Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Mumtahanah

Surah Al-Mumtahanah

Surah Al-Mumtahanah adalah surah ke-60 dalam Al-Qur'an. Surah ini terdiri dari 13 ayat dan termasuk surah Madaniyah.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: terjemah bahasa Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.

Nomor riwayat yang sebelumnya salah telah diperbaiki setelah dibandingkan dengan naskah Arab pada halaman 487–488. Riwayat lengkap untuk surah ini adalah [1275]–[1278]. Riwayat [1274] adalah akhir Surah Al-Hasyr, sedangkan Surah Ash-Shaff dimulai pada [1279].

QS 60:5 — Doa agar tidak menjadi sasaran fitnah orang kafir

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa doa “Janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir” berarti jangan memberi kekuasaan kepada orang kafir atas kaum beriman sehingga mereka memfitnah dan menyesatkan mereka.

QS 60:6 — Sifat Allah Al-Ghani dan Al-Hamid

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa Al-Ghani adalah Allah Yang Mahakaya dan sempurna kekayaan-Nya. Dia tidak memiliki sekutu dan tidak ada sesuatu yang menyerupai-Nya. Al-Hamid berarti Allah terpuji dalam setiap perkataan dan perbuatan-Nya. Tidak ada sesembahan yang benar selain Dia.

QS 60:12 — Baiat perempuan beriman

Ibnu Abbas menjelaskan bahwa baiat perempuan beriman mencakup tidak menyekutukan Allah, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, tidak membuat kedustaan, dan tidak mendurhakai Nabi ﷺ dalam perkara yang makruf. “Kedustaan yang mereka ada-adakan” berarti tidak mendekati laki-laki selain suami mereka.

Pokok bahasan

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: Terjemah Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahkik Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

QS 60:1 — Hathib bin Abi Balta'ah mengirim surat kepada kaum musyrik Makkah

Rasulullah ﷺ mengutus Ali bin Abi Thalib, Az-Zubair bin Al-Awwam, dan Al-Miqdad bin Al-Aswad untuk mengambil surat rahasia yang dibawa seorang perempuan. Surat itu ditulis oleh Hathib bin Abi Balta'ah kepada kaum musyrik Makkah dan berisi informasi tentang rencana Rasulullah ﷺ menaklukkan Makkah.

Rasulullah ﷺ bertanya kepada Hathib. Ia menjelaskan bahwa perbuatannya bukan karena murtad atau ridha terhadap kekufuran, tetapi karena ingin mendapatkan perlindungan bagi keluarganya di Makkah. Ayat pertama surah ini turun berkenaan dengan peristiwa tersebut. Riwayat ini muttafaq alaih dari Ali bin Abi Thalib.

QS 60:10 — Perempuan mukminah yang berhijrah

Ketika perempuan mukminah berhijrah dari Makkah ke Madinah, Rasulullah ﷺ diperintahkan menguji keimanan mereka. Jika mereka benar-benar beriman, mereka tidak boleh dikembalikan kepada suami kafir. Suami tersebut harus menerima kembali mahar yang pernah ia bayarkan.

QS 60:11 — Penggantian mahar

Jika seorang perempuan mukminah meninggalkan suami kafir dan berhijrah, kaum Muslimin diperintahkan mengganti mahar suami tersebut dari harta yang tersedia. Ketentuan ini menjaga keadilan ketika pernikahan lintas iman terputus setelah hijrah.

Kaitan

Ringkasan Tafsir Jalalain

Orang beriman dilarang menjadikan musuh Allah dan musuh kaum Muslimin sebagai teman setia. Larangan ini berkaitan dengan Hathib bin Abi Balta'ah yang mengirim surat kepada kaum musyrik karena ingin melindungi keluarganya. Musuh yang menang akan memukul, membunuh, mencela, dan berharap kaum beriman kembali kafir.

Nabi Ibrahim عليه السلام dan orang-orang yang bersamanya adalah teladan dalam berlepas diri dari kesyirikan. Permohonan ampun Ibrahim untuk ayahnya tidak termasuk bagian yang diteladani setelah jelas bahwa ayahnya adalah musuh Allah.

Allah tidak melarang berbuat baik dan adil kepada orang kafir yang tidak memerangi kaum Muslimin karena agama dan tidak mengusir mereka. Allah melarang menjadikan sebagai teman setia orang yang memerangi, mengusir, atau membantu pengusiran kaum Muslimin.

Perempuan mukminah yang berhijrah diuji keimanannya dan tidak dikembalikan kepada suami kafir. Baiat perempuan beriman mencakup tauhid, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak, tidak berdusta, dan tidak mendurhakai Nabi ﷺ dalam perkara yang makruf.

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan kisah Hathib bin Abi Balta'ah yang mengirim surat kepada Quraisy karena ingin melindungi keluarganya. Ia tidak melakukan hal itu karena kufur atau murtad. Nabi ﷺ membenarkan kejujurannya dan mengingatkan bahwa ia mengikuti Perang Badar.

Larangan berwali berlaku kepada orang kafir yang memerangi Allah, Rasul-Nya, dan kaum Muslimin. Kerabat dan anak tidak akan memberi manfaat pada hari kiamat jika seseorang mencari keridaan mereka dengan cara yang dimurkai Allah.

Nabi Ibrahim عليه السلام dan orang-orang yang bersamanya berlepas diri dari kesyirikan. Permohonan ampun Ibrahim untuk ayahnya berkaitan dengan janji sebelum jelas bahwa ayahnya adalah musuh Allah. Setelah itu Ibrahim berlepas diri darinya.

Allah membolehkan berbuat baik dan adil kepada orang kafir yang tidak memerangi dan tidak mengusir kaum Muslimin. Asma binti Abu Bakar meminta izin untuk menyambung hubungan dengan ibunya yang musyrik, dan Nabi ﷺ mengizinkannya.

Perempuan mukminah yang berhijrah harus diuji dengan kesaksian bahwa mereka keluar bukan karena membenci suami atau negeri, tetapi karena mencintai Allah dan Rasul-Nya. Mereka tidak halal bagi suami kafir dan suami kafir tidak halal bagi mereka. Mahar harus dikembalikan sesuai ketentuan ayat.

Catatan penelitian

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Data sumber

jenis
surah
Arab
الممتحنة
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah