Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Fil

Surah Al-Fil

Tema utama

Terkait

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Quraysh | Tafsir | Sirah

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: Tafsir Ibnu Abbas, terjemahan Indonesia, melalui sanad Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Dua penjelasan telah dibaca.

Catatan pembacaan: Riwayat [1446]–[1447] telah lengkap, berdasarkan verifikasi dengan naskah Arab asli pada 19 Juli 2026, halaman cetak/PDF 539. Nomornya sesuai dengan wiki.

QS 105:3 — Makna tairan ababil

wa arsala 'alayhim tayran ababil — Ibnu Abbas berkata: "Sebagiannya mengikuti sebagian yang lain." Burung-burung itu datang berbondong-bondong dan berlapis-lapis satu di belakang yang lain.

Atsar [1446]. Sanad melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan Ath-Thabari dalam tafsirnya (jilid 30, halaman 191) dan Al-Baihaqi dalam Dala'il An-Nubuwwah (jilid 1, halaman 123).

QS 105:5 — Makna 'asf ma'kul

fa-ja'alahum ka'asfin ma'kul — Ibnu Abbas berkata: "Daun-daun, 'asf, maksudnya adalah jerami." Pasukan bergajah itu dimusnahkan hingga menjadi seperti jerami yang dimakan dan hancur tanpa sisa.

Atsar [1447]. Sanad melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan Al-Baihaqi dalam Dala'il An-Nubuwwah (jilid 1, halaman 123) secara bersambung.

Tafsir Ibnu Katsir

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i dalam 8 jilid. Tafsir bil-ma'tsur memuat rujukan silang Al-Quran, hadis dengan perawi dan kitab sumber, serta atsar ulama. Riwayat lemah dan Israiliyyat dihapus oleh peringkas, sedangkan penilaian hadis dicantumkan dalam catatan kaki.

QS 105:1–5 — Pasukan bergajah dan Tahun Gajah

Surah ini mengingatkan Quraisy kepada nikmat Allah ketika Dia melindungi Ka'bah dari pasukan Abrahah yang hendak menghancurkannya. Allah membinasakan pasukan itu dan menggagalkan rencananya. Peristiwa tersebut menjadi tanda dan pendahuluan bagi kelahiran serta pengutusan Rasulullah ﷺ. Pendapat yang paling dikenal menyatakan bahwa Nabi ﷺ lahir pada Tahun Gajah.

Latar belakang pasukan bergajah

Dzu Nawwas, raja terakhir Himyar, membunuh para pemeluk Nasrani Ashabul Ukhdud. Dawus Dzu Tsa'laban yang selamat meminta bantuan Kaisar dan Najasyi. Najasyi mengirim pasukan di bawah Aryath dan Abrahah bin Ash-Shabah Abu Yaksum. Setelah menguasai Yaman, Abrahah menjadi penguasa.

Abrahah membangun gereja besar Al-Qalis di Shan'a untuk mengalihkan haji bangsa Arab dari Ka'bah. Setelah gereja itu dikotori oleh sebagian orang Arab, Abrahah bersumpah menghancurkan Ka'bah. Ia berangkat dengan pasukan besar dan gajah bernama Mahmud.

Dalam perjalanan, Dzu Nafar dan Nufail bin Habib Al-Khats'ami mencoba melawannya tetapi kalah dan ditawan. Penduduk Thaif menyambut Abrahah karena takut. Di Al-Mughammas, pasukannya merampas dua ratus unta milik Abdul Muththalib, kakek Nabi ﷺ.

Abrahah memanggil Abdul Muththalib. Abdul Muththalib meminta agar untanya dikembalikan. Abrahah heran karena ia mengira Abdul Muththalib akan membicarakan Ka'bah. Abdul Muththalib menjawab bahwa ia adalah pemilik unta, sedangkan Ka'bah memiliki pemilik sendiri, yaitu Allah, yang akan melindunginya. Setelah itu Quraisy keluar dari Makkah ke pegunungan. Abdul Muththalib berdoa agar Allah melindungi rumah-Nya.

QS 105:3–4 — Burung Ababil dan batu dari tanah terbakar

Ketika gajah Mahmud diarahkan menuju Makkah, ia duduk dan menolak bergerak. Ketika diarahkan ke Yaman, Syam, atau timur, ia berdiri. Nufail bin Habib berkata kepada gajah itu agar duduk dan kembali karena berada di tanah suci Allah.

Allah kemudian mengirim burung-burung dari arah laut. Setiap burung membawa tiga batu, satu di paruh dan dua di kakinya. Batu-batu itu kecil, tetapi setiap orang yang terkena binasa. Pasukan melarikan diri.

Ulama menjelaskan ababil sebagai kawanan yang mengikuti satu sama lain, kumpulan yang sangat banyak, atau kelompok yang datang dari berbagai penjuru. As-sijjil dijelaskan sebagai batu yang keras atau batu yang berasal dari batu dan tanah liat.

QS 105:5 — Makna 'asf ma'kul

Al-'ashf berarti daun tanaman, kulit yang berada di atas biji, jerami, atau daun yang telah dimakan hewan hingga menjadi kotoran. Maknanya, Allah membinasakan pasukan itu secara keseluruhan dan mengembalikan mereka dalam keadaan hancur karena tipu daya dan kesombongan mereka sendiri.

Hadis penguat

Dalam peristiwa Hudaibiyah, ketika unta Nabi ﷺ berhenti, beliau bersabda bahwa unta itu tidak membangkang. Ia ditahan oleh sesuatu yang menahan pasukan gajah. Nabi ﷺ juga bersabda pada hari pembebasan Makkah bahwa Allah menahan pasukan gajah dari Makkah dan menguasakan kota itu kepada Rasul-Nya serta kaum beriman. Kedua hadis ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

"Al-Qushwa' (unta Nabi ﷺ) menolak masuk Mekah bukan karena wataknya, melainkan dihalangi oleh yang dahulu menghalangi pasukan gajah. Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, mereka tidak akan meminta suatu tuntutan yang mengagungkan larangan Allah melainkan akan kupenuhi." (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

"Sesungguhnya Allah menahan pasukan gajah dari memasuki Mekah dan menguasakannya kepada Rasul-Nya dan orang-orang beriman; kehormatan kota ini hari ini kembali seperti kemarin — hendaklah yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir." (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
surah
Arab
الفيل
disiplin
tafsir
tag
quran, surah