Surah Al-Infitar
Surah Al-Infitar
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Catatan pembacaan: Riwayat [1385]–[1387] telah lengkap, berdasarkan verifikasi dengan naskah Arab asli pada 19 Juli 2026, halaman cetak/PDF 521. Ini adalah seluruh rentang atsar untuk surah ini. Entri [1398] yang keliru, dan sebenarnya merupakan Al-Insyiqaq 84:25, telah dihapus dari halaman ini.
QS 82:3 — Lautan meluap
[1385] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang "lautan dijadikan meluap": "Sebagian lautan meluap kepada sebagian yang lain." Lautan-lautan yang terpisah akan menjadi satu dan tumpah ruah.
QS 82:4 — Kubur dibongkar
[1386] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang "kubur-kubur dibongkar": "Maksudnya adalah digali." Kubur-kubur dibongkar dan orang-orang mati dibangkitkan kembali.
QS 82:15 — Hari Pembalasan
[1387] Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata tentang ayat "mereka masuk ke dalamnya pada Hari Pembalasan": "Itu merupakan salah satu nama Hari Kiamat yang diagungkan oleh Allah dan yang diperingatkan kepada hamba-Nya."
⚠ Perbaikan ketepatan rujukan (19 Juli 2026): Halaman ini sebelumnya memuat entri "QS 82:25" yang mengutip atsar [1398] tentang ghairu mamnun, yaitu pahala yang tidak berkurang. Verifikasi dengan naskah Arab asli pada halaman 525 dan catatan kaki yang menyebut "Surah Al-Insyiqaq ayat 25" memastikan bahwa [1398] sebenarnya adalah QS 84:25 (Al-Insyiqaq). Al-Infitar hanya memiliki 19 ayat, sehingga QS 82:25 tidak mungkin ada. Entri itu merupakan duplikasi yang salah atribusi. Entri tersebut dihapus dari sini dan tidak dibuat ulang di tempat lain.
Catatan: Rentang atsar Ibnu Abbas untuk Al-Infitar telah dipastikan lengkap pada [1385]–[1387]. Isi yang juga salah dinisbatkan sebagai "QS 82:23 / keadaan demi keadaan", yaitu atsar [1396], termasuk Al-Insyiqaq 84:19 dan memang tidak pernah dimasukkan ke halaman ini.
Tema utama
- Gambaran tanda-tanda Kiamat: langit terbelah, bintang berserakan, lautan meluap, dan kubur dibongkar.
- Nama-nama Hari Kiamat yang disebut dalam surah ini diagungkan oleh Allah.
- Perbedaan nasib orang-orang yang berbuat baik dan orang-orang yang berbuat jahat. Pembahasan ini dikembangkan lebih lanjut dalam Al-Insyiqaq 84:25 dan bukan bagian dari atsar Ibnu Abbas untuk surah ini.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | At-Takwir | Al-Mutaffifin
Asbabun nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014). Penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid. Muhaqqiq: Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.
QS 82:6 — Ubay bin Khalaf terperdaya oleh kemurahan Allah
Diriwayatkan dari Ikrimah bahwa Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ikrimah tentang firman Allah, "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah." Ikrimah mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan Ubay bin Khalaf.
Takhrij: Al-Qurthubi (10/7394) mengatakan bahwa ayat tersebut turun berkenaan dengan Al-Walid bin Al-Mughirah. Ada pula yang mengatakan bahwa ayat tersebut berkenaan dengan Abul Asyad Kaladah Al-Jumuhi.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i dalam 8 jilid. Tafsir bil-ma'tsur yang memuat rujukan silang Al-Quran, hadis dengan perawi dan kitab sumber, serta atsar ulama. Riwayat lemah dan Israiliyyat dihapus oleh peringkas, sedangkan penilaian hadis dicantumkan dalam catatan kaki.
QS 82:1–5 — Lima tanda Kiamat: langit, bintang, lautan, kubur, dan jiwa
Ibnu Katsir membuka tafsir dengan menjelaskan lima ayat pertama secara berurutan sebagai tanda-tanda datangnya Kiamat.
QS 82:1 — "Apabila langit terbelah", yaitu pecah.
QS 82:2 — "Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan", yaitu berjatuhan.
QS 82:3 — "Dan apabila lautan dijadikan meluap." Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma: "Allah meluapkan air lautan itu sebagian atas sebagian lainnya." Al-Hasan berkata: "Allah meluapkan air itu dan setelah itu lenyaplah ia."
QS 82:4 — "Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar." Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "Yakni dikeluarkan." As-Suddi berkata: "Kuburan itu berserakan dan bergerak sehingga keluarlah orang yang ada di dalamnya."
QS 82:5 — "Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya." Maksudnya adalah bahwa setiap akibat akan sampai kepada perbuatannya.
QS 82:6 — Ancaman bagi manusia yang terperdaya
QS 82:6 — "Hai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu sehingga berbuat durhaka terhadap Rabbmu Yang Mahapemurah?"
