Surah Al-Ankabut
Surah Al-Ankabut
Surah ke-29, Makkiyah, 69 ayat. Namanya diambil dari perumpamaan rumah laba-laba bagi orang yang mengambil pelindung selain Allah.
Tafsir Ibnu Abbas
Sumber: Tafsir Ibnu Abbas, melalui riwayat Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Riwayat [999]–[1005] mencakup seluruh atsar yang tercatat untuk surah ini.
QS 29:17 — Berhala tidak memberi rezeki
[999] Ibnu Abbas menjelaskan تَفْتَرُونَ sebagai sesuatu yang mereka buat. Berhala tidak mampu memberi rezeki. Rezeki diminta hanya kepada Allah, dan ibadah serta syukur ditujukan hanya kepada-Nya.
QS 29:17 — Dusta
[1000] Ibnu Abbas menjelaskan كَذِبًا sebagai ifk, yaitu dusta dan rekayasa yang dibuat-buat.
QS 29:27 — Balasan Ibrahim di dunia
[1001] Balasan Ibrahim di dunia adalah pujian yang baik. Allah menjadikan kenabian dan kitab dalam keturunannya serta memberi Ishak dan Ya'qub.
QS 29:29 — Tempat perkumpulan kaum Lut
[1002] Ibnu Abbas menjelaskan فِي نَادِيكُمُ sebagai tempat-tempat perkumpulan mereka. Di tempat itu mereka melakukan kemungkaran secara terbuka.
QS 29:45 — Shalat mencegah kemungkaran
[1003] Dalam shalat terdapat pengaruh yang menghentikan dan mencegah perbuatan keji serta kemungkaran.
QS 29:45 — Dzikir Allah lebih besar
[1004] Ibnu Abbas menjelaskan bahwa ingatan Allah kepada hamba-hamba-Nya ketika mereka berdzikir kepada-Nya lebih besar daripada ingatan mereka kepada-Nya.
QS 29:64 — Akhirat adalah kehidupan yang kekal
[1005] Ibnu Abbas menjelaskan الْحَيَوَانُ sebagai kehidupan yang kekal. Kehidupan dunia hanya senda gurau dan permainan, sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya.
Tema utama
- Keimanan pasti diuji.
- Berhala tidak memberi rezeki dan tidak layak disembah.
- Ibrahim menjadi teladan dalam tauhid dan hijrah.
- Kaum Lut melakukan kemungkaran secara terbuka dan mendapat azab.
- Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar.
- Dzikir kepada Allah memiliki keutamaan yang besar.
- Kehidupan akhirat kekal, sedangkan dunia fana.
Terkait
Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Lubab An-Nuqul | Al-Qashash | Surah Al Baqarah | Al Mu&
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014).
QS 29:1–2 — Ujian bagi orang beriman
Ayat ini berkaitan dengan kaum muslimin di Makkah yang disiksa dan ditekan oleh kaum kafir Quraisy. Keimanan mereka diuji agar tampak siapa yang benar dan siapa yang dusta.
QS 29:8 — Tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan
Sa'd bin Abi Waqqash tetap memegang Islam ketika ibunya bersumpah tidak akan makan dan minum sampai ia meninggalkan agama. Ayat ini menegaskan bahwa orang tua ditaati dalam kebaikan, bukan dalam kesyirikan.
QS 29:10 — Orang yang berbalik ketika diuji
Sebagian orang mengaku beriman, tetapi ketika disakiti karena keimanannya, ia menganggap tekanan manusia seperti azab Allah lalu berbalik dari agama.
QS 29:56–57 — Hijrah dan kepastian kematian
Orang beriman yang masih berada di Makkah diperintah mengingat bahwa bumi Allah luas dan mereka dapat berhijrah untuk beribadah. Setiap jiwa pasti merasakan kematian dan akan kembali kepada Allah.
QS 29:67 — Keamanan tanah haram
Penduduk Makkah diingatkan bahwa Allah menjadikan negeri mereka sebagai tanah haram yang aman, sedangkan penduduk di sekitar mereka menghadapi perampokan dan peperangan.
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 29:1–4 — Ujian keimanan
Allah tidak membiarkan orang yang mengaku beriman tanpa ujian. Para nabi dan orang saleh mendapat ujian paling berat. Ujian memperlihatkan kejujuran iman dan membedakan orang yang baik dari orang yang buruk.
"Manusia yang paling berat ujiannya adalah para Nabi, lalu orang-orang shalih, lalu yang semisal dan seterusnya — seseorang diuji sesuai kadar agamanya." (Diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
QS 29:5–13 — Harapan bertemu Allah dan tanggung jawab atas kesesatan
Orang yang berharap bertemu Allah harus beramal saleh dan mengharapkan pahala-Nya. Jihad memberi manfaat kepada orang yang berjihad, bukan kepada Allah. Orang yang menyesatkan orang lain memikul dosa sendiri dan dosa orang yang disesatkannya.
QS 29:14–18 — Nuh dan Ibrahim menyeru kepada tauhid
Nuh berdakwah selama sembilan ratus lima puluh tahun. Ibrahim menyeru kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan mencari rezeki hanya kepada-Nya. Berhala adalah nama-nama yang dibuat manusia dan tidak memiliki kekuasaan.
QS 29:19–27 — Bukti penciptaan dan keselamatan Ibrahim
Allah yang memulai penciptaan mampu mengulanginya. Ibrahim dihukum dengan api oleh kaumnya, tetapi Allah menjadikan api itu dingin dan menyelamatkannya. Ibrahim berhijrah karena Allah dan mendapat keturunan yang saleh serta pujian yang baik di dunia.
QS 29:28–35 — Kaum Lut dan azab
Lut memperingatkan kaumnya atas perbuatan keji, perampokan, dan kemungkaran di tempat perkumpulan. Mereka menolak dan meminta azab disegerakan. Malaikat datang membawa berita tentang azab dan menyelamatkan Lut serta keluarganya, kecuali istrinya.
QS 29:36–43 — Syu'aib, kaum terdahulu, dan perumpamaan laba-laba
Kaum Syu'aib, 'Ad, Tsamud, Qarun, Fir'aun, dan Haman dibinasakan karena dosa. Orang yang mengambil pelindung selain Allah seperti laba-laba yang membangun rumah rapuh. Allah mengetahui sesembahan yang mereka seru selain-Nya.
QS 29:44–51 — Shalat dan perdebatan dengan ahli kitab
Allah menciptakan langit dan bumi dengan benar. Shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Perdebatan dengan ahli kitab dilakukan dengan cara yang paling baik, kecuali terhadap orang yang zalim. Al-Qur'an menjadi bukti yang cukup bagi orang yang beriman.
"Barangsiapa shalatnya tidak mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar, maka shalat itu hanya menjauhkannya dari Allah." (HR. Ath-Thabrani — da'if, didha'ifkan oleh Syaikh al-Albani dalam Dha'iiful Jaami' no. 5834, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
QS 29:52–69 — Hijrah, kehidupan akhirat, dan jihad
Allah menjadi saksi antara Nabi ﷺ dan kaumnya. Orang beriman yang berhijrah akan mendapat tempat yang baik. Dunia hanya senda gurau dan permainan, sedangkan akhirat adalah kehidupan yang kekal. Orang yang berjihad di jalan Allah mendapat petunjuk kepada jalan-jalan-Nya.
"Janganlah kalian membenarkan Ahlul Kitab dan jangan pula mendustakan mereka — katakanlah: kami beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada kalian; Ilah kami dan Ilah kalian satu, dan kami berserah diri kepada-Nya." (HR. Al-Bukhari, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)
Pertanyaan terbuka
- Riwayat Ibnu Abbas [999]–[1005] adalah seluruh rentang atsar yang tercatat, tetapi tidak mencakup tafsir setiap ayat.
- Riwayat tentang ujian, shalat, dan ahli kitab perlu dibaca bersama penilaian hadis pada sumber lengkap.
- Perincian kisah para nabi dan perumpamaan laba-laba dapat dibandingkan dengan Tafsir Ibnu Katsir secara langsung.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- العنكبوت
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah, tafsir, makkiyah