Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Al-An'am

Surah Al-An'am

Surah Al-An'am adalah surah Makkiyah ke-6 dan terdiri dari 165 ayat. Surah ini menetapkan tauhid, membantah syirik, menjelaskan tanda-tanda kekuasaan Allah, serta memuat wasiat yang menjaga agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.

Pokok bahasan

Tafsir Ibnu Abbas

Riwayat [359]–[444] pada materi sumber membahas QS 6:1–6:165. Bagian ini menjelaskan peringatan kepada penduduk Makkah, penolakan syirik, doa ketika tertimpa kesulitan, larangan mengusir orang miskin yang beribadah, hujah Ibrahim, hukum makanan, dan wasiat penutup surah.

Tauhid dan penolakan terhadap syirik

Allah menciptakan langit dan bumi, kegelapan dan cahaya, lalu orang-orang kafir menyamakan selain-Nya dengan Rabb mereka. Pada hari Kiamat, orang musyrik akan berusaha menyangkal syiriknya, tetapi Allah mengetahui kedustaan mereka. Ketika bencana menimpa, mereka berdoa kepada Allah semata. Keadaan ini menunjukkan bahwa pengakuan terhadap rububiyah Allah tetap ada dalam fitrah, meskipun mereka menyekutukan-Nya dalam ibadah.

Tanda-tanda kekuasaan Allah

Allah membelah biji dan benih, mengeluarkan yang hidup dari yang mati, membelah waktu subuh, menjadikan malam untuk istirahat, serta menata matahari dan bulan untuk perhitungan. Bintang-bintang menjadi petunjuk di darat dan laut. Tanda-tanda ini mengarahkan manusia kepada ibadah kepada Pencipta, bukan kepada makhluk.

Ibrahim mencari hujah untuk kaumnya

Ibrahim menunjukkan batilnya penyembahan bintang, bulan, dan matahari. Sesuatu yang terbenam tidak layak menjadi Rabb. Ibrahim menegaskan bahwa ia menghadapkan wajah kepada Pencipta langit dan bumi dengan hanif dan tidak termasuk orang-orang musyrik.

Orang beriman dan keamanan

QS 6:82 menjelaskan bahwa orang yang beriman dan tidak mencampur imannya dengan kezaliman memperoleh keamanan dan petunjuk. Ibnu Abbas menafsirkan kezaliman pada ayat ini sebagai syirik, berdasarkan penjelasan Nabi ﷺ bahwa maksudnya bukan seluruh dosa, melainkan syirik sebagaimana pada QS Luqman: 13.

Adab dakwah dan perbedaan manusia

Orang-orang miskin yang berdoa kepada Allah pagi dan petang tidak boleh diusir demi menyenangkan pemuka Quraisy. Perbedaan harta tidak menentukan kedudukan seseorang di sisi Allah. Orang yang mencela sesembahan kaum musyrik juga dilarang apabila celaan itu menyebabkan mereka mencela Allah tanpa ilmu.

Hukum makanan dan wasiat

Bangsa Arab jahiliah membuat aturan sendiri tentang ternak dan bagian hasil panen, lalu menisbatkannya kepada Allah. Surah ini membatalkan kebiasaan tersebut. Yang diharamkan disebutkan dengan jelas: bangkai, darah yang mengalir, daging babi, dan hewan yang disembelih untuk selain Allah, kecuali dalam keadaan darurat tanpa keinginan melampaui batas.

Sepuluh wasiat pada QS 6:151–153 melarang syirik, memerintahkan berbuat baik kepada orang tua, melarang membunuh anak karena takut miskin, melarang mendekati perbuatan keji, melarang membunuh jiwa tanpa alasan yang benar, menjaga harta anak yatim, menyempurnakan takaran dan timbangan, berlaku adil dalam perkataan, memenuhi janji kepada Allah, dan mengikuti jalan-Nya yang lurus.

Tafsir ringkasan — Jalalain (As-Suyuthi)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Al-Quran turun untuk memberi peringatan kepada Makkah dan seluruh manusia. Orang yang meminta mukjizat tanpa kejujuran tidak akan beriman meskipun malaikat turun dan orang mati berbicara. Hidayah berada di tangan Allah, sedangkan penolakan yang terus-menerus mengeraskan hati.

Kisah Ibrahim menunjukkan bahwa tauhid dibangun dengan fitrah dan hujah. Ibrahim tidak mengakui bintang, bulan, atau matahari sebagai Rabb. Ia menetapkan ibadah hanya bagi Allah, Pencipta langit dan bumi.

Tafsir Ibnu Katsir juga menguraikan makna QS 6:82 melalui hadits yang menjelaskan bahwa kezaliman pada ayat tersebut adalah syirik. Orang yang menjaga tauhid memperoleh keamanan sesuai kadar imannya. Para sahabat yang khawatir tentang makna kezaliman mendapat penjelasan Nabi ﷺ bahwa ayat itu merujuk kepada syirik.

Wasiat penutup surah mencakup dasar-dasar akhlak dan hukum. Keadilan dalam timbangan, penjagaan jiwa, pemeliharaan harta anak yatim, penghormatan kepada orang tua, dan pemenuhan janji termasuk jalan lurus yang Allah perintahkan.

Tafsir Ibnu Taimiyah

Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa doa adalah ibadah yang harus diarahkan kepada Allah semata. Pengakuan terhadap rububiyah tidak cukup apabila ibadah masih diberikan kepada selain Allah. Tauhid menuntut pemurnian cinta, takut, harap, tawakal, doa, dan seluruh bentuk ibadah.

Pembahasan tentang takdir pada surah ini menjaga dua hal: Allah mengetahui dan menetapkan segala sesuatu, sedangkan manusia tetap bertanggung jawab atas iman, kufur, ketaatan, dan kemaksiatannya. Ayat-ayat tentang Ibrahim menunjukkan bahwa hujah wahyu dan tanda-tanda penciptaan mengarahkan manusia kepada pengesaan Allah.

Catatan penelitian

Data sumber

jenis
surah
Arab
الأنعام
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah, tafsir