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat ini berkaitan dengan orang-orang musyrik.
Kaitan
Ringkasan Tafsir Jalalain
Surah Al-Mursalat dibuka dengan sumpah demi angin yang bertiup berurutan, angin yang bertiup kencang, angin yang menyebarkan hujan, ayat-ayat yang membedakan kebenaran dan kebatilan, serta malaikat yang menyampaikan wahyu. Apa yang dijanjikan kepada manusia, yaitu hari kiamat dan pembalasan, pasti terjadi.
Tanda-tanda kiamat berupa bintang yang dihapus cahayanya, langit yang terbelah, gunung yang dihancurkan, dan para rasul yang dikumpulkan. Orang-orang kafir diarahkan menuju naungan asap neraka yang memiliki tiga cabang, tetapi tidak melindungi dari panas dan api.
Neraka melontarkan bunga api sebesar istana dan seperti unta berwarna kuning atau hitam. Pada hari keputusan orang kafir tidak dapat mengajukan alasan. Ketika diperintah rukuk, mereka tidak mau rukuk dan tidak mau melaksanakan salat.
Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menyebut dua pendapat tentang Al-Mursalat: para malaikat atau angin. Para malaikat turun untuk membedakan kebenaran dan kebatilan serta menyampaikan wahyu. Angin menyebarkan awan dan hujan sesuai kehendak Allah. Sumpah-sumpah itu menegaskan bahwa hari kiamat, kebangkitan, pengumpulan, dan pembalasan pasti terjadi.
Pada hari kiamat bintang kehilangan cahaya, langit terbelah, gunung dihancurkan, dan para rasul dikumpulkan. Allah membinasakan umat yang mendustakan rasul dan mengiringi mereka dengan umat pendusta yang datang kemudian.
Allah menunjukkan bukti kebangkitan melalui penciptaan manusia dari air yang hina, penempatannya dalam rahim, dan penentuan bentuknya. Bumi menjadi tempat berkumpul bagi orang hidup dan orang mati. Gunung-gunung yang tinggi ditanamkan di bumi dan air tawar disediakan bagi manusia.
Orang kafir diarahkan menuju naungan asap neraka yang tidak melindungi. Neraka melontarkan bunga api sebesar istana, seperti unta yang berwarna kuning atau hitam. Orang kafir tidak dapat berbicara atau mengajukan alasan pada hari keputusan. Mereka ditantang untuk menggunakan tipu daya jika mampu melepaskan diri dari kekuasaan Allah.
Orang bertakwa berada dalam naungan, mata air, dan buah-buahan yang mereka inginkan. Mereka dipersilakan makan dan minum sebagai kemuliaan dari Allah. Orang kafir hanya diberi kesempatan menikmati dunia sebentar sebelum menerima azab. Mereka menolak rukuk dan tidak mau melaksanakan salat.
Tafsir Ibnu Abbas
Riwayat [1349]–[1353] telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan naskah Arab pada halaman 511–512. Lima riwayat tersebut merupakan seluruh riwayat Ibnu Abbas untuk surah ini.
QS 77:25 — Bumi sebagai tempat berlindung
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa kifaatan berarti tempat menghimpun dan melindungi makhluk hidup.
QS 77:27 — Gunung-gunung yang tinggi
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa gunung-gunung yang tinggi menjulang disebut dalam ayat ini.
QS 77:27 — Air tawar
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa maa-an furatan berarti air yang tawar dan segar.
QS 77:32-33 — Bunga api neraka
Ibnu Abbas menjelaskan bahwa bunga api neraka seperti istana yang besar dan seperti potongan tembaga. Kedua penjelasan ini merupakan dua riwayat untuk dua ayat yang berbeda.
Catatan penelitian
- Lima riwayat Ibnu Abbas merupakan rangkaian lengkap untuk surah ini, yaitu QS 77:25–33.
- Makna Al-Mursalat sebagai malaikat atau angin perlu dibandingkan dengan riwayat tafsir lainnya.
- Perbedaan penafsiran bunga api seperti unta kuning dan seperti potongan tembaga merujuk kepada dua ayat berbeda.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- المرسلات
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah