Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah

Surah Al-Fatihah adalah surah pertama dalam mushaf dan terdiri dari 7 ayat. Pendapat yang lebih kuat menyebutnya Makkiyah. Surah ini memuat pujian kepada Allah, pengakuan rububiyah dan uluhiyah-Nya, permohonan pertolongan, serta doa memohon petunjuk ke jalan yang lurus.

Pokok bahasan

Makna ayat

Basmalah mengawali bacaan dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Alhamdulillah menetapkan bahwa seluruh pujian adalah milik Allah, Rabb alam semesta. Ar-Rahman dan Ar-Rahim menegaskan keluasan rahmat-Nya. Maliki yaumid-din menetapkan kepemilikan dan keputusan Allah pada hari pembalasan.

Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in memurnikan ibadah dan permohonan pertolongan hanya kepada Allah. Ihdinash-shirathal-mustaqim adalah permohonan agar Allah menunjukkan, meneguhkan, dan menambahkan petunjuk menuju jalan yang lurus. Jalan itu adalah jalan orang-orang yang diberi nikmat, bukan jalan orang yang mendapat murka dan bukan jalan orang yang tersesat.

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan nama-nama Surah Al-Fatihah, keutamaannya, hukum membaca basmalah, dan perbedaan pendapat tentang status basmalah sebagai ayat. Ia juga menguraikan bahwa surah ini mencakup pujian, tauhid, ibadah, permohonan, dan pengenalan jalan keselamatan.

Pujian berbeda dari syukur karena pujian berkaitan dengan sifat kesempurnaan dan perbuatan yang terpuji, sedangkan syukur lebih khusus kepada nikmat. Rabb berarti pemilik dan pengatur. Ar-Rahman dan Ar-Rahim menunjukkan rahmat Allah yang luas bagi makhluk dan rahmat khusus bagi orang-orang beriman.

Pada ayat kelima, seorang hamba menggabungkan tauhid ibadah dengan pengakuan bahwa ia membutuhkan pertolongan Allah. Ayat keenam memuat kebutuhan hamba kepada petunjuk pada setiap waktu. Petunjuk mencakup pengetahuan tentang kebenaran dan kemampuan untuk mengamalkannya.

Jalalain (ijmali reading)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ath-Thabari

Ath-Thabari menghimpun banyak riwayat tentang makna al-hamd, Rabb al-'alamin, Ar-Rahman, Ar-Rahim, dan shirathal-mustaqim. Ia menyebut beberapa pendapat dari sahabat dan tabi'in, lalu menjelaskan bahwa berbagai penafsiran tentang jalan yang lurus kembali kepada satu makna: mengikuti hal yang Allah cintai dan ridhai melalui jalan para nabi, orang-orang benar, para syuhada, dan orang-orang saleh.

Pembahasan Ath-Thabari juga memuat perbedaan qira'at dan analisis bahasa pada setiap ayat. Ringkasan ini tidak menggantikan rincian sanad dan tarjih yang terdapat dalam kitab sumber.

Tafsir Ibnu Abbas

Edisi Tafsir Ibnu Abbas yang tersedia dalam materi sumber membuka pembahasan langsung dari Surah Al-Baqarah. Karena itu, tidak ada riwayat khusus Surah Al-Fatihah yang dapat dinisbatkan kepada edisi tersebut dalam katalog ini.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah menjelaskan kedudukan Al-Fatihah sebagai surah yang menghimpun dasar-dasar ilmu dan amal. Al-Fatihah memuat tauhid rububiyah melalui pujian kepada Rabb alam semesta, tauhid uluhiyah melalui “iyyaka na'budu”, dan permohonan pertolongan melalui “iyyaka nasta'in”.

Permohonan hidayah adalah permohonan yang terus dibutuhkan seorang hamba. Ia membutuhkan pengetahuan tentang jalan yang benar dan pertolongan untuk berjalan di atasnya. Karena itu, orang beriman membaca Al-Fatihah dalam setiap rakaat shalat.

Asbabun Nuzul

Riwayat sebab turun dan keutamaan Al-Fatihah memuat kisah percakapan Nabi ﷺ dengan para sahabat, penggunaan Al-Fatihah sebagai ruqyah, dan penjelasan bahwa surah ini termasuk bacaan yang agung. Setiap riwayat dibaca bersama sumber dan penilaian sanadnya.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
الفاتحة
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah