Surah Aali 'Imraan
Surah Aali 'Imraan
Surah Aali 'Imraan adalah surah Madaniyah ke-3 dan terdiri dari 200 ayat. Surah ini membahas tauhid, ayat muhkam dan mutasyabih, keluarga Imran, Maryam, Isa, Ahli Kitab, Perang Uhud, dan sifat orang beriman.
Pokok bahasan
- Al-Quran membenarkan kitab-kitab sebelumnya.
- Ayat muhkam menjadi dasar kitab, sedangkan ayat mutasyabih harus dihadapi dengan ilmu dan ketundukan.
- Kisah keluarga Imran, Maryam, Zakariya, dan Isa.
- Tauhid dan bantahan terhadap pengultusan Isa.
- Seruan kepada kalimat yang sama antara kaum Muslim dan Ahli Kitab.
- Amar makruf nahi mungkar dan persatuan.
- Pelajaran dari Perang Uhud.
- Sabar, takwa, dan kesiapsiagaan.
Tafsir Ibnu Abbas
29 atsar Ibnu Abbas pada riwayat [147]–[171] telah diverifikasi dari halaman 159–170 dan dilengkapi dari teks Arab pada halaman yang sebelumnya tidak terbaca.
Muhkam dan mutasyabih, QS 3:7
Ayat muhkam adalah dasar kitab. Orang yang hatinya menyimpang mengikuti ayat mutasyabih untuk mencari fitnah dan takwil yang sesuai hawa nafsu. Orang yang kokoh ilmunya beriman kepada seluruh ayat dan mengembalikan pengetahuan sempurna tentang takwil kepada Allah.
Perhiasan dunia, QS 3:14
Manusia dihiasi kecintaan kepada wanita, anak-anak, harta, kuda, ternak, dan tanaman. Semua itu adalah perhiasan dunia, sedangkan tempat kembali terbaik berada di sisi Allah.
Taqiyah dalam tekanan, QS 3:28
Orang beriman tidak menjadikan orang kafir sebagai wali dengan meninggalkan orang beriman, kecuali ketika berada di bawah kekuasaan dan ancaman mereka. Kelembutan lahiriah dalam keadaan terpaksa tidak mengubah keyakinan batin.
Keluarga para nabi, QS 3:33 dan 68
Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran. Orang yang paling dekat kepada Ibrahim adalah orang yang mengikuti tauhid, Nabi Muhammad ﷺ, dan orang-orang beriman.
Isa, QS 3:55
Ayat tentang Allah mewafatkan dan mengangkat Isa dicatat sebagai riwayat Ibnu Abbas. Pembahasan wafat dan pengangkatan Isa memiliki penjelasan tersendiri dalam tafsir.
Islam dan takwa
Agama yang diterima di sisi Allah adalah Islam. Orang beriman diperintahkan bertakwa, tidak mati kecuali dalam keadaan Muslim, dan tidak berpecah setelah datang keterangan.
Umat terbaik dan Uhud
Umat Islam menjadi umat terbaik ketika beriman kepada Allah, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Kekalahan di Uhud menjadi ujian yang menampakkan kesalahan, kemunafikan, dan keteguhan orang beriman.
Asbabun Nuzul
QS 3:7
Ayat ini menjelaskan sikap orang yang mengikuti ayat mutasyabih untuk menimbulkan fitnah dan sikap orang yang kokoh dalam ilmu.
QS 3:61
Ayat mubahalah berkaitan dengan dialog Nabi ﷺ bersama delegasi Nasrani Najran tentang Isa. Mereka diajak memohon laknat Allah bagi pihak yang berdusta.
QS 3:103
Orang beriman diperintah berpegang teguh kepada tali Allah dan tidak berpecah. Allah mengingatkan nikmat persatuan setelah mereka dahulu bermusuhan.
QS 3:121–179
Ayat-ayat ini berkaitan dengan Perang Uhud, posisi para pemanah, kesalahan sebagian pasukan, kabar bahwa Nabi ﷺ terbunuh, dan pelajaran tentang sabar serta ketaatan.
Tafsir ringkasan — Jalalain (As-Suyuthi)
Sumber ini diringkas dalam bahasa Indonesia untuk katalog publik. Rincian lengkap tetap tersedia dalam materi sumber yang menjadi rujukan halaman ini.
Tafsir Ibnu Katsir
Muhkam dan mutasyabih
Al-Quran memiliki ayat yang jelas dan menjadi dasar hukum serta ayat yang memerlukan pengembalian kepada ayat yang jelas. Orang yang mencari fitnah mengikuti mutasyabih dengan meninggalkan muhkam. Orang berilmu beriman kepada seluruhnya dan memohon keteguhan hati.
Keluarga Imran dan Isa
Allah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim, dan keluarga Imran. Maryam dijaga dan dipelihara Allah. Isa diciptakan dengan kalimat Allah sebagaimana Adam diciptakan tanpa ayah dan ibu. Mukjizat Isa terjadi dengan izin Allah, bukan dengan kekuatan dirinya sendiri.
Mubahalah dan Ahli Kitab
Nabi ﷺ mengajak delegasi Najran kepada kebenaran tentang Isa. Mereka mundur dari mubahalah. Surah juga mengingatkan bahwa sebagian Ahli Kitab menyembunyikan kebenaran dan mencampuradukkan yang benar dengan yang batil, sementara sebagian yang lain beriman dan lurus.
Uhud
Orang beriman tidak boleh lemah setelah mengalami luka. Peristiwa Uhud mengajarkan pentingnya taat kepada rasul, tidak berebut harta rampasan, tidak meninggalkan posisi, dan tidak terperdaya oleh kabar bohong. Orang yang gugur di jalan Allah hidup di sisi Rabbnya dan mendapat rezeki.
Sabar dan penutup surah
Orang beriman diuji dalam harta dan jiwa serta mendengar gangguan dari Ahli Kitab dan kaum musyrik. Kesabaran dan takwa termasuk perkara yang harus diprioritaskan. Penutup surah memerintahkan sabar, menguatkan kesabaran, tetap berjaga, dan bertakwa agar memperoleh keberuntungan.
Tafsir Ibnu Taimiyah
Ibnu Taimiyah membahas Surah Aali 'Imraan dalam Majmu' Fatawa Jilid 12 dan 13. Tema utamanya adalah kesaksian tauhid, persatuan, tazkiyah melalui risalah, amar makruf nahi mungkar, taubat, sabar, dan takwa.
Pada QS 3:103, mengingat nikmat Allah menjadi dasar syukur, istighfar, dan amal baik. Pada QS 3:110, umat terbaik adalah umat yang menjalankan amar makruf nahi mungkar dan beriman kepada Allah.
Pada QS 3:186, kesabaran dan takwa harus digabungkan ketika menghadapi gangguan. Kekuatan diperlukan untuk menjalankan perintah Allah, sedangkan sabar diperlukan menghadapi perkara yang menimpa tanpa pilihan manusia.
Catatan penelitian
- 29 atsar Ibnu Abbas [147]–[171] telah diverifikasi dan tidak memiliki celah bacaan.
- Pembahasan tentang Isa, ayat sifat, taqiyah, dan Ahli Kitab dibaca bersama sumber tafsir masing-masing.
- Materi Thabari pada sumber asli diringkas dalam bahasa Indonesia untuk menjaga katalog publik tetap terbaca.
Data sumber
- jenis
- surah
- Arab
- آل عمران
- disiplin
- tafsir, ulumul-quran
- tag
- quran, surah, aali-imraan, madaniyah