Ibnu Katsir menegaskan bahwa ayat ini adalah ancaman, bukan bimbingan atau jawaban sebagaimana yang dipahami sebagian orang. Maknanya: apa yang telah memperdaya kalian, wahai anak Adam, sehingga kalian berani berbuat durhaka kepada Rabb Yang Mahapemurah, Yang Mahaagung, lalu membalas nikmat-Nya dengan perbuatan yang tidak layak.
Ibnu Abi Hatim meriwayatkan bahwa Umar radhiyallahu 'anhu pernah mendengar seseorang membaca ayat ini, lalu Umar berkata: "Kebodohan."
QS 82:7–8 — Penciptaan manusia dalam bentuk seimbang
QS 82:7 — "Yang telah menciptakanmu, lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan susunan tubuhmu seimbang." Artinya, Allah menjadikanmu normal, tegak, memiliki tubuh yang seimbang, serta penampilan dan bentuk yang baik.
Imam Ahmad meriwayatkan dari Bisyir bin Jahsy Al-Qurasyi bahwa Rasulullah ﷺ pada suatu hari meludah di telapak tangannya, lalu meletakkan jari beliau di atasnya dan bersabda dalam sebuah hadis qudsi:
"Allah ﷻ berfirman: 'Wahai anak Adam, bagaimana engkau menilai-Ku lemah padahal Aku menciptakanmu sedemikian rupa? Namun engkau kumpulkan harta dengan kikir, hingga saat nafas sampai kerongkongan barulah engkau berkata: aku akan bersedekah — padahal sudah tak ada waktu.'" (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Demikian hadis yang diriwayatkan Ibnu Majah.
QS 82:8 — "Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu." Mujahid berkata: "Menyerupai siapa: bapak, ibu, paman dari ibu, atau paman dari bapak?"
Dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim disebutkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwa seseorang berkata, "Wahai Rasulullah, istriku telah melahirkan anak yang berkulit hitam." Rasulullah ﷺ bertanya dengan perumpamaan tentang unta yang menghasilkan warna berbeda dari induknya, lalu bersabda: "Bayi ini pun barangkali karena kecenderungan gen." (HR Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah.)
Ikrimah berkata tentang QS 82:8: "Jika Dia berkehendak, Dia menciptakan dalam bentuk kera, dan jika Dia mau, Dia menciptakan dalam bentuk babi."
QS 82:9 — Akar segala kedurhakaan: mendustakan Hari Pembalasan
QS 82:9 — "Bukan hanya durhaka, bahkan kamu mendustakan Hari Pembalasan." Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sebab kalian menentang Allah Yang Mahapemurah dan berani bermaksiat kepada-Nya adalah kedustaan dalam hati terhadap Hari Kiamat, pembalasan, dan perhitungan.
QS 82:10–12 — Malaikat pencatat yang mulia
QS 82:10–12 — "Padahal sesungguhnya bagi kalian ada malaikat-malaikat yang mengawasi pekerjaan kalian, yang mulia di sisi Allah dan yang mencatat pekerjaan kalian. Mereka mengetahui apa yang kalian kerjakan."
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada diri kalian ada malaikat yang senantiasa menjaga dan mulia. Karena itu, jangan membalas penjagaan mereka dengan berbagai perbuatan buruk. Mereka menulis seluruh amal perbuatan kalian.
QS 82:13–16 — Dua golongan: Al-Abrar dan Al-Fujjar
QS 82:13–14 — "Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan. Sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka."
QS 82:15–16 — "Mereka masuk ke dalamnya pada Hari Pembalasan dan mereka tidak dapat keluar dari neraka itu." Ibnu Katsir menjelaskan bahwa itu adalah hari perhitungan, pemberian balasan, dan Hari Kiamat. Mereka tidak akan lepas dari azab walaupun sesaat, tidak diringankan azabnya, dan permintaan mereka untuk dimatikan atau diberi istirahat walaupun sehari tidak dikabulkan.
QS 82:17–19 — Hari Pembalasan: tidak seorang pun berkuasa
QS 82:17–18 — "Tahukah kamu apakah Hari Pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu apakah Hari Pembalasan itu?" Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pengulangan ini menunjukkan pengagungan terhadap keadaan Hari Kiamat.
QS 82:19 — "Yaitu hari ketika seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Segala urusan pada hari itu berada dalam kekuasaan Allah." Ibnu Katsir menjelaskan bahwa tidak seorang pun mampu memberi manfaat kepada orang lain atau melepaskannya dari keadaan yang dialami, kecuali apabila Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai-Nya.
Qatadah berkata: "Demi Allah, semua urusan pada hari itu hanya berada di tangan Allah. Tidak seorang pun pada hari itu dapat menentang keputusan-Nya."
Pertanyaan terbuka
- Uraian kata untuk QS 82:1–5, yaitu langit terbelah, bintang berjatuhan, lautan meluap, dan kubur dibongkar, tidak muncul secara eksplisit dalam bagian ini.
- Tafsir lengkap ayat 7–22 membutuhkan pembacaan sumber tambahan.
- Tiga nama yang disebut sebagai sebab turunnya ayat 6, yaitu Ubay bin Khalaf, Al-Walid bin Al-Mughirah, dan Abul Asyad Kaladah Al-Jumuhi, perlu ditarjih berdasarkan sumber hadis yang lebih kuat.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الانفطار
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah