Surah Al Hajj
Surah Al Hajj
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: Tafsir Ibnu Abbas, riwayat [870]–[886] untuk QS 22:1–78.
QS 22:5 — Tumbuhan yang indah
[870] Pada ayat, "Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah," Ibnu Abbas menjelaskan بَهِيجٍ sebagai sesuatu yang baik dan indah.
QS 22:9 — Kesombongan
[871] Ibnu Abbas menjelaskan ثَانِيَ عِطْفِهِ sebagai memalingkan lambung dengan menyombongkan diri.
QS 22:24 — Petunjuk kepada ucapan yang baik
[872] Pada ayat, "Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki pula kepada jalan yang terpuji," Ibnu Abbas menjelaskan وَهُدُوا sebagai mereka diberi ilham.
QS 22:25 — Masjidil Haram untuk semua manusia
[873] Penduduk Makkah dan orang-orang dari luar Makkah sama-sama dapat singgah di Masjidil Haram. Masjidil Haram dijadikan untuk seluruh manusia.
[874] Ibnu Abbas menjelaskan kezaliman dalam ayat, "Dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zhalim," sebagai perbuatan syirik. Syirik adalah kezaliman terbesar.
QS 22:27 — Seruan Ibrahim untuk berhaji
[875] Allah memerintahkan Ibrahim agar menyeru manusia untuk mengerjakan haji. Seruan itu didengar oleh makhluk yang telah ada di bumi, makhluk yang masih berada dalam rahim dan tulang sulbi, serta para penghuni berbagai negeri. Mereka menjawab, "Kami penuhi panggilan-Mu, ya Allah."
QS 22:29 — Rangkaian ibadah haji
[876] تَفَثَهُمْ berarti menyelesaikan ihram dengan mencukur kepala, memakai pakaian biasa, memotong kuku, dan amalan sejenisnya.
[877] Menunaikan nazar berarti menyembelih unta yang dinazarkan.
[878] الْبَيْتِ الْعَتِيقِ adalah Baitullah yang tua, yaitu Ka'bah.
QS 22:34 — Mansak
[879] Ibnu Abbas menjelaskan مَنسَكًا sebagai hari raya. Setiap umat memiliki syariat penyembelihan yang mereka jalankan.
QS 22:36 — Unta kurban dan penerima dagingnya
[880] Unta kurban disembelih dalam keadaan berdiri. Menyebut nama Allah ketika menyembelihnya termasuk syiar Allah.
[881] الْقَانِعَ adalah orang miskin yang menjaga diri dan tidak meminta-minta, sedangkan الْمُعْتَرَّ adalah orang yang datang meminta.
QS 22:52 — Gangguan setan dan penghapusan Allah
[882] Ibnu Abbas menjelaskan أُمْنِيَّتِهِ sebagai pembicaraan seorang nabi. Ketika seorang rasul atau nabi menyampaikan sesuatu, setan memasukkan godaan ke dalam pembicaraannya. Allah menghapus apa yang dimasukkan setan dan meneguhkan ayat-ayat-Nya.
[883] Allah melenyapkan apa yang dimasukkan setan dan menguatkan ayat-ayat-Nya. Wahyu Allah tetap terjaga.
QS 22:67 — Syariat setiap umat
[884] Ibnu Abbas kembali menjelaskan مَنسَكًا sebagai hari raya.
QS 22:72 — Orang kafir hampir menyerang pembaca ayat
[885] يَسْطُونَ berarti melakukan tindak kekerasan atau menyerang.
QS 22:78 — Allah menamai kaum muslimin
[886] Allah telah menamai umat ini sebagai orang-orang muslim sejak dahulu, dalam kitab-kitab terdahulu dan dalam Al-Qur'an.
Tema utama
- Haji adalah ibadah yang disyariatkan Allah sejak seruan Ibrahim.
- Masjidil Haram diperuntukkan bagi seluruh manusia.
- Syirik adalah kezaliman terbesar.
- Ibadah haji memiliki tata cara yang dijelaskan melalui tafsir para sahabat.
- Daging kurban diberikan kepada orang yang menjaga diri dan orang yang meminta.
- Allah menjaga wahyu-Nya dari gangguan setan.
- Allah menamai umat ini sebagai kaum muslimin.
Ayat terkait
- QS 22:25: Masjidil Haram untuk penduduk setempat dan pendatang.
- QS 22:27: Seruan Ibrahim untuk menunaikan haji.
- QS 22:36: Penyembelihan unta kurban dan pembagian dagingnya.
- QS 22:52: Allah menghapus godaan setan dan meneguhkan ayat-ayat-Nya.
- QS 22:78: Allah menamai kaum beriman sebagai kaum muslimin.
Terkait
Al Anbiyaa& | Al Mu& | Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014).
QS 22:3 — Pembantahan tentang Allah tanpa ilmu
Ayat tentang orang yang membantah Allah tanpa ilmu diriwayatkan berkenaan dengan An-Nadhr bin Al-Harits.
QS 22:11 — Beribadah kepada Allah hanya ketika mendapatkan kesenangan
Sebagian orang menganggap agama baik ketika istrinya melahirkan anak laki-laki atau kudanya beranak. Ketika tidak mendapatkan kesenangan itu, ia menganggap agama buruk. Ayat ini memperingatkan orang yang beribadah kepada Allah hanya dalam keadaan menguntungkan.
QS 22:19 — Dua golongan yang berselisih tentang Rabb mereka
Ayat ini berkenaan dengan enam orang yang berhadapan dalam Perang Badar: Hamzah, Ali, dan Ubaidah bin Al-Harits dari kaum muslimin; serta Utbah bin Rabi'ah, Syaibah bin Rabi'ah, dan Al-Walid bin Utbah dari kaum musyrikin.
QS 22:27 — Ibrahim menyerukan haji
Ketika Ibrahim diperintahkan menyeru manusia untuk berhaji, ia bertanya bagaimana seruannya akan terdengar. Allah memerintahkannya untuk berseru dan menjamin bahwa seruan itu akan disampaikan. Semua yang mendengarnya menjawab, "Labbaik Allahumma labbaik."
QS 22:32 — Mengagungkan syiar Allah
Mengagungkan unta kurban dilakukan dengan memilih hewan yang gemuk, mahal, dan baik.
QS 22:39 — Izin pertama untuk berperang
Ketika Nabi ﷺ diusir dari Makkah dan kaum muslimin dizalimi, turun ayat yang memberi izin berperang. Riwayat ini menyebut QS 22:39 sebagai ayat pertama yang turun tentang peperangan.
QS 22:52 — Riwayat tentang sisipan setan
Riwayat yang mengaitkan ayat ini dengan kisah gharaniq dikritik oleh para ahli hadis. Banyak jalurnya terputus dan tidak sahih. Ayat ini dipahami sebagai penjelasan umum bahwa Allah menghapus apa yang dimasukkan setan dan meneguhkan wahyu-Nya, bukan sebagai dasar untuk menerima kisah yang tidak terbukti.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 22:1–7 — Guncangan Hari Kiamat dan bukti kebangkitan
Allah memerintahkan manusia bertakwa dan mengingat guncangan Hari Kiamat. Manusia dibangkitkan dari kubur. Penciptaan manusia, bumi yang hidup setelah hujan, dan tumbuhan yang tumbuh menjadi bukti bahwa Allah mampu menghidupkan orang yang telah mati.
QS 22:8–24 — Orang yang membantah tanpa ilmu
Orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu mengikuti setan dan berpaling dari jalan Allah. Orang yang beriman dan beramal saleh mendapat surga, sedangkan orang kafir mendapat azab.
QS 22:25–37 — Baitullah, haji, dan kurban
Allah menjadikan Masjidil Haram bagi seluruh manusia. Ibrahim diperintahkan membersihkan Baitullah dan menyeru manusia untuk berhaji. Orang yang datang berjalan kaki dan dengan kendaraan dari penjuru yang jauh menunaikan manasik, thawaf, nazar, dan kurban. Daging kurban dimakan dan diberikan kepada orang yang membutuhkan. Yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan, bukan daging dan darahnya.
QS 22:39–41 — Izin membela diri dan pertolongan Allah
Kaum muslimin diberi izin berperang karena telah dizalimi dan diusir dari negeri mereka. Allah menolong orang yang menegakkan agama dengan shalat, zakat, amar makruf, dan nahi mungkar.
QS 22:52–57 — Wahyu dan ujian
Setan berusaha mengganggu penyampaian para rasul. Allah menghapus gangguan itu dan meneguhkan ayat-ayat-Nya. Gangguan tersebut menjadi ujian bagi orang yang hatinya sakit dan menjadi petunjuk bagi orang yang berilmu.
QS 22:58–66 — Balasan bagi orang yang berhijrah
Orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian terbunuh atau wafat, mendapat rezeki yang baik. Allah memasukkan mereka ke tempat yang mereka sukai. Pergantian malam dan siang serta seluruh ciptaan adalah bukti kekuasaan-Nya.
QS 22:67–78 — Syariat, kelemahan berhala, dan umat Islam
Setiap umat memiliki syariat. Orang-orang musyrik diminta mendengar perumpamaan tentang berhala yang tidak mampu menciptakan seekor lalat. Allah memilih umat Islam dan tidak menjadikan kesulitan dalam agama. Ibrahim menamai umat ini sebagai kaum muslimin. Karena itu, kaum muslimin diperintah mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan berpegang teguh kepada Allah.
Pertanyaan terbuka
- Riwayat Tafsir Ibnu Abbas pada halaman ini mencakup [870]–[886] untuk QS 22:1–78.
- Riwayat tentang seruan Ibrahim dan jawaban seluruh makhluk perlu dibaca bersama jalur sanadnya.
- Kisah gharaniq tidak boleh dipakai sebagai dasar keyakinan atau tafsir karena riwayatnya tidak terbukti sahih.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- الحج
- disiplin
- tafsir, fikih, ulumul-quran
- tag
- quran, surah, tafsir, madaniyah, fikih, hajj, asbabun-nuzul