Surah Al-Haqqah
Surah Al-Haqqah
Surah ke-69, Makkiyah, lima puluh dua ayat. Al-Haqqah adalah salah satu nama Hari Kiamat. Surah ini menggambarkan kebinasaan kaum yang mendustakan, pembagian kitab amal, balasan penghuni surga dan neraka, serta kebenaran Al-Qur'an sebagai wahyu Allah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Riwayat [1308]–[1315] telah diverifikasi dari sumber cetak.
QS 69:1 — Nama Al-Haqqah
[1308] Al-Haqqah adalah salah satu nama Hari Kiamat yang diagungkan dan diperingatkan Allah kepada hamba-hamba-Nya.
QS 69:7 — Azab kaum 'Ad
[1309] Angin menimpa kaum 'Ad selama tujuh malam dan delapan hari secara terus-menerus. Mereka mati bergelimpangan seperti batang pohon kurma yang lapuk.
QS 69:11–12 — Banjir Nabi Nuh
[1310] Ketika air naik tinggi, Allah membawa nenek moyang manusia ke dalam bahtera Nabi Nuh.
[1311] Peristiwa itu dijadikan sebagai pengingat bagi orang yang mau mendengar.
QS 69:20 — Keyakinan orang mukmin
[1312] Aiqan berarti yakin dan pasti. Orang mukmin yakin akan menemui hisabnya.
QS 69:20, 37 — Makanan penghuni neraka
[1313] Ghislin adalah nanah penghuni neraka.
[1314] Orang yang memakan ghislin adalah para penghuni neraka yang berdosa.
QS 69:46 — Tali jantung
[1315] Watiin berarti urat atau tali jantung.
Tema utama
- Al-Haqqah adalah nama Hari Kiamat yang pasti terjadi.
- Kaum Tsamud, 'Ad, Fir'aun, dan umat-umat terdahulu dibinasakan karena mendustakan kebenaran.
- Banjir Nabi Nuh menjadi pengingat bagi orang yang mau mendengar.
- Orang beriman menerima kitab amal dengan tangan kanan dan hidup dalam kenikmatan.
- Orang kafir menerima kitab amal dengan tangan kiri dan memakan darah serta nanah.
- Al-Qur'an adalah wahyu Allah, bukan perkataan penyair atau tukang tenung.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Al-Maarij | Akidah
Ringkasan Tafsir Jalalain
Jalalain menjelaskan Al-Haqqah sebagai Hari Kiamat yang membenarkan seluruh perkara yang dahulu didustakan, termasuk kebangkitan, hisab, dan pembalasan. Tsamud dibinasakan oleh suara yang sangat dahsyat. Kaum 'Ad dibinasakan oleh angin keras selama tujuh malam dan delapan hari hingga mereka seperti batang pohon kurma yang lapuk.
Fir'aun dan umat-umat sebelumnya dibinasakan karena mendurhakai para rasul. Banjir Nabi Nuh dijadikan sebagai pengingat bagi generasi setelahnya. Pada Hari Kiamat bumi dan gunung dihancurkan, langit terbelah, dan Arsy diangkat oleh para malaikat.
Orang beriman menerima kitab amalnya dengan tangan kanan dan berseru agar kitabnya dibaca. Ia memperoleh surga yang tinggi, buah-buahan yang dekat, serta makanan dan minuman sebagai balasan amal. Orang kafir menerima kitab dengan tangan kiri, menyesal, dan mendapat makanan berupa darah serta nanah.
Al-Qur'an adalah wahyu dari Rabb seluruh alam yang disampaikan oleh Rasul yang mulia. Al-Qur'an bukan perkataan penyair atau tukang tenung. Jika Rasulullah ﷺ mengada-adakan perkataan atas nama Allah, Allah akan menghukumnya. Surah ini ditutup dengan penegasan bahwa Al-Qur'an adalah kebenaran yang pasti.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 69:1–10 — Kaum yang dibinasakan
Al-Haqqah adalah salah satu nama Hari Kiamat karena janji dan ancaman Allah terbukti pada hari itu. Tsamud dibinasakan oleh suara yang sangat dahsyat. Kaum 'Ad dibinasakan oleh angin yang dingin dan kencang selama tujuh malam dan delapan hari secara berturut-turut. Mereka mati bergelimpangan seperti batang kurma yang lapuk.
Fir'aun, kaum Luth, dan umat-umat sebelumnya mendustakan rasul. Mereka mendapat azab yang berat karena kemaksiatan dan pendustaan mereka.
QS 69:11–18 — Banjir dan kejadian Hari Kiamat
Ketika air banjir melampaui batas, Allah membawa manusia ke dalam bahtera Nabi Nuh agar peristiwa itu menjadi pengingat bagi telinga yang mau memahami. Hari Kiamat dimulai dengan tiupan sangkakala, bumi dan gunung dihancurkan, langit terbelah, dan para malaikat berada di penjuru langit. Arsy diangkat oleh delapan malaikat atau delapan barisan malaikat.
Tidak ada amal yang tersembunyi pada hari manusia dihadapkan kepada Allah. Setiap orang menerima catatan amalnya.
QS 69:19–24 — Kitab amal orang beriman
Orang yang menerima kitab dengan tangan kanan bersukacita dan mengajak orang lain membaca kitabnya. Ia yakin sejak di dunia bahwa akan ada hisab. Ia memperoleh kehidupan yang diridhai di surga yang tinggi, buah-buahan yang dekat, dan makanan serta minuman sebagai karunia Allah atas amalnya.
QS 69:25–37 — Kitab amal orang kafir
Orang yang menerima kitab dengan tangan kiri menyesal dan berharap tidak mengetahui hisabnya. Harta dan kekuasaannya tidak dapat menyelamatkannya. Ia dibelenggu, dimasukkan ke neraka, dan diberi rantai yang panjang.
Sebab azabnya adalah tidak beriman kepada Allah dan tidak mendorong pemberian makan kepada orang miskin. Ia tidak memiliki teman yang dapat menyelamatkan dan tidak memperoleh makanan kecuali darah serta nanah penghuni neraka.
QS 69:38–52 — Kebenaran Al-Qur'an
Allah bersumpah dengan apa yang dilihat dan tidak dilihat manusia bahwa Al-Qur'an adalah wahyu-Nya. Al-Qur'an disampaikan oleh Rasul yang mulia dan bukan perkataan penyair atau tukang tenung. Rasulullah ﷺ menyampaikan wahyu dari Rabb seluruh alam.
Al-Qur'an adalah kebenaran yang pasti dan peringatan bagi orang bertakwa. Surah ini ditutup dengan perintah bertasbih menyebut nama Rabb Yang Mahabesar.
Pertanyaan terbuka
- Riwayat tafsir awal surah tentang Al-Haqqah dan Al-Qaari'ah perlu dilengkapi melalui sumber Tafsir Ibnu Abbas yang lebih luas.
- Makna watiin pada QS 69:46 perlu dibandingkan dengan penjelasan para mufasir tentang konteks ayat.
- Hubungan pembagian kitab amal dengan perincian hisab perlu dikaji bersama pembahasan Akidah.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الحاقة
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah