Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Adz-Dzariyat

Surah Adz-Dzariyat

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: terjemahan Indonesia, Pustaka Azzam. Riwayat melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Catatan pembacaan: Riwayat [1191]–[1203] telah lengkap, berdasarkan verifikasi dengan naskah Arab asli pada 19 Juli 2026, halaman cetak/PDF 464–466. Halaman 464 membuka "Tafsir Surah Adz-Dzariyat" pada [1191], setelah Surah Qaf berakhir pada [1190]. Ath-Thur dipastikan dimulai pada [1204] di halaman 467.

QS 51:7 — Langit yang memiliki jalan-jalan

[1191] Ibnu Abbas menjelaskan langit yang memiliki jalan-jalan sebagai langit yang memiliki akhlak baik, teratur, dan indah. Ath-Thabari juga mencatat pendapat bahwa maksudnya adalah langit yang memiliki perhiasan.

QS 51:10 — Laknat bagi orang yang berdusta

[1192] Ibnu Abbas berkata: "Terlaknatlah orang yang ragu-ragu." Maksudnya adalah orang-orang yang banyak berdusta dan meragukan kebenaran.

QS 51:11 — Orang yang terbenam dalam kebodohan

[1193] Ibnu Abbas menjelaskan orang-orang yang terbenam dalam kebodohan sebagai orang-orang yang terus-menerus berada dalam kesesatan. As-Suyuthi mencatat lafaz alternatif al-murtaqibun, yaitu orang-orang yang menunggu-nunggu.

QS 51:13 — Hari ketika mereka disiksa di atas api

[1194] Ibnu Abbas menjelaskan yu'adz-dzabun sebagai "mereka disiksa", yaitu pada hari ketika mereka diazab di atas api neraka.

QS 51:17 — Orang bertakwa sedikit tidur

[1195] Ibnu Abbas menjelaskan yanaamun sebagai mereka tidur. Di dunia, orang bertakwa hanya sedikit tidur pada malam hari karena banyak beribadah.

QS 51:29 — Istri Ibrahim terkejut

[1196] Ibnu Abbas menjelaskan kedatangan istri Ibrahim dalam keadaan memekik sebagai keadaan marah atau terkejut. [1197] Lathamat berarti ia menampar wajahnya sendiri karena kaget mendengar kabar kehamilan pada usia tua.

QS 51:34 — Batu yang ditandai

[1198] Mu'allamatun berarti batu-batu yang telah diketahui dan ditandai Allah untuk membinasakan kaum yang melampaui batas.

QS 51:39 — Fir'aun berpaling bersama pasukannya

[1199] Ibnu Abbas menjelaskan lafaz biroknih sebagai "untuk kaumnya" atau "bersama kaumnya" ketika Fir'aun menuduh Musa sebagai penyihir atau orang gila.

QS 51:47 — Langit dibangun dengan kekuasaan Allah

[1200] Bi aidin berarti bi quwwatin, yaitu dengan kekuasaan. Allah membangun langit dengan kekuasaan-Nya yang sempurna dan berkuasa atas segala sesuatu.

QS 51:56 — Tujuan penciptaan jin dan manusia

[1201] Ibnu Abbas menjelaskan liya'budun sebagai tunduk beribadah kepada Allah dalam keadaan suka maupun tidak suka. Tujuan penciptaan jin dan manusia adalah beribadah kepada Allah.

QS 51:58 — Allah Maha Pemberi Rezeki dan Maha Kuat

[1202] Ibnu Abbas menjelaskan Al-Matin sebagai Yang Maha Perkasa.

QS 51:59 — Bagian azab bagi orang zalim

[1203] Dzanub berarti bagian atau bencana. Orang-orang zalim mendapatkan bagian azab seperti umat-umat terdahulu dan tidak boleh meminta agar azab disegerakan.

Tema utama

Asbabun nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014). Penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid. Muhaqqiq: Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

QS 51:54–55 — Perintah berpaling dan tetap memberi peringatan

Sebagian sahabat merasa takut ketika turun ayat, "Maka berpalinglah kamu dari mereka," karena mereka mengira wahyu telah terputus dan azab segera datang. Allah kemudian menurunkan, "Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman." Riwayat dari jalur Mujahid dari Ali dicatat sebagai munqathi', yaitu sanad yang terputus, sehingga tidak menjadi hujah tersendiri.

Terkait

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Lubab An-Nuqul | Tafsir | Aqidah | Fiqh

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i dalam 8 jilid. Tafsir bil-ma'tsur memuat rujukan silang Al-Quran, hadis dengan perawi dan kitab sumber, serta atsar ulama. Riwayat lemah diberi catatan dalam sumber.

QS 51:1–6 — Empat sumpah dan kepastian pembalasan

Surah ini dibuka dengan empat sumpah: angin, awan pembawa hujan, kapal yang berlayar, dan malaikat yang membagi urusan. Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Mujahid, Sa'id bin Jubair, Al-Hasan, Qatadah, dan ulama lain memberikan penjelasan yang sama. Janji Allah tentang Hari Kebangkitan dan pembalasan pasti terjadi.

QS 51:7–14 — Langit yang indah dan kutukan bagi pendusta

Ibnu Abbas menjelaskan langit yang memiliki jalan-jalan sebagai langit yang indah, seimbang, dan memiliki pola. Orang-orang musyrik berada dalam perbedaan pendapat dan kesesatan. Orang yang banyak berdusta dan meragukan kebangkitan mendapat laknat. Ketika mereka bertanya dengan nada mengejek tentang Hari Pembalasan, mereka akan disiksa di atas api dan diperintah merasakan azab yang dahulu mereka minta disegerakan.

QS 51:15–23 — Sifat orang bertakwa dan tanda kekuasaan Allah

Orang bertakwa berada di taman dan mata air, menerima karunia Allah karena sebelumnya berbuat baik. Mereka sedikit tidur pada malam hari dan beristighfar pada waktu sahur. Dalam harta mereka terdapat hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak mendapatkan bagian.

Di bumi dan dalam diri manusia terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah. Di langit terdapat rezeki, hujan, dan apa yang dijanjikan Allah. Allah bersumpah bahwa janji tentang kebangkitan dan pembalasan benar-benar akan terjadi.

QS 51:24–37 — Ibrahim, kaum Luth, Musa, Fir'aun, dan umat terdahulu

Malaikat datang kepada Ibrahim dalam wujud manusia yang tampan. Ibrahim menyambut mereka dengan salam yang lebih baik, menyajikan anak sapi panggang, lalu menerima kabar gembira tentang kelahiran Ishaq. Istrinya terkejut dan menampar wajah karena merasa terlalu tua untuk melahirkan.

Para malaikat kemudian diutus kepada kaum Luth dengan batu-batu yang ditandai untuk orang-orang yang melampaui batas. Luth dan keluarganya diselamatkan kecuali istrinya. Kisah Musa dan Fir'aun menunjukkan bahwa Fir'aun berpaling dari mukjizat, lalu ditenggelamkan. Kaum 'Ad, Tsamud, dan Nuh juga dibinasakan karena kefasikan mereka.

QS 51:47–51 — Kekuasaan Allah dan penciptaan berpasangan

Allah membangun langit dengan kekuasaan-Nya dan meluaskannya. Bumi dihamparkan. Semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan agar manusia mengenal keesaan Pencipta. Allah memerintahkan manusia segera kembali kepada-Nya dan tidak menyekutukan-Nya.

QS 51:52–55 — Kesamaan penolakan para Rasul

Kaum-kaum terdahulu selalu menuduh para rasul sebagai penyihir atau orang gila. Nabi ﷺ diperintahkan berpaling dari orang yang menolak dan tetap memberi peringatan karena peringatan bermanfaat bagi orang beriman.

QS 51:56–60 — Ibadah dan rezeki

Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada-Nya, bukan karena membutuhkan mereka. Allah tidak meminta rezeki dari makhluk; Dia sendiri adalah Pemberi Rezeki dan Pemilik kekuatan. Orang zalim akan mendapatkan bagian azab seperti umat terdahulu dan tidak boleh meminta azab itu disegerakan.

Dalam hadis qudsi disebutkan:

"Wahai anak Adam, luangkanlah waktu untuk beribadah kepada-Ku, niscaya Aku penuhi hatimu dengan kekayaan dan Aku tutup kefakiranmu; jika tidak, Aku penuhi hatimu dengan kesibukan dan tidak Aku tutup kefakiranmu." (Hadits qudsi, diringkas — teks lengkap di Tafsir Ibnu Katsir)

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
surah
Arab
الذاريات
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah