Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Ikhlas

Surah Al-Ikhlas

Surah ke-112, Makkiyah, empat ayat. Surah ini menegaskan keesaan Allah, kesempurnaan-Nya, ketergantungan seluruh makhluk kepada-Nya, serta penafian bahwa Allah memiliki anak, diperanakkan, atau memiliki tandingan.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Riwayat [1456]–[1457] telah diverifikasi dari sumber cetak.

QS 112:2 — Makna Ash-Shamad

[1456] Ash-Shamad adalah Yang Mahasempurna dalam kedudukan, kemuliaan, keagungan, kemurahan, kekayaan, kekuasaan, pengetahuan, dan kebijaksanaan. Allah sempurna dalam seluruh kemuliaan dan kedudukan. Sifat ini hanya pantas disandarkan kepada-Nya.

QS 112:4 — Tidak ada yang menyerupai Allah

[1457] Tidak ada satu pun yang menyerupai Allah. Mahasuci Allah Yang Mahaesa dan Mahaperkasa.

Tema utama

Terkait

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Akidah | Al-Falaq | Ash-Shamad

Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014), penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid, tahqiq Hamid Ahmad Thahir al-Bayyumi.

QS 112:1–4 — Pertanyaan tentang sifat Allah

Kaum musyrik Quraisy meminta Nabi ﷺ menjelaskan tentang Rabb beliau. Dalam riwayat lain, orang-orang Yahudi mengajukan pertanyaan serupa tentang sifat Allah. Maka Allah menurunkan Surah Al-Ikhlas yang menegaskan keesaan, kesempurnaan, dan ketidakserupaan Allah.

Ringkasan Tafsir Jalalain

Jalalain menjelaskan bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang tidak memiliki tandingan. Ash-Shamad adalah Tuhan yang menjadi tempat bergantung seluruh makhluk untuk selama-lamanya. Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan karena tidak ada yang menyamai-Nya. Tidak ada seorang pun atau sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.

QS 112:1 — Allah Yang Mahaesa

Allah adalah Zat Yang Tunggal, tidak memiliki tandingan, pembantu, sekutu, atau sesuatu yang menyerupai-Nya. Nama Ahad menunjukkan keesaan Allah secara sempurna dan tidak digunakan untuk menetapkan kesempurnaan kepada makhluk seperti digunakan kepada Allah.

QS 112:2 — Ash-Shamad

Ibnu Katsir menghimpun banyak penafsiran salaf tentang Ash-Shamad: Rabb yang menjadi tempat bergantung seluruh makhluk; Yang Mahasempurna dalam kewibawaan, kemuliaan, keagungan, kesantunan, pengetahuan, dan kebijaksanaan; Yang tidak makan dan tidak minum; dan Yang kokoh. Semua makna tersebut menunjukkan kesempurnaan Allah dan kebutuhan seluruh makhluk kepada-Nya.

QS 112:3–4 — Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan

Allah tidak memiliki anak, bukan ayah atau ibu, dan tidak memiliki pendamping. Tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.

Hadits qudsi mencatat bahwa anak Adam mendustakan Allah dengan mengingkari kebangkitan, dan mencaci-Nya dengan mengatakan Allah memiliki anak — padahal Dia Al-Ahad, Ash-Shamad, tidak beranak dan tidak diperanakkan. (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Hadis qudsi menjelaskan bahwa anak Adam mendustakan Allah dengan mengingkari kebangkitan dan mencaci-Nya dengan mengatakan Allah memiliki anak, padahal Dia Yang Mahaesa, Ash-Shamad, tidak beranak, tidak diperanakkan, dan tidak memiliki tandingan. (HR. Bukhari, dari Abu Hurairah.)

Keutamaan Surah Al-Ikhlas

Surah ini sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an karena memuat inti tauhid. Nabi ﷺ menyukai orang yang membacanya karena surah ini menyebut sifat Ar-Rahman. Orang yang mencintai surah ini dan membacanya mendapat keutamaan yang disebutkan dalam beberapa hadis. Al-Ikhlas juga dibaca bersama Al-Falaq dan An-Naas sebagai perlindungan pada pagi, sore, dan ketika hendak tidur.

Tafsir Ibnu Taimiyah dari Majmu&

Ibnu Taimiyah menjelaskan Surah Al-Ikhlas sebagai penjelasan tauhid ilmiah dan tauhid dalam ibadah. Allah adalah satu-satunya Zat yang wajib disembah. Surah ini menetapkan sifat-sifat kesempurnaan bagi Allah dan menafikan sifat kekurangan, tandingan, sekutu, anak, serta asal-usul makhluk.

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
surah
Arab
الإخلاص
disiplin
tafsir, ulumul-quran, aqidah
tag
quran, surah