Surah Al-Inshiqaq
Surah Al-Inshiqaq
Surah ke-84, Makkiyah, dua puluh lima ayat. Surah ini menggambarkan langit dan bumi yang tunduk pada perintah Allah, pembagian kitab amal, perjalanan manusia menuju Rabb-nya, serta kepastian kebangkitan dan pembalasan.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Riwayat [1393]–[1398] telah diverifikasi dari sumber cetak.
QS 84:14 — Tidak akan dibangkitkan
[1393] Lan yub'atsa berarti tidak akan dibangkitkan. Orang kafir menyangka dirinya tidak akan dihisab dan dibangkitkan.
QS 84:17–18 — Sumpah dengan bulan
[1394] Allah bersumpah dengan bulan dan apa yang dihimpunnya.
[1395] Bulan ketika menjadi purnama berarti ketika cahayanya sempurna.
QS 84:19 — Keadaan demi keadaan
[1396] Manusia akan melalui keadaan demi keadaan. Ibnu Katsir menyebut kemungkinan riwayat ini bersumber dari Nabi Muhammad ﷺ.
QS 84:23 — Apa yang disembunyikan
[1397] Yusirruna berarti mereka merahasiakan sesuatu dalam hati.
QS 84:25 — Pahala yang tidak berkurang
[1398] Ghairu mamnun berarti pahala yang tidak berkurang.
Tema utama
- Langit dan bumi tunduk kepada perintah Allah pada Hari Kiamat.
- Manusia bekerja menuju Rabb-nya dan akan menemui balasan amalnya.
- Orang beriman menerima kitab dengan tangan kanan dan mendapat hisab yang mudah.
- Orang kafir menerima kitab dari belakang dan masuk ke dalam api yang menyala.
- Manusia melalui keadaan demi keadaan hingga kebangkitan.
- Orang beriman mendapat pahala yang tidak berkurang.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Al-Mutaffifin | Al-Buruj
Ringkasan Tafsir Jalalain
Jalalain menjelaskan bahwa langit terbelah dan tunduk kepada Rabb-nya, sedangkan bumi diratakan, mengeluarkan orang-orang mati, dan menjadi kosong. Manusia bekerja menuju Rabb-nya dan akan menemui amal baik atau buruknya.
Orang yang menerima kitab dengan tangan kanan mendapat pemeriksaan yang mudah, ampunan, dan kembali kepada keluarganya di surga dalam keadaan gembira. Orang yang menerima kitab dari belakang punggungnya adalah orang kafir. Ia menyesal, menyeru kebinasaan, dan masuk ke dalam api yang menyala.
Allah bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja, malam, dan bulan purnama. Manusia akan berpindah dari satu keadaan ke keadaan lain, mulai dari kematian hingga keadaan-keadaan Hari Kiamat. Orang kafir tidak beriman dan tidak bersujud ketika Al-Qur'an dibacakan.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 84:1–6 — Langit, bumi, dan perjalanan manusia
Langit terbelah pada Hari Kiamat dan tunduk kepada perintah Allah. Bumi diratakan dan mengeluarkan seluruh mayat yang berada di dalamnya. Manusia bekerja menuju Rabb-nya dan pasti menemui hasil amalnya, baik maupun buruk.
QS 84:7–9 — Kitab amal dari tangan kanan
Orang yang menerima kitab amal dari tangan kanan mendapat hisab yang mudah. Hisab yang mudah adalah penyajian amal, bukan pemeriksaan mendetail yang menjadi sebab azab. Ia kembali kepada keluarganya di surga dalam keadaan gembira.
QS 84:10–15 — Kitab amal dari belakang
Orang yang menerima kitab dari belakang punggungnya berteriak menyesal dan masuk ke dalam api. Ia dahulu bergembira bersama kaum kafir dan menyangka tidak akan kembali kepada Allah. Allah melihatnya dan akan membalas amalnya.
QS 84:16–19 — Sumpah dan perjalanan manusia
Allah bersumpah dengan cahaya merah senja, malam dan apa yang dikumpulkannya, serta bulan ketika purnama. Manusia melalui tahap demi tahap dalam kehidupan, kematian, kebangkitan, dan keadaan-keadaan Hari Kiamat.
"Sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian sedikit demi sedikit, sekiranya mereka masuk liang biawak pun kalian akan mengikutinya." (HR. Al-Bukhari dan Ahmad, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
QS 84:20–25 — Mendustakan Al-Qur'an dan balasan kaum mukmin
Orang kafir tidak beriman dan tidak bersujud ketika Al-Qur'an dibacakan. Mereka mendustakan kebenaran yang nyata, padahal Allah mengetahui seluruh rahasia hati.
Orang yang beriman dan beramal saleh mendapat pahala yang tidak terputus. Pahala itu tidak berkurang dan tidak berakhir.
Pertanyaan terbuka
- Makna thabaqan 'an thabaq perlu dibandingkan antara perjalanan manusia secara umum dan pendapat yang mengaitkannya dengan perjalanan Nabi ﷺ.
- Penjelasan tentang hisab yang mudah perlu dikaji bersama hadis-hadis tentang penyajian amal.
- Perbedaan tafsir tentang kitab amal yang diberikan dari belakang perlu dibaca langsung pada sumber-sumber tafsir.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الانشقاق
- disiplin
- tafsir
- tag
- quran, surah