Majmu' Fatawa
Majmu' Fatawa
Majmu' Fatawa adalah kumpulan fatwa, risalah, dan pembahasan Ibnu Taimiyah yang dihimpun serta disusun oleh para murid setelah wafatnya. Isinya mencakup akidah, fikih, usul fikih, tafsir, ilmu hadis, siyasah syar'iyyah, dan bantahan terhadap berbagai penyimpangan dalam agama.
Identitas edisi
Materi yang tersedia adalah terjemah Indonesia dari Pustaka Azzam dengan judul Kumpulan Fatwa Ibnu Taimiyyah. Edisi ini diterjemahkan oleh Yusuf Hamdani, disunting oleh Sulthan, dan ditakhrij oleh Amir Al-Jazzar serta Anwar Al-Baz. Koleksinya terdiri dari 28 jilid dan diterbitkan di Jakarta pada 2008.
Edisi Indonesia tersebut menerjemahkan kompilasi Arab 35 jilid yang disusun oleh Abdurrahman bin Qasim dan putranya, Muhammad bin Abdurrahman bin Qasim. Kompilasi Arab itu dihimpun dari 314 manuskrip di 52 lokasi. Rincian katalog, penerjemah, editor, takhrij, penerbit, dan nomor ISBN dipertahankan sesuai halaman sumber.
Sejarah kompilasi
Kompilasi fatwa ini memiliki beberapa tahap penerbitan. Publikasi awal dilakukan oleh Farajullah Al-Kurdi Al-Azhari di Kairo pada 1326 Hijriah dalam enam jilid. Setelah itu muncul publikasi Al-Fatawa Al-Mishriyyah. Kompilasi Arab 35 jilid yang menjadi dasar edisi Indonesia disusun oleh Abdurrahman bin Qasim dan Muhammad bin Abdurrahman bin Qasim dari manuskrip yang tersebar di sejumlah perpustakaan.
Majmu' Fatawa bukan satu kitab yang ditulis dalam satu kesempatan. Ia adalah kumpulan karya Ibnu Taimiyah dari berbagai masa dan tema. Setiap risalah mempertahankan perkataan penulis dalam bahasa Arab, sedangkan edisi Pustaka Azzam memberi terjemah dan takhrij hadis.
Jilid 1
Jilid pertama dibuka dengan mukadimah, lalu Kitab Tauhid Uluhiyah dan Kitab Tauhid Rububiyah. Bagian-bagiannya membahas jamaah dan perpecahan, larangan meminta kepada selain Allah, rangkuman tauhid, lafaz-lafaz Ibnu Arabi dan kritik terhadap pahamnya, serta premis orang-orang terdahulu dan penetapan dalil.
Kelompok tema 28 jilid
- Jilid 2–4: akidah Salaf, nama dan sifat Allah, Akidah Wasithiyah, Al-Quran sebagai kalam Allah, istiwa, ru'yah Allah, dan bantahan terhadap penafian sifat.
- Jilid 5–6: iman dan Islam, hubungan iman dengan amal, Murji'ah, Jahmiyah, kewajiban mengikuti Al-Quran dan Sunnah, ijma, rukun Islam, ihsan, qadar, dan kemampuan manusia.
- Jilid 7–10: kritik terhadap ilmu logika Yunani, tasawuf, fana, suluk, wali Allah, karamah, hakikat agama, kehendak Allah, dan pengetahuan tentang alam.
- Jilid 11–15: tafsir Al-Quran dari berbagai surah, usul tafsir, ilmu hadis, kritik riwayat, dan pembahasan tentang metode ulama hadis.
- Jilid 16–17: musthalah hadis, perawi, hadis mutawatir, sahih, hasan, dhaif, maudhu, ijtihad, taqlid, ittiba, ijma, dan qiyas.
- Jilid 18–22: thaharah, shalat, zakat, haji, ziarah kubur, tawassul, munakahat, muamalat, dan jinayat.
- Jilid 23–24: ziarah dan masyhad, keutamaan Syam, jihad, hisbah, siyasah syar'iyyah, baitul mal, zakat, fai, hudud, Khawarij, Rafidhah, Tatar, dan muamalat.
- Jilid 25–27: khiyar, riba, salam, qardh, rahn, kafalah, syarikah, muzara'ah, ijarah, ghashab, ariyah, hibah, nikah, walimah, khulu, thalak, sumpah, nadzar, ila, zhihar, radhaah, nafkah, hadhanah, dan sifat Allah.
- Jilid 28: qishash, diyat, qasamah, pembunuhan, kaffarah, hudud, khilafah, siyasah nabawiyah, hukum mencaci sahabat, bughat, firqah batiniyah, sihir, nujum, zodiak, sembelihan, makanan, sumpah, nadzar, peradilan, bukti, kesaksian, dan pengakuan.
Pokok manhaj
Majmu' Fatawa dipakai dalam koleksi ini sebagai sumber utama untuk pembahasan tauhid, nama dan sifat Allah, iman, qadar, fikih, usul tafsir, metode hadis, dan siyasah syar'iyyah. Pendapat Ibnu Taimiyah pada setiap fatwa dinisbatkan kepadanya dan tidak diubah menjadi keputusan umum tanpa melihat konteks risalah, dalil, dan madzhab yang sedang dibahas.
Pada pembahasan sifat Allah, sumber menegaskan penerimaan terhadap sifat yang datang dalam Al-Quran dan Sunnah tanpa menyerupakan Allah dengan makhluk dan tanpa meniadakan sifat-Nya. Pada pembahasan fikih, sumber sering menyebut perbedaan pendapat antarmazhab dan memilih pendapat berdasarkan dalil yang dijelaskan Ibnu Taimiyah.
Pada pembahasan Ibnu Arabi dan wahdatul wujud, kritik tersebut dicatat sebagai pendapat Ibnu Taimiyah. Halaman ini tidak menjadikan ringkasan katalog sebagai putusan tersendiri di luar sumber.
hasil pembacaan dan halaman turunan
Seluruh 28 jilid telah dibaca dan dicatat dalam beberapa fase. Materinya menghasilkan atau memperbarui halaman konsep tentang tauhid, tafsir, ilmu hadis, ijtihad, taqlid, ijma, thaharah, shalat, zakat, haji, ziarah kubur, munakahat, muamalat, jinayat, hisbah, jihad, siyasah syar'iyyah, baitul mal, khiyar, riba, wakaf, hibah, thalak, sifat Allah, qishash, hudud, khilafah, firqah batiniyah, sihir, nujum, makanan, dan peradilan.
Jilid 23 menghasilkan pembahasan tentang ziarah kubur dan masyhad, Keutamaan Syam, jihad, iman, surat-surat Ibnu Taimiyah dari penjara, hisbah, siyasah syar'iyyah, baitul mal, zakat, dan fai. Jilid 25–28 menambah pembahasan muamalat, wakaf, munakahat, jinayat, hudud, khilafah, firqah batiniyah, sihir, sembelihan, sumpah, nadzar, dan peradilan.
Catatan penelitian
- Majmu' Fatawa adalah kompilasi pascawafat, bukan satu karya yang ditulis sekaligus.
- Rincian jilid dan topik disusun dari inventaris isi serta catatan pembacaan sumber.
- Status dalil, penilaian hadis, dan perbedaan madzhab dipertahankan sesuai atribusi yang dicatat pada halaman turunan.
- Ringkasan publik mempertahankan identitas edisi, tema utama, dan rujukan sumber tanpa mengubah Wiki Ulama.
Data sumber
- jenis
- kitab
- Arab
- مجموع الفتاوى
- genre
- fatawa
- disiplin
- fikih, aqidah, usul fikih, tafsir
- tag
- kitab, fikih, aqidah, usul fikih