Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al Mu'minuun

Surah Al Mu'minuun

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: Tafsir Ibnu Abbas, riwayat [887]–[902] untuk QS 23:1–104.

QS 23:2 — Khusyuk dalam shalat

[887] Ibnu Abbas menjelaskan خَاشِعُونَ sebagai orang-orang yang takut kepada Allah dan merasa tenang dalam shalat.

QS 23:3 — Menjauhi perkara batil

[888] Pada ayat, "Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna," Ibnu Abbas menjelaskan bahwa اللَّغْوِ adalah perkara batil.

QS 23:20 — Pohon zaitun

[889] Ibnu Abbas menjelaskan تَنبُتُ بِالدُّهْنِ sebagai minyak yang dapat dimakan dan dimanfaatkan.

QS 23:36 — Jauh sekali

[890] هَيْهَاتَ هَيْهَاتَ berarti jauh, jauh sekali. Ucapan ini adalah penolakan orang-orang kafir terhadap kebangkitan.

QS 23:44 — Para rasul datang berturut-turut

[891] تَتْرَا berarti para rasul datang silih berganti, satu setelah yang lain.

QS 23:60–61 — Beramal dengan rasa takut dan bersegera dalam kebaikan

[892] Orang-orang yang memberi apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut adalah orang-orang yang beramal dalam keadaan takut kepada Allah.

[893] Orang-orang yang bersegera dalam kebaikan adalah orang-orang yang segera memperoleh kebahagiaan dari Allah.

QS 23:64–67 — Orang-orang yang berpaling

[894] يَجْأَرُونَ berarti meminta pertolongan ketika azab menimpa orang-orang yang hidup mewah.

[895] تَنكِصُونَ berarti berpaling ke belakang dari ayat-ayat Allah.

[896] Orang-orang kafir melewati malam dengan bercakap-cakap di sekitar Baitullah dan mengucapkan perkataan keji terhadap Al-Qur'an.

QS 23:71–77 — Berpaling dari kebenaran dan azab

[897] Allah telah menjelaskan kepada manusia perkara yang menjadi kemuliaan dan pengingat mereka, tetapi mereka berpaling darinya.

[898] Orang yang tidak beriman kepada akhirat benar-benar menyimpang dari kebenaran.

[899] Pintu azab yang dahsyat pada ayat ini telah terjadi dalam Perang Badar.

QS 23:89 — Didustakan

[900] Ibnu Abbas menjelaskan تُسْحَرُونَ sebagai kalian didustakan.

QS 23:101 — Sangkakala

[901] Ketika sangkakala ditiup, tidak ada pertalian nasab dan manusia tidak saling bertanya. Tidak tersisa satu pun yang hidup kecuali Allah.

QS 23:104 — Wajah orang kafir di neraka

[902] Ibnu Abbas menjelaskan كَالِحُونَ sebagai orang-orang yang berwajah muram.

Tema utama

Ayat terkait

Terkait

Al Hajj | An-Nuur | Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014).

QS 23:1–2 — Khusyuk dalam shalat

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ dahulu mengangkat pandangan ke langit ketika shalat. Setelah turun ayat tentang keberuntungan orang beriman yang khusyuk dalam shalat, beliau menundukkan pandangan.

Takhrij: Riwayat tentang menundukkan pandangan dalam shalat terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim. Riwayat sebab turun secara khusus dicatat oleh para ahli tafsir.

QS 23:14 — Penciptaan manusia

Ketika ayat menyebut manusia sebagai makhluk yang berbentuk lain, Umar bin Al-Khaththab mengucapkan, "Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik." Nabi ﷺ tersenyum dan menyatakan bahwa demikianlah ayat itu diturunkan.

QS 23:67 — Perkataan keji terhadap Al-Qur'an

Kaum Quraisy duduk di sekitar Ka'bah pada malam hari, menyombongkan diri, mencaci Al-Qur'an, dan mencela Nabi ﷺ. Riwayat ini dikaitkan dengan ayat tentang mereka yang mengucapkan perkataan keji pada malam hari.

QS 23:76 — Paceklik kaum Quraisy

Nabi ﷺ berdoa agar kaum Quraisy ditimpa paceklik seperti paceklik pada masa Nabi Yusuf. Ketika mereka mengalami kesulitan dan Abu Sufyan meminta pertolongan, turun ayat tentang azab dan penolakan mereka.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.

QS 23:1–11 — Sifat orang beriman yang beruntung

Orang beriman yang beruntung memiliki khusyuk dalam shalat, meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat, menunaikan zakat, menjaga kehormatan, menunaikan amanah dan janji, serta memelihara shalat. Mereka mewarisi Firdaus dan kekal di dalamnya.

QS 23:12–22 — Penciptaan manusia dan nikmat Allah

Allah menyebutkan penciptaan manusia dari saripati tanah, air mani, segumpal darah, segumpal daging, tulang, dan daging. Setelah hidup di dunia, manusia akan mati lalu dibangkitkan. Air, kebun, pohon zaitun, susu, daging, kulit, bulu, dan kendaraan adalah nikmat Allah.

QS 23:23–50 — Para rasul dan umat mereka

Nuh menyeru kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah. Mereka menolaknya dan Allah menyelamatkan Nuh serta orang-orang yang beriman di dalam bahtera. Para rasul sesudahnya membawa seruan yang sama. Musa dan Harun diutus kepada Fir'aun, sedangkan Maryam dan putranya menjadi tanda kekuasaan Allah.

QS 23:51–61 — Agama para rasul adalah satu

Allah memerintahkan para rasul memakan makanan yang baik dan beramal saleh. Agama para rasul adalah satu, sedangkan umat manusia memecah agama menjadi kelompok-kelompok. Orang beriman takut amalnya tidak diterima, sehingga mereka bersegera dalam kebaikan.

QS 23:62–92 — Bantahan terhadap orang kafir

Allah tidak membebani seseorang melampaui kemampuannya. Orang kafir berpaling dari Al-Qur'an, menyombongkan diri, dan menuduh Nabi ﷺ sebagai penyair atau orang gila. Jika ditanya siapa yang memiliki langit, bumi, dan Arsy, mereka mengakui Allah, tetapi tetap tidak meninggalkan kesyirikan.

QS 23:99–118 — Kematian, kebangkitan, dan doa

Orang kafir meminta kembali ke dunia setelah melihat kematian, tetapi permintaan itu ditolak. Pada hari sangkakala, hubungan nasab tidak bermanfaat. Orang yang timbangan kebaikannya berat memperoleh keberuntungan, sedangkan orang yang ringan timbangan kebaikannya merugi. Surah ditutup dengan doa memohon ampunan dan rahmat Allah.

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
surah
Arab
المؤمنون
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah, tafsir, makkiyah, asbabun-nuzul