Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Isra'

Surah Al-Isra'

Surah Al-Isra' adalah surah Makkiyah ke-17 dan terdiri dari 111 ayat. Surah ini dibuka dengan peristiwa Isra, menjelaskan pelajaran dari sejarah Bani Israil, memuat rangkaian adab dan hukum, serta menegaskan kemuliaan Al-Quran dan tauhid.

Pokok bahasan

Tafsir Ibnu Abbas

Riwayat [724]–[760] pada materi sumber membahas QS 17:4–17:110. Riwayat tersebut menjelaskan dua kerusakan Bani Israil, akibat mengambil sesembahan selain Allah, strategi Iblis dalam menggoda manusia, lenyapnya kebatilan, kelemahan manusia ketika mendapat nikmat atau kesusahan, kemuliaan Al-Quran, dan adab membaca shalat.

Isra dan sejarah Bani Israil

Isra menjadi pembukaan surah dan menunjukkan kekuasaan Allah atas hamba-Nya. Bani Israil menerima kitab, tetapi melakukan dua kerusakan besar. Setiap kali mereka kembali kepada kerusakan, hukuman kembali menimpa mereka. Sejarah mereka menjadi peringatan bagi umat yang menerima wahyu agar tidak mengulangi kesombongan dan pelanggaran.

Etika dan tauhid

Allah memerintahkan beribadah hanya kepada-Nya dan berbuat baik kepada orang tua. Kerabat, orang miskin, dan ibnu sabil memiliki hak. Harta tidak boleh dihamburkan dan tidak boleh ditahan karena kikir. Anak tidak boleh dibunuh karena takut miskin. Zina, pembunuhan tanpa hak, mengambil harta anak yatim, kecurangan dalam timbangan, dan kesombongan semuanya dilarang.

Godaan Iblis

Iblis menggoda manusia melalui harta, anak, suara, janji, dan ajakan kepada kebatilan. Semua janji Iblis adalah penipuan. Orang yang beriman tidak mengikuti godaan itu dan menyadari bahwa harta serta keturunan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Al-Quran dan doa

Al-Quran memberi petunjuk kepada jalan yang paling lurus dan menjadi rahmat bagi orang beriman. Kebenaran datang dan kebatilan lenyap. Nabi ﷺ diajarkan berdoa agar masuk dan keluar dari setiap urusan dengan benar serta memperoleh pertolongan dari sisi Allah. Dalam shalat, bacaan tidak terlalu keras dan tidak terlalu lirih, tetapi berada di antara keduanya.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Asbabun Nuzul

Riwayat sebab turun ayat membahas hak kerabat dan ibnu sabil, larangan kikir dan boros, pembunuhan, permintaan mukjizat, pohon Zaqqum, usaha kaum musyrik memalingkan Nabi ﷺ dari wahyu, doa hijrah, pertanyaan tentang ruh, sembilan mukjizat Musa, dan pujian kepada Allah pada penutup surah.

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Isra adalah salah satu tanda besar kekuasaan Allah. Masjidil Aqsha memiliki kedudukan yang mulia dan menjadi tempat para nabi. Shalat lima waktu berkaitan dengan perjalanan Mi'raj, sedangkan umat diperintah menjaga shalat dan memperbanyak tahajud.

Ayat 22–39 memuat dasar-dasar akhlak: tauhid, berbakti kepada orang tua, memenuhi hak kerabat, menjaga harta yatim, menyempurnakan takaran, berkata dengan ilmu, dan menjauhi kesombongan. Ayat 81 menegaskan bahwa kebenaran datang dan kebatilan pasti lenyap.

Al-Quran adalah petunjuk dan obat bagi hati orang beriman. Permintaan kaum Quraisy untuk mendatangkan mukjizat tertentu tidak mengubah kenyataan bahwa Al-Quran sendiri adalah hujah yang tidak dapat mereka tandingi. Penutup surah memerintahkan memuji Allah yang tidak memiliki anak dan tidak memiliki sekutu dalam kerajaan.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa hidayah mencakup penjelasan tentang kebenaran dan taufik untuk mengikutinya. Allah menunjukkan jalan, mengutus rasul, dan menurunkan Al-Quran. Orang yang mengikuti wahyu memperoleh petunjuk, sedangkan orang yang berpaling memilih kesesatan bagi dirinya sendiri.

Ayat tentang ibadah, doa, dan tauhid menegaskan bahwa pertolongan hanya diminta kepada Allah. Penetapan sifat dan nama Allah diterima sesuai wahyu, tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk. Al-Quran adalah kalam Allah dan petunjuk bagi hamba-hamba-Nya.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
الإسراء
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah, tafsir, makkiyah