Surah Al-Balad
Surah Al-Balad
Surah ke-90, Makkiyah, dua puluh ayat. Surah ini menjelaskan manusia yang hidup dalam kesusahan, dua jalan kebaikan dan keburukan, serta jalan terjal ketaatan dan kepedulian kepada orang yang membutuhkan.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas.
QS 90:4 — Manusia berada dalam susah payah
[1426] Ibnu Abbas menjelaskan bahwa manusia berada dalam keletihan.
QS 90:10 — Dua jalan
[1427] Allah menunjukkan kepada manusia jalan hidayah dan jalan kesesatan.
QS 90:16 — Orang miskin yang sangat membutuhkan
[1428] Orang miskin yang sangat fakir adalah orang yang benar-benar membutuhkan.
QS 90:20 — Neraka yang tertutup rapat
[1429] مُؤْصَدَةٌ berarti ditutup dan dikunci rapat.
Tema utama
- Manusia menghadapi kesusahan dan ujian dalam kehidupan.
- Allah memberi manusia mata, lidah, bibir, dan penjelasan tentang dua jalan.
- Jalan terjal kebaikan mencakup memerdekakan budak, memberi makan orang lapar, membantu yatim, dan menolong orang miskin.
- Orang beriman saling berpesan untuk bersabar dan berkasih sayang.
- Orang kafir berada dalam neraka yang tertutup rapat.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Al-Fajr | Ash-Shams
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 90:1–3 — Makkah dan Adam
Allah bersumpah dengan Makkah, negeri yang dimuliakan. Allah menghalalkan Nabi ﷺ berperang di sana selama waktu yang singkat ketika pembebasan Makkah. Sumpah berikutnya mengingatkan kepada Adam dan seluruh keturunannya.
"Negeri ini (Mekah) telah diharamkan Allah sejak penciptaan langit dan bumi hingga hari Kiamat — pepohonannya tak boleh ditebang, tanamannya tak boleh dicabut; hendaklah yang hadir menyampaikan hal ini kepada yang tidak hadir." (HR. Muttafaq 'alayh, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
QS 90:4–10 — Kesusahan dan nikmat anggota tubuh
Manusia diciptakan dalam kesusahan dan perjuangan hidup. Allah memberi mata untuk melihat, lidah untuk berbicara, bibir untuk membantu makan dan berbicara, serta petunjuk tentang jalan kebaikan dan keburukan.
QS 90:11–16 — Jalan terjal kebaikan
Jalan terjal adalah jalan keselamatan dan ketaatan: memerdekakan budak, memberi makan pada hari kelaparan, memberi makan yatim kerabat, dan memberi makan orang miskin yang terbuang serta tidak memiliki tempat berlindung.
"Barangsiapa memerdekakan budak wanita yang beriman, Allah akan membebaskan setiap anggota tubuhnya dari api Neraka sesuai anggota tubuh yang dibebaskan." (HR. Al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi, an-Nasa-i, dari Abu Hurairah, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
QS 90:17–20 — Iman, kesabaran, kasih sayang, dan balasan
Amal kebaikan harus disertai iman. Orang beriman saling berpesan untuk sabar dalam ketaatan dan menghadapi gangguan, serta saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka menjadi golongan kanan. Orang yang kafir kepada ayat Allah menjadi golongan kiri dan berada dalam neraka yang ditutup rapat.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Sumber: pembahasan tafsir dalam Majmu& Ibnu Taimiyah, jilid 13.
Ibnu Taimiyah menjelaskan QS 90:8–10 sebagai penjelasan tentang alat lahiriah dan batiniah manusia. Mata melihat, lidah berbicara, bibir membantu pembentukan ucapan, sedangkan hati memahami dan mengambil pelajaran. Petunjuk berada pada hati dan harus diarahkan kepada jalan kebaikan.
Pertanyaan terbuka
- Riwayat Ibnu Abbas [1426]–[1429] mencakup empat penjelasan utama pada surah ini.
- Makna rinci al-'aqabah dan perbedaan qiraatnya perlu dibaca langsung pada tafsir lengkap.
- Perincian hukum memerdekakan budak dan sedekah kepada kerabat perlu dirujuk kepada kitab fikih.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- البلد
- disiplin
- tafsir
- tag
- quran, surah