Tanya Salaf
Quran · ID

Surah Adh-Dhuha

Surah Adh-Dhuha

Tema utama

Terkait

Tafsir Ibnu Abbas | Ibnu Abbas | Tafsir | Al-Layl | Al-Insyirah

Asbabun nuzul dari Lubab An-Nuqul

Sumber: terjemahan Pustaka Al-Kautsar (2014). Penerjemah Andi Muhamad Syahril dan Yasir Maqasid. Muhaqqiq: Hamid Ahmad Thahir Al-Bayyumi.

QS 93:1–3 — Wahyu terhenti dan ejekan wanita musyrik

Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Jundub bahwa Rasulullah ﷺ sakit beberapa hari sehingga wahyu tidak turun selama satu atau dua malam. Seorang wanita musyrik kemudian berkata, "Wahai Muhammad, aku tidak melihat setanmu kecuali ia telah meninggalkanmu." Allah menurunkan: "Demi waktu Dhuha, dan demi malam apabila telah sunyi. Tuhanmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu." (QS Adh-Dhuha:1–3.)

Takhrij: HR Bukhari dan Muslim dari Jundub, dengan derajat muttafaq alaih.

QS 93:1–3 — Jibril tidak turun dan Khaulah binti Hakim menyampaikan kabar

Sa'id bin Manshur dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Khaulah binti Hakim bahwa wahyu tidak turun selama beberapa waktu. Orang-orang berkata bahwa Muhammad telah ditinggalkan. Ayat-ayat ini turun untuk menegaskan bahwa Allah tidak meninggalkan dan tidak membenci beliau.

QS 93:4–5 — Akhirat lebih baik dan karunia Allah

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Al-Ufi, dari Ibnu Abbas, bahwa ayat "Dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia. Kelak Rabbmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas" adalah janji Allah kepada Nabi-Nya ﷺ tentang kemuliaan akhirat dan pemberian yang mencukupkan.

Tafsir (Jalalain)

Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.

Tafsir Ibnu Katsir

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir, ringkasan Lubaab At-Tafsir karya Alu Asy-Syaikh, terjemahan Pustaka Imam Asy-Syafi'i dalam 8 jilid. Tafsir bil-ma'tsur memuat rujukan silang Al-Quran, hadis dengan perawi dan kitab sumber, serta atsar ulama. Riwayat lemah dan Israiliyyat dihapus oleh peringkas, sedangkan penilaian hadis dicantumkan dalam catatan kaki.

QS 93:1–3 — Sumpah dengan Dhuha dan malam

Allah bersumpah dengan cahaya Dhuha dan malam yang tenang. Ayat "Rabbmu tidak meninggalkanmu dan tidak membencimu" membantah tuduhan bahwa Allah meninggalkan Nabi ﷺ ketika wahyu terhenti. Riwayat Jundub dalam Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i menjadi sebab turun yang utama.

QS 93:4 — Akhirat lebih baik

Alam akhirat lebih baik bagi Nabi ﷺ daripada dunia. Ibnu Katsir mengutip perumpamaan Nabi ﷺ bahwa hubungan beliau dengan dunia seperti seorang musafir yang berteduh di bawah pohon, kemudian pergi dan meninggalkannya.

QS 93:5 — Karunia yang membuat Nabi ﷺ puas

Allah akan memberikan karunia kepada Nabi ﷺ sehingga beliau ridha, termasuk izin untuk memberikan syafaat kepada umatnya. Al-Hasan memahami karunia itu sebagai syafaat. Sebagian riwayat dari Ibnu Abbas menyebutkan bahwa kepuasan Nabi ﷺ juga terkait dengan tidak adanya seorang pun dari keluarganya yang masuk neraka.

QS 93:6 — Nabi ﷺ yatim lalu dilindungi

Ayah Nabi ﷺ wafat sebelum atau sesudah beliau lahir. Ibunya, Aminah binti Wahb, wafat ketika beliau berusia 6 tahun. Kakeknya, Abdul Muththalib, mengasuh beliau sampai wafat ketika beliau berusia 8 tahun. Setelah itu Abu Thalib mengasuh, melindungi, dan membela beliau. Semua itu adalah bentuk penjagaan dan pertolongan Allah.

QS 93:7 — Nabi ﷺ diberi petunjuk

Nabi ﷺ belum mengetahui rincian kitab dan iman sebelum wahyu. Allah menjadikan Al-Quran sebagai cahaya yang memberi petunjuk. Sebagian riwayat tambahan menyebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah tersesat di jalan ketika kecil, lalu Allah menunjukkan jalan kepadanya.

QS 93:8 — Nabi ﷺ dicukupkan

Allah mendapati Nabi ﷺ dalam keadaan kekurangan lalu mencukupkannya. Beliau menggabungkan kedudukan orang miskin yang sabar dan orang kaya yang bersyukur. Nabi ﷺ bersabda: "Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa." (HR Bukhari dan Muslim.)

QS 93:9 — Larangan menindas anak yatim

Sebagaimana Allah melindungi Nabi ﷺ ketika beliau yatim, beliau diperintahkan tidak menghardik atau merendahkan anak yatim. Ia harus diperlakukan dengan baik dan lembut. Qatadah berkata: "Jadilah bagi anak yatim seperti ayah yang penuh kasih sayang."

QS 93:10 — Larangan menghardik orang yang meminta

Orang yang meminta ilmu dan bimbingan tidak boleh ditolak dengan kasar. Orang miskin juga harus ditolak dengan kasih sayang dan kelembutan.

QS 93:11 — Menyebut nikmat Allah

Orang yang telah dicukupkan Allah harus menyebut nikmat-Nya dengan syukur. Nabi ﷺ mengajarkan bahwa pujian dan doa kebaikan kepada orang yang telah berbuat baik termasuk bentuk balasan yang layak.

Tafsir Ibnu Abbas

Sumber: Tafsir Ibnu Abbas, terjemahan Indonesia, melalui sanad Ali bin Abu Thalhah. Dua penjelasan telah dibaca.

Catatan pembacaan: Riwayat [1435]–[1436] telah lengkap, berdasarkan verifikasi dengan naskah Arab asli pada 19 Juli 2026, halaman cetak/PDF 535. Keduanya sesuai dengan wiki.

QS 93:2 — Makna sajā

wal-layli idzaa sajaa — Ibnu Abbas berkata: "Jika telah berlalu."

Atsar [1435]. Sanad melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan Ath-Thabari, As-Suyuthi, dan disebutkan Al-Bukhari serta Ibnu Hajar.

QS 93:3 — Allah tidak meninggalkan Nabi ﷺ

maa wadda'aka rabbuka wa maa qalaa — Ibnu Abbas berkata: "Rabbmu tidak meninggalkanmu dan tidak pula membencimu."

Atsar [1436]. Sanad melalui Ali bin Abu Thalhah dari Ibnu Abbas. Diriwayatkan Ath-Thabari dan As-Suyuthi, serta dinisbatkan kepada Ibnu Jarir, Ibnu Al-Mundzir, dan Ibnu Abu Hatim.

Pertanyaan terbuka

Data sumber

jenis
surah
Arab
الضحى
disiplin
tafsir, ulumul-quran
tag
quran, surah