Surah Al-Alaq
Surah Al-Alaq
Surah ke-96, Makkiyah, sembilan belas ayat. Lima ayat pertama adalah wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad ﷺ. Surah ini juga memuat kisah Abu Jahal yang melarang Nabi ﷺ shalat.
Asbabun Nuzul dari Lubab An-Nuqul
Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014).
QS 96:6–8 — Manusia melampaui batas
Abu Hurairah menjelaskan bahwa manusia melampaui batas ketika merasa cukup dan tidak lagi merasa membutuhkan Allah.
QS 96:9–16 — Abu Jahal melarang Nabi ﷺ shalat
Abu Jahal melarang Nabi ﷺ shalat. Allah menurunkan ayat yang mengancam orang yang melarang seorang hamba ketika ia shalat, serta menyebutnya sebagai pendusta dan pendosa.
QS 96:17–18 — Ancaman malaikat Zabaniyah
Abu Jahal mengancam akan memanggil kelompoknya untuk menolongnya. Allah menjawab bahwa Dia akan memanggil malaikat Zabaniyah.
Tema utama
- Wahyu pertama memerintah membaca dengan nama Rabb yang menciptakan.
- Allah mengajarkan manusia melalui pena dan wahyu.
- Manusia melampaui batas ketika merasa cukup.
- Nabi ﷺ diperintah tetap shalat, bersujud, dan mendekat kepada Allah.
- Orang yang menghalangi ibadah mendapat ancaman azab.
Terkait
Lubab An-Nuqul | Ibnu Abbas | Abu Hurairah | Tafsir | Sirah
Tafsir (Jalalain)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i.
QS 96:1–5 — Wahyu pertama dan kemuliaan ilmu
Malaikat Jibril datang kepada Nabi ﷺ di Gua Hira dan memerintahkannya membaca. Setelah itu turun lima ayat pertama Surah Al-Alaq. Khadijah membawa Nabi ﷺ kepada Waraqah bin Naufal, yang mengenali malaikat pembawa wahyu sebagai malaikat yang dahulu datang kepada Musa.
Ayat-ayat pertama ini menyebut penciptaan manusia dari segumpal darah dan pengajaran melalui pena. Allah memuliakan manusia dengan ilmu yang sebelumnya tidak diketahuinya.
QS 96:6–8 — Manusia yang merasa cukup
Manusia menjadi sombong dan melampaui batas ketika merasa cukup karena harta. Tempat kembali manusia adalah kepada Allah, dan Allah akan meminta pertanggungjawaban atas harta yang dikumpulkan serta dibelanjakan.
QS 96:9–14 — Abu Jahal menghalangi shalat
Ayat-ayat ini turun berkaitan dengan Abu Jahal yang mengancam Nabi ﷺ ketika beliau shalat di Baitullah. Allah mengingatkan bahwa Dia melihat dan mendengar seluruh ucapan serta perbuatan.
QS 96:15–18 — Tarikan ubun-ubun dan Zabaniyah
Jika Abu Jahal tidak berhenti, Allah mengancam akan menarik ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka. Kelompok yang ia panggil tidak akan menolongnya. Malaikat Zabaniyah adalah malaikat azab.
QS 96:19 — Sujud dan mendekat
Nabi ﷺ diperintah tidak menaati orang yang melarang shalat. Beliau diperintah bersujud dan memperbanyak doa. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa seorang hamba paling dekat dengan Rabb-nya ketika bersujud.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Sumber: pembahasan Surah Al-Alaq dalam Majmu& Ibnu Taimiyah, jilid 14.
Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa Surah Al-Alaq memuat tiga dasar: pengenalan kepada Pencipta, kebenaran kenabian Muhammad ﷺ, dan kepastian akhirat. Perintah membaca dengan nama Rabb yang menciptakan menggabungkan wahyu, ilmu, tauhid, dan amal.
Ibnu Taimiyah juga menjelaskan bahwa Al-Qur'an memberi dalil yang dapat dipahami melalui fitrah dan pengamatan manusia, termasuk penciptaan manusia dari segumpal darah. Allah mengajar dengan pena dan mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya. Kesempurnaan Nabi ﷺ adalah bahwa ilmu beliau berasal dari wahyu, bukan dari membaca tulisan manusia.
Pertanyaan terbuka
- Riwayat sebab turun lima ayat pertama perlu dibaca langsung dalam Shahih Al-Bukhari dan Fathul Bari.
- Identitas dan halaman Waraqah bin Naufal perlu dilengkapi dalam halaman ulama tersendiri.
- Perincian hukum sujud tilawah pada ayat terakhir perlu dibandingkan dengan pendapat ulama fikih.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- العلق
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